Sulfasalazine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan pada dinding saluran pencernaan
Sulfasalazine adalah obat golongan aminosalisilat untuk mengobati rheumatoid arthritis

Lazafin, Sulfasalazine, Sulfitis

Sulfasalazine digunakan untuk mengobati peradangan pada dinding saluran pencernaan (ulcerative colitis). Pengobatan ini tidak serta-merta menyembuhkan kondisi tersebut, melainkan meringankan gejalanya seperti demam, sakit perut, diare, serta pendarahan pada rektal. Sulfasalazine bekerja dengan cara mengurangi iritasi dan pembengkakan pada usus besar.

Sulfasalazine (Sulfasalazine)
Golongan

Aminosalisilat

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Tablet dan kaplet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Rheumatoid arthritis

  • Dewasa: Dosis awal 500 mg per hari, kemudian ditingkatkan 500 mg per minggu. Dosis maksimal 3 g per hari, dalam 2-4 dosis terbagi.
  • Anak berusia di atas 6 tahun:30-50 mg/kg per hari, dalam 2 dosis terbagi. Pengobatan dimulai dengan pemberian 1/4 hingga 2/3 dosis, yang ditingkatkan menjadi dosis untuk perawatan dalam 1 bulan. Dosis maksimal 2 g per hari.

Peradangan usus

  • Dewasa: Dosis awal 1-2 g, diminum 4 kali sehari sampai terlihat perbaikan. Untuk perawatan, dosis 2 g per hari, dalam dosis terbagi. Pengobatan juga bisa dilakukan melalui supositoria, dengan dosis 0,5-1 g, pada pagi dan malam hari. Jika dilakukan melalui enema, dosisnya 3 g di malam hari, selama 1 hari.
  • Anak-anak di atas 2 tahun: Dosis awal 40-60 mg/kg per hari, diminum dalam dosis terbagi. Untuk perawatan, dosis 20-30 mg/kg per hari dalam dosis terbagi. Pengobatan juga bisa dilakukan melalui supositoria untuk anak berusia 5-8 tahun, dengan dosis 500 mg, 2 kali sehari; Usia 8-12 tahun, dengan dosis 500 mg pada pagi hari dan 1 g di malam hari; remaja berusia 12-18 tahun, dengan dosis 1 g, 2 kali sehari. Pengobatan melalui enema (setidaknya untuk 1 hari) untuk anak berusia 2-7 tahun, dengan dosis 1-1,5 g; Usia 7-12 tahun, dengan dosis 1,5-2,25 g; Usia 12-18 tahun, dengan dosis 3 g, yang diberikan pada malam hari.

Selalu ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk pada kemasan obat sebelum menggunakannya. Obat ini sebaiknya dikonsumsi bersama makanan atau sesuai saran dokter.

Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Jangan meningkatkan intensitas maupun dosis penggunaan obat. Sebab, hal tersebut akan meningkatkan risiko efek samping. Selalu gunakan obat secara teratur, tanpa melewatkan satu dosis pun. Bahkan, anda sebaiknya terus menggunakan obat hingga tuntas ini meski sudah merasa lebih baik. Beri tahu dokter jika kondisi memburuk, atau tidak membaik.

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat sulfasalazine dapat menyebabkan efek samping berupa diare, nyeri perut, sensitivitas terhadap cahaya/fotosensitif, kristaluria/kencing berpasir, oligospermia reversibel, warna kekuningan pada lensa mata, kulit, urine dan cairan tubuh lain, alopesia/kebotakan, demam, sakit sendi, muntah, serta sakit kepala. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini, yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Kesulitan bernapas
  • Kehilangan selera makan
  • Gusi berdarah
  • Panas-dingin
  • Detak jantung lambat atau cepat

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Gangguan ginjal atau hati
  • Asma

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap sulfonamide
  • Riwayat leukopenia

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi mungkin terjadi jika anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan sulfasalazine bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan sulfasalazine.

Jenis obatInteraksi
Rifampisin, etambutolPenurunan kadar plasma sulfasalazine
Azathioprine

Peningkatan toksisitas hematologis

Obat untuk terapi standra rheumatoid artritisMemicu efek leukopenia
Asam folat

Hambatan penyerapan asam folat

Digoxin serumPenurunan kadar digoxin serum

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

American Journal Roentgenology. https://www.ajronline.org/doi/abs/10.2214/ajr.96.3.647 
Diakses 12 Juni 2019

Springer. https://link.springer.com/article/10.1007/BF01296907
Diakses 12 Juni 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/sulfasalazine-oral-route/side-effects/drg-20066179
Diakses pada 05 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sulfasalazine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 05 Desember 2018

Artikel Terkait