Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Streptomycin (Alias: Streptomycin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 22 Mar 2019
Streptomycin adalah obat untuk menyembuhkan tuberkolosis bergolongan aminoglikosida
Streptomycin adalah obat untuk menyembuhkan tuberkolosis

Merk dagang yang beredar:

Streptomycin Sulphate Meiji, Streptomycin Sulphate

Streptomycin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati tuberkolosis (TB). Obat ini termasuk golongan obat antibiotik aminoglikosida yang bekerja membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhannya.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi, seperti mycobacterium avium complex (MAC), tularemia, endocarditis, wabah, infeksi saluran kemih, dan pneumonia yang dicampurkan dengan obat lain.

Streptomycin (Streptomycin)
Golongan

Antibiotik Aminoglikosida

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak-anak, dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D:Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuasian dosis bila diperlukan.

Tuberkulosis

Intramuskular

  • Dewasa: 15 mg/kg sebagai dosis tunggal setiap hari. Maksimal: 1 g setiap hari. Sebagai bagian dari regimen intermiten : 25-30 mg/kg 2-3 kali per minggu. Maksimal: 1,5g/dosis
  • Anak: 20-40 mg/kg sebagai dosis tunggal setiap hari. Maksimal: 1 g setiap hari. Sebagai bagian dari regimen intermiten : 25-30 mg/kg 2-3 kali per minggu. Maksimal: 1,5g/dosis
  • Lansia: Umur lebih dari 40 tahun. Maks: 500-750 mg setiap hari.

 

 

Tularemia

Intramuskular

  • Dewasa: 1-2 g setiap hari dalam dosis terbagi selama 7-14 hari sampai pasien tidak demam selama 5-7 hari.
  • Anak: 15 mg/kg dua kali sehari diberikan setidaknya selama 10-14 hari. Maksimal: 2 g setiap hari.

 

 

Wabah

Intramuskular

  • Dewasa: 2 g sehari dalam 2 dosis terbagi selama minimal 10 hari.
  • Anak: 30 mg/kg sehari dalam 2-3 dosis terbagi. Maksimal: 2 g setiap hari.

 

 

Bakteremia, Brucellosis, Meningitis, Pneumonia, Infeksi Saluran Kemih

Intramuskular

  • Dewasa: penggunaan bersama obat lain atau sebagai pengobatan lini kedua dengan dosis sekitar 1-2 g setiap hari dalam dosis terbagi diberikan tiap 6-12 jam. Maksimal: 2 g setiap hari.
  • Anak: 20-40 mg/kg sehari dalam dosis terbagi diberikan tiap 6-12 jam.

 

 

Bacterial Endocarditis

Intramuskular

  • Dewasa: Endokarditis streptokokus: 1 g 2 kali sehari untuk 1 minggu, lalu 500 mg 2 kali sehari untuk minggu ke-2. Endocarditis enterococcal: 1 g 2 kali sehari untuk 2 minggu kemudian 500 mg 2 kali sehari untuk tambahan 4 minggu. Dosis diberikan dalam kombinasi dengan penisilin.
  • Anak: Endokarditis enterokokus: 20-30 mg/kg sehari dalam 2 dosis terbagi, diberikan dengan kombinasi penisilin.
  • Lansia: Endokarditis streptokokus: umur lebih dari 60 tahun 500 mg 2 kali sehari selama periode 2 minggu.

 

 

Aturan pakai Streptomycin dengan benar

Obat ini diberikan langsung oleh dokter atau perawat.

Obat ini disuntikan biasanya ke dalam otot seperti yang di perintahkan oleh dokter. Biasanya diberikan sekali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter.

Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Suntikan diberikan susuai dengan jenis infeksi apa yang anda miliki.

Jangan berhenti minum obat ini (antibiotik), mengubah dosis tanpa persetujuan dari dokter dapat menimbulkan risiko efek samping yang buruk, terutama TB.

Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Jika terjadi efek samping yang berlebihan, segera cari penanganan medis.

Obat streptomycin dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi, seperti: mual, muntah, sakit perut, hilang nafsu makan, ruam, demam, dan azotemia. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius, seperti:

  • Reaksi neurotoksik (gangguan vestibulo-koklearis, kelainan saraf optik, neuritis perifer, arakhnoiditis, dan ensefalopati)
  • Rasa baal di wajah
  • Dermatitis eksfoliatif
  • Amblyopia
  • Diare terus menerus
  • Kelemahan otot
  • Detak jantung lambat atau cepat
  • Demam tinggi
  • Trombositopenia
  • Leukopenia

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan anda.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit anda sebelumnya, terutama bila anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti: Hipersensitivitas terhadap streptomisin dan aminoglikosida lainnya

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan streptomycin secara bersamaan dengan obat ini, harap konsultasi ke dokter anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat streptomycin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Dapat meningkatkan efek neurotoksik bila digunakan dengan neomisin, gentamisin, sefaloridin, paronomisin, viomisin, polimiksin B, colistin, tobramisin, dan siklosporin
  • Dapat meningkatkan efek depresi depresan neuromuskular
  • Dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas dengan sefalosporin, asam etasirinat, manitol, furosemid, dan diuretik lainnya
  • Dapat mengurangi ekskresi dengan NSAID

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Penyakit
Referensi

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC300178/?page=1
Diakses 13 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11249/streptomycin-intramuscular/details
Diakses pada 04 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/streptomycin-intramuscular-route/description/drg-20074514
Diakses pada 04 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/streptomycin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 04 Desember 2018

Back to Top