Stalevo Tablet

Stalevo tablet adalah obat untuk penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh (parkinson).

Deskripsi obat

Stalevo tablet adalah obat untuk penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh (parkinson). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Stalevo tablet mengandung zat aktif karbidopa, levodopa, dan entakapon.

Stalevo Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 600.000/botol (200/50/200 mg); Rp 514.000/botol
Kemasan1 box isi 1 botol @ 30 tablet
ProdusenNovartis Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

  • Penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh (parkinson).
  • Mengatasi perubahan motorik yang tidak dapat dikendalikan dengan terapi levodopa atau depo karboksilase.

Komposisi obat

  • Stalevo tablet 200/50/200 mg: carbidopa 200 mg, levodopa 50 mg, dan entakapon 200 mg.
  • Stalevo tablet 100/25/200 mg: carbidopa 100 mg, levodopa 25 mg, dan entakapon 200 mg.
  • Stalevo tablet: 125/37,5/200 mg: carbidopa 125 mg, levodopa 37,5 mg, dan entakapon 200 mg.
  • Stalevo 75/18,75/200 mg: carbidopa 75 mg, levodopa 18,75 mg, dan entakapon 200 mg.
  • Stalevo 150/37,5/200 mg: carbidopa 150 mg, levodopa 37,5 mg, dan entakapon 200 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis bersifat individual.

  • Dosis maksimal: 10 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Gangguan medis berupa gerakan yang tidak terkendali pada lidah, bibir, dan wajah (dyskinesia).
  • Kedutan pada otot.
  • Kelainan pada kontraksi otot kelopak mata, sehingga mata terus berkedut atau berkedip (blefarospasme).
  • Mual.
  • Perubahan mental.
  • Depresi.
  • Kelelahan.
  • Mengantuk.
  • Reaksi alergi kulit.
  • Gangguan fungsi kognitif.
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Kondisi yang ditandai dengan rasa pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring (hipotensi ortostatik).
  • Diare.
  • Kehilangan kesadaran (somnolen).
  • Perubahan warna urin.
  • Halusinasi.
  • Muntah.
  • Nyeri pada perut.
  • Mulut kering.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular atau paru.
  • Pasien penderita sama bronkial.
  • Pasien penderita penayakit ginjal, hati atau gangguan endokrin.
  • Pasien dengan riwayat luka pada dinding lambung (ulkus peptik).
  • Lakukan pemantauan fungsi jantung pada pasien dengan riwayat serangan jantung.
  • Lakukan pemantauan terhadap perubahan mental, depresi dengan kecenderungan bunuh diri, dan perilaku antisosial.
  • Pasien dengan riwayat gangguan membedakan antara imajinasi dankenyataan (psikosis) berulang.
  • Pasien yang mengonsumsi obat antagonis reseptor dopamin,
  • Pasien penderita glaukoma sudut lebar.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita lanjut usia atau 75 tahun ke atas.

  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    • Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan hati yang berat.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata secara tiba-tiba (glaukoma sudut sempit).
  • Pasien yang memiliki tumor pada kelenjar adrenal (freokromositoma).
  • Pasien yang mengonsumsi obat penghambat monoamin oksidase.
  • Pasien dengan riwayat sindrom neuroleptik maligna atau rabdominolisis non traumatik.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antiparkinson lain.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Obat antidepresen.
  • Antagonis reseptor dopamin.
  • Metoklopramid.
  • Isoniazid.
  • Fenitoin.
  • Fenelzin.
  • Tranilsipromin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/stalevo?type=brief&lang=id
Diakses pada 25 Juni 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/carbidopa%20+%20levodopa%20+%20entacapone?mtype=generic
Diakses pada 25 Juni 2020

MIMS. https://www.rxlist.com/stalevo-drug.htm#overdosage
Diakses pada 25 Juni 2020

Mdscape. https://reference.medscape.com/drug/stalevo-entacapone-levodopa-carbidopa-343045#5
Diakses pada 25 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email