Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Sulphadiazine (Alias: Sulfadiazin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Sulfadiazine sebagai antibiotik untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Sulfadiazine adalah antibiotik untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Merk dagang yang beredar:

Sulfadiazin

Sulfadiazine merupakan merupakan obat golongan antibiotik sulfonamida yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan menghambat sintesis enzim yang diperlukan oleh bakteri sehingga mencegah pertumbuhan bakteri. Obat ini tidak berfungsi untuk infeksi virus seperti pilek atau flu.

Sulphadiazine (Sulfadiazin)
Golongan

Antibiotik sulfonamida

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Susceptible infection

Oral

  • Dewasa: Dimulai dengan 2-4 g, diikuti dengan 2-4 g per hari dalam 3-6 dosis terbagi. Durasi pengobatan maksimal: 7 hari.
  • Anak: Dimulai dengan 0,075 g/kg, diikuti 0,150 g/kg per hari dalam 4-6 dosis terbagi. Maks: 6 g per hari.

Toksoplasmosis

Oral

  • Dewasa: sebagai terapi tambahan pirimetamin: 4-6 g per hari dalam 4 dosis terbagi diberikan minimal selama 6 minggu. Dosis supresif: dilanjutkan 2-4 g setiap hari.
  • Anak: Untuk terapi toxoplasmosis kongenital: Sebagai terapi tambahan pirimetamin: kurang dari 2 bulan: 0,05 g/kg dua kali sehari selama 12 bulan.

Prophylaxis demam rematik

Oral

  • Dewasa: kurang dari 30 kg: 0,5 g sekali sehari, lebih dari 30 kg: 1 g sekali sehari.
  • Anak: kurang dari 30 kg: 0,5 g setiap hari, lebih dari 30 kg: 1 g per hari.

Aturan pakai Sulphadiazine dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat sulfadiazine sebelumnya. Obat sulfadiazine dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Harus diminum dengan segelas penuh air (240 ml) setiap konsumsi obat. Dosis diberikan berdasarkan pada kondisi medis dan respons pengobatan. Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal darinya. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan alarm atau pengingat agar obat dikonsumsi pada waktu yang sama setiap hari.

Efek Samping

Dalam setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan obat ini:

  • Pada penggunaan jangka panjang: infeksi berat oleh bakteri maupun jamur
  • Sistem saraf pusat: nyeri kepala, kejang, halusinasi, depresi mental, ataxia, insomnia, vertigo, neuritis perifer.
  • Sistem pencernaan: mual, muntah, anoreksia, nyeri perut, pankreatitis, stomatitis.
  • Hati: hepatitis, neonatal jaundice, dan kernicterus.
  • Saluran kemih: kristaluria, anuria, oliguria
  • Darah: eosinofilia, leukopenia, trombositopenia
  • Telinga: tinitus
  • Kulit: ruam, reaksi kulit

Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda. Obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang berpotensi fatal seperti Steven-Johnson syndrome, toxic epidermal necrolysis, diskrasia darah (agranulositosis, anemia aplastik), dan nekrosis hepar. Jika efek samping tidak menghilang atau semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Pasien dengan defisiensi G6PD
  • Riwayat alergi atau asma
  • AIDS
  • Lupus eritematosus
  • Berisiko mengalami defisiensi folat.
  • Gangguan hati dan ginjal ringan sampai sedang.
  • Anak

Kontraindikasi:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap obat golongan sulfonamida.
  • Porfiria akut, kelainan darah, ikterus.
  • Gangguan ginjal atau hati yang berat.
  • Penggunaan bersamaan dengan clozapine.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Bayi umur dibawah kurang dari 2 tahun (kecuali dalam terapi toxoplasmosis).

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. Menggunakan sulfadiazine dengan obat-obatan lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi:

  • Meningkatkan efek hipoglikemik sulfonilurea.
  • Meningkatkan potensi efek antikoagulan oral seperti warfarin, fenitoin, metotreksat, thiopentone, dan obat anestesi.
  • Menurunkan kadar serum ciclosporin.
  • Meningkatkan risiko toksisitas dengan aspirin.
  • Meningkatkan risiko crystalluria dengan diuretik.
  • Dapat menurunkan efek kontrasepsi oral yang mengandung estrogen.

Interaksi obat sulfadiazine berpotensi fatal jika di kombinasikan dengan clozapine karena dapat meningkatkan risiko agranulositosis.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
  • Infeksi bakteri.
Artikel Terkait:
Back to Top