Spironolactone

12 Agu 2019| Olivia
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Spironolactone adalah obat antihipertensi yang bekerja dengan cara menghambat sintesis aldosteron

Spironolactone merupakan obat untuk mengobati hipertensi dan gagal jantung

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Aldactone, Carpiaton-25, Spirola.

Deskripsi obat

Spironolactone merupakan obat antihipertensi yang bekerja dengan menghambat sintesis aldosteron dan menghambat penyerapan kembali natrium di ginjal. Obat ini digunakan bersama obat antihipertensi lain untuk mengobati gagal jantung. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat mencegah stroke, serangan jantung, dan gangguan pada ginjal.

Spironolactone (Spironolakton)
Golongan

Diuretik hemat kalium, antagonis aldosterone

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak-anak dan lansia

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko

Dosis obat

Dosis yang diberikan bervariasi berdasarkan kondisi medis individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Edema

Oral

  • Dewasa: Awalnya 100 mg setiap hari, dosis dapat disesuaikan dengan respon hingga 400 mg setiap hari.

Sirosis hati disertai asites dan edema

Oral

  • Dewasa: Tergantung pada rasio Na/K urin: Jika >1: Dosis awal 100 mg setiap hari, jika <1: Dosis awal 200-400 mg setiap hari.
  • Anak: Awalnya 3 mg/kg diberikan dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan berdasarkan respon.
  • Lansia: Dimulai dengan dosis terendah kemudian titrasi ke atas jika diperlukan.

Hipertensi

Oral

  • Dewasa: Sebagai monoterapi: 50-100 mg dalam 1-2 dosis terbagi, dosis dapat disesuaikan setelah 2 minggu.

Untuk menegakkan diagnosa hiperaldosteronisme primer

Oral

  • Dewasa: tes durasi lama: 400 mg setiap hari selama 3-4 minggu. Tes durasi singkat: 400 mg setiap hari selama 4 hari.
  • Anak: 3 mg/kg diberikan dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan dengan respons.
  • Lansia: Dimulai dengan dosis terendah kemudian titrasi ke atas jika diperlukan

Manajemen preoperatif hyperaldosteronisme

Oral

  • Dewasa: 100-400 mg setiap hari. Dosis pemeliharaan jangka panjang tanpa operasi: Berikan dosis efektif terendah.
  • Anak: 3 mg/ kg diberikan dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan dengan respons.
  • Lansia: Awali dengan dosis terendah lalu titrasi ke atas.

Gagal jantung kongestif berat

Oral

  • Dewasa: sebagai terapi pendamping: 25 mg sekali sehari hingga maksimal 50 mg setiap hari. Dapat dikurangi hingga 25 mg setiap dua hari jika dosis 25 mg sekali sehari tidak ditoleransi.
  • Anak: 3 mg/kg diberikan dalam dosis terbagi, dapat disesuaikan dengan respons.
  • Lansia: Awali dengan dosis terendah lalu dititrasi ke atas.

Hipokalemia akibat Diuretik

Oral

  • Dewasa: 25-100 mg setiap hari.

Efek samping obat

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan.

Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan obat ini:

  • Kelelahan, pusing, nyeri kepala
  • Perubahan status mental
  • Gangguan saluran pencernaan: diare, kram perut
  • Gangguan keseimbangan elektrolit
  • Ginekomastia, hirsutisme, siklus haid tidak teratur
  • Impotensi
  • Ruam pada kulit
  • Leukopenia, trombositopenia, peningkatan kadar BUN

Beritahukan dokter anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada anda.

Obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang berpotensi fatal seperti hiperkalemia

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau memburuk.

Perhatian Khusus

Beritahukan dokter anda mengenai riwayat penyakit anda sebelumnya, terutama bila anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Pasien berisiko mengalami hiperkalemia dan asidosis, dengan diabetes mellitus.
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Lansia
  • Kehamilan dan menyusui         

Kontraindikasi:
Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Anuria
  • Hiperkalemia.
  • Penyakit Addison
  • Insufisiensi ginjal akut atau progresif.
  • Penggunaan bersamaan dengan eplerenone.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat.

  • Konsumsi Spironolactone dapat meningkatkan risiko hiperkalemia dengan diuretik K-sparing lainnya atau suplemen Kalium, ACE inhibitor, antagonis reseptor angiotensin II, trilostane, heparin, LMWH
  • Peningkatan risiko nefrotoksisitas dengan ciclosporin, NSAID
  • Peningkatan risiko toksisitas lithium, mengurangi sifat penyembuhan ulkus carbenoxolone,
  • Meningkatkan kadar serum digoxin, mengurangi respon vaskular terhadap norepinefrin,
  • Menyebabkan asidosis metabolik hiperkalemia,
  • Meningkatkan efek hiperkalemia dengan eplerenone.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mims. http://mims.com/indonesia/drug/info/spironolactone/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 6 Desember 2018

Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6288/spironolactone-oral/details
Diakses pada 6 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/spironolactone-oral-route/description/drg-20071534
Diakses pada 6 Desember 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Sindrom Patah Hati Bisa Menganggu Kesehatan Anda

Akibat patah hati perlu diketahui sebagai langkah pencegahan. Dokter menemukan bahwa ketika seseorang mengalami patah hati, jantung lebih mudah mengalami gangguan fatal.
15 Nov 2019|Marco Anthony
Baca selengkapnya
Sindrom Patah Hati Bisa Menganggu Kesehatan Anda

Sindrom Metabolik, Sepaket Gejala Penyakit Jantung, Stroke, dan Diabetes

Sindrom metabolik menyebabkan tekanan darah dan gula darah meningkat, penumpukan lemak perut, hingga kolesterol di atas rata-rata. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
01 Apr 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Sindrom Metabolik, Sepaket Gejala Penyakit Jantung, Stroke, dan Diabetes

Batas Detak Jantung Normal Saat Olahraga, Waspadai Bahayanya Jika Terlalu Tinggi

Detak jantung normal saat olahraga bergantung pada usia dan kondisi kesehatan masing-masing orang. Jika melebihi batas normal, kondisi tersebut dapat memicu berbagai macam masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung.
24 Nov 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Batas Detak Jantung Normal Saat Olahraga, Waspadai Bahayanya Jika Terlalu Tinggi