Sulfamethoxazole

Sulfamethoxazole digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi bakteri

Sulfamethoxazole digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi bakteri

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Aditrim, Bactrizol, Bimactrim, Bactricid, Bactoprim Combi, Citoprim, Cotrim, Co-Trim, Cotrimoxazole, Decatrim, Erphatrim, Etamoxul, Forte, Fasiprim, Fatibact Adult, Graprima, Gitri, Hufacid, Infatrim, Lapikot Forte, Licoprima, Miratrim, Meprotrin, Moxalas, Mesaprim, Megatrim, Maxtrim Forte, Novatrim, Nutrasid, Nufaprim, Omegtrim, Ottoprim, Primavon, Primazole, Pehatrim Spectrem, Prims, Primsulfon Forte, Primadex, Ratrim, Saltrim, Sultrimmix, Sisoprim, Sanprima, Selestrim, Sulprim, Triminix Forte, Trimoxsul, Toxaprim, Tifatrim, Trimeta, Triminex, Wiatrim, Xepaprim, Yekaprim, Zultrop

Deskripsi obat

Sulfamethoxazole digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi bakteri. Misalnya saja, infeksi bakteri Gram positif dan Gram negatif yang sering menyebabkan infeksi saluran kemih akut dan berulang atau kronis serta infeksi saluran cerna akibat kuman Salmonella dan Shigella.

Obat ini juga efektif mengatasi infeksi dinding saluran pencernaan, infeksi saluran pernapasan, serta infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan atau infeksi THT.

Sulfamethoxazole merupakan antibiotik yang mampu menghentikan bakteri penyebab infeksi. Obat ini biasanya dikombinasikan dengan trimethoprim.

Sulfamethoxazole (Sulfametoksazol)
GolonganKelas terapi: Antiinfeksi Klasifikasi obat: Antibiotik sulfonamida
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, sirup
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak 2 bulan ke atas
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan sulfamethoxazole adalah:

  • Diare
    Minumlah banyak air untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, atau urine berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Mual dan muntah
    Hindari makanan berat atau pedas saat Anda minum obat ini.
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Badan lemah
  • Kemerahan atau ruam
  • Gangguan makan yang dilanda rasa takut akan kenaikan badan (anoreksia)

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan sulfamethoxazole pada kondisi:

  • Gangguan ginjal atau hati
  • Riwayat alergi atau asma
  • Penyakit AIDS
  • Lansia
  • Kehamilan
  • Berencana mendapatkan vaksin

Hindari paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama. Pasalnya, sulfamethoxazole dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Penyimpanan

Simpan sesuai suhu yang dianjurkan pada kemasan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan sulfamethoxazole pada:

  • Pasien dengan alergi terhadap obat golongan sulfonamida
  • Pasien dengan gangguan hati atau ginjal berat
  • Pasien dengan kelainan darah
  • Pasien dengan gangguan darah akibat pembentukan heme (bagian dari hemoglobin) yang tidak sempurna (porfiria)
  • Pasien dengan penyakit lupus
  • Bayi berusia 2 bulan ke bawah
  • Ibu hamil (trimester 3) dan menyusui

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jangan menghentikan penggunaan sulfamethoxazole secara mendadak sebelum benar-benar sembuh karena dapat menyebabkan infeksi bakteri terus berkembang atau kambuh di kemudian hari.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi sulfamethoxazole dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, meliputi:

  • Phenytoin dan methotrexate
    Penggunaan bersama dapat meningkatkan kadar phenytoin dan methotrexate, sehingga risiko efek samping akan meningkat.
  • Warfarin dan acenocoumarol
    Penggunaan bersama dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Clozapine dan pyrimethamine
    Penggunaan bersama dapat meningkatkan risiko diskrasia atau kelainan darah.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sulfamethoxazole?mtype=generic
Diakses pada 16 April 2021

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/sulfamethoxazole/article.htm#what_else_should_i_know_about_sulfamethoxazole
Diakses pada 16 April 2021

Medicover Hospitals. https://www.medicoverhospitals.in/medicine/sulfamethoxazole
Diakses pada 16 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email