Sustanon 250 Injeksi 1 ml

19 Jun 2020| Aby Rachman
Sustanon 250 injeksi digunakan untuk terapi pengganti testosteron pada pria dengan kondisi ketika kelenjar seks tubuh memproduksi sangat sedikit atauSustanon 250 injeksi digunakan untuk terapi pengganti testosteron pada pria dengan kondisi ketika kelenjar seks tubuh memproduksi sangat sedikit atau sama sekali tidak menghasilkan hormon (hipogonadisme). sama sekali tidak menghasilkan hormon (hipogonadisme).

Deskripsi obat

Sustanon 250 injeksi digunakan untuk terapi pengganti testosteron pada pria dengan kondisi ketika kelenjar seks tubuh memproduksi sangat sedikit atau sama sekali tidak menghasilkan hormon (hipogonadisme). Injeksi ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Sustanon 250 injeksi mengandung testosteron propionat, testosteron fenilpropionat, testosteron isokaproat, dan testosteron dekanoat.

Sustanon 250 Injeksi 1 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 190.799/ampul per Juni 2020
Kemasan1 box isi 1 ampul @ 1 ml
ProdusenQuamed

Indikasi (manfaat) obat

  • Terapi pengganti testosteron pada pria dengan kondisi ketika kelenjar seks tubuh memproduksi sangat sedikit atau sama sekali tidak menghasilkan hormon (hipogonadisme).
  • Mengatasi pengeroposan tulang (osteoporosis) akibat kekurangan androgen.

Komposisi obat

Tiap 1 ml:

  • Testosteron propionat 30 mg.
  • Testosteron fenilpropionat 60 mg.
  • Testosteron isokaproat 60 mg.
  • Testosteron dekanoat 100 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 ml/3 minggu.

Aturan pakai obat

Disuntikan secara intramuskular atau ke dalam otot. Penggunaan harus dibantu oleh tenaga medis.

Efek samping obat

  • Kondisi ketika pria mengalami ereksi berkepanjangan tanpa adanya rangsangan seksual (priapismus).
  • Tanda stimulasi seksual berlebihan.
  • Kondisi yang muncul saat pria memiliki jumlah sperma yang sedikit (oligospermia).
  • Penurunan volume ejakulasi.
  • Kesulitan mengeluarkan cairan dan garam.
  • Perkembangan seksual sebelum waktunya.
  • Meningkatkan frekuensi ereksi.
  • Pembesaran testis.
  • Penutupan epifisis prematur.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gagal jantung laten atau overt.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita penyakit pada sistem saraf pusat, dimana aktivitas otak menjadi tidak normal, menyebabkan kejang, perilaku tidak biasa, dan terkadang kehilangan kesadaran (epilepsi).
  • Pasien yang mengalami migrain.
  • Pasien menjelang pubertas (pra pubertas).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien penderita kanker pada prostat atau payudara.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sustanon%20-250-?type=brief&lang=id
Diakses pada 17 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email