Suprasma inhaler 200 dosis adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah asma bronkial, bronkitis kronik, dan emfisema.
Suprasma inhaler 200 dosis adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah asma bronkial, bronkitis kronik, dan emfisema.
Suprasma inhaler 200 dosis adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah asma bronkial, bronkitis kronik, dan emfisema.
Suprasma inhaler 200 dosis adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah asma bronkial, bronkitis kronik, dan emfisema.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 103.000/box (100 mcg) per Oktober 2019
Kemasan 1 inhaler @ 200 dosis (100 mcg)
Produsen Dexa Medica

Suprasma adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah bronkospasme pada penderita asma dan penyakit paru-paru. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Suprasma mengandung zat aktif salbutamol sulfate.

Mengobati dan mencegah:

  • Jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit (asma bronkial)
  • Peradangan pada saluran bronkial (bronkitis kronik).
  • Penyakit paru-paru kronis (emfisema).

Salbutamol sulfate 100 mcg

Dewasa:

  • Bronkospasme akut: 100 atau 200 mcg.
  • Pencegahan bronkospasme: 200 mcg.
  • Terapi kronis bronkospasme: 200 mcg selama 4 kali/hari

Anak-anak:

  • Bronkospasme akut: 100 mcg .
  • Pencegahan bronkospasme: 100 mcg.
  • Terapi kronis bronkospasme: 200 mcg selama 4 kali/hari

Dihirup melalui mulut lalu dihembuskan.

  • Pasien yang hipersensitif terhadap kandungan dari obat ini.
  • Pasien hipertiroid
  • Pasien penderita penyakit jantung koroner.
  • Pasien yang kelebihan hormon tiroid (hipertiroid).
  • Pasien diabetes mellitus.
  • Pasien penyakit jantung
  • Pembesaran pembuluh darah pada otak (aneurisma).
  • Glaukoma sudut sempit
  • Pasien dengan terapi antihipertensi.
  • Pasien menggunakan anestesi halogen.
  • Propanolol
  • Penghambat reseptor β-adrenal lainnya
  • Xantin.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

http://www.mims.com/indonesia/drug/info/suprasma/suprasma?type=brief&lang=id
Diakses pada 4 Oktober 2019.

Artikel Terkait