Suprax Tablet 200 mg

28 Jan 2021| Ajeng Prahasta
Suprax tablet adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Deskripsi obat

Suprax tablet adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti infeksi telinga dan saluran kemih. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Suprax tablet mengandung zat aktif sefiksim.

Suprax Tablet 200 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSefiksim.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatSefalosporin.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 7 tablet (200 mg)
ProdusenSanofi Aventis

Informasi zat aktif

Sefiksim adalah antibiotik golongan sefalosporin generasi ke-3, mengikat satu atau lebih protein pengikat penisilin (PBP) yang menghambat langkah pembentukan peptidoglikan di dinding sel bakteri, sehingga menghambat pembentukan dinding sel yang mengakibatkan lisis sel bakteri dan kematian.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sefiksim diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap perlahan dari saluran gastrointestinal (40-50%). Makanan dapat mengakibatkan keterlambatan tingkat penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 22-54%. waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) sekitar 3-8 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh (misalnya cairan sinovial, perikardial, pleura, dan peritoneal; empedu, dahak, urin, tulang, miokardium, kandung empedu, kulit, dan jaringan lunak). Melintasi plasenta. Pengikatan protein plasma sekitar 65%.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (sekitar 50% sebagai obat tidak berubah); feses (10%). Waktu paruh eliminasi: 3-4 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Peradangan pada amandel (tonsilitis).
  • Infeksi saluran kemih yang tidak terkomplikasi.
  • Peradangan pada tenggorokan atau faring (faringitis).
  • Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypii (demam tifoid) pada anak.
  • Peradangan pada saluran napas (bronkus) yang terjadi secara tiba-tiba (bronkitis akut).
  • Infeksi dan peradangan pada telinga di bagian tengah (otitis media).
  • Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada uretra, yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh (uretritis).
  • Infeksi peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim tanpa kencing nanah (servisitis non GO).
  • Peradangan pada saluran napas (bronkus) yang terjadi selama 3 bulan hingga 2 tahun berturut-turut dan memburuk (bronkitis kronik dari eksaserbasi).

Sefiksim merupakan antibiotik golongan sefalosporin yang mampu mengatasi berbagai infeksi bakteri, obat ini bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga akan menghambat pertumbuhan bakteri dan membunuh bakteri.

Komposisi obat

Sefiksim 200 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak dengan berat badan 30 kg ke atas: 50-100 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Anak-anak 6 bulan hingga 10 tahun ke bawah dengan berat badan 50 kg ke bawah: 8 mg/kg BB/ hari dalam satu atau dua dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Syok.
  • Pusing.
  • Reaksi alergi.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (granulositopenia).
  • Penurunan jumlah trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Sakit kepala.
  • Nyeri pada perut.
  • Sensasi rasa panas dan terbakar pada dada akibat peningkatan asam lambung (heartburn).
  • Biduran.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Peningkatan SGOT atau SGPT, alkali fosfatase.
  • Gangguan ginjal.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut.
  • Gangguan saluran pernapasan.
  • Radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan (stomatitis).
  • Infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida albicans (kandidiasis).
  • Kekurangan vitamin K.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  •  

Perhatian Khusus

  • Penyakit kekurangan darah akibat penghancuran sel darah merah lebih cepat dibandingkan pembentukannya (anemia hemolitik).
  • Pasien yang mengalami gangguan pada pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Anak-anak.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap sefalosporin, penisilin atau antibiotik beta laktam lainnya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Nifedipin.
    Sefiksim dapat meningkatkan efektivitas nifedipin.
  • Warfarin.
    Sefiksim dapat meningkatkan efektivitas obat penghambat pembekuan darah seperti warfarin.
  • Probenesid.
    Sefiksim dapat meningkatkan konsentrasi serum jika dikonsumsi dengan probenesid.
  • Karbamazepin.
    Penggunaan bersama karbamazepin dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi karbamazepin dalam darah dan dapat meningkatkan risiko timbulnya efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami salah satu gejala berikut, segera hubungi dokter Anda atau dapatkan perawatan medis darurat:

  • Feses berair atau berdarah.
  • Kram perut, atau demam selama pengobatan atau hingga dua bulan atau lebih setelah menghentikan pengobatan.
  • Ruam.
  • Gatal.
  • Gatal-gatal.
  • Kesulitan bernapas atau menelan.
  • Sesak napas (mengi).
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, dan mata.
  • Kembalinya sakit tenggorokan, demam, menggigil, atau tanda-tanda infeksi lainnya.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cefixime?mtype=generic
Diakses pada 6 Agustus 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/suprax-drug.htm#interactions
Diakses pada 6 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3778-7011/cefixime-oral/cefixime-oral/details
Diakses pada 6 Agustus 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a690007.html#:~:text=Continue%20to%20take%20cefixime%20even,may%20become%20resistant%20to%20antibiotics.
Diakses pada 6 Agustus 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/cefixime-oral-route/side-effects/drg-20073374
Diakses pada 6 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email