Spedifen Tablet 400 mg

16 Jun 2020| Aby Rachman
Spedifen tablet digunakan untuk meredakan nyeri dan mengatasi peradangan.

Deskripsi obat

Spedifen tablet digunakan untuk meredakan nyeri seperti sakit kepala, nyeri setelah cabut gigi, nyeri sesudah operasi, dan nyeri haid serta mengatasi peradangan pada sendi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Spedifen tablet mengandung zat aktif ibuprofen.

Spedifen Tablet 400 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 172.000/box per Juni 2020
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (400 mg)
ProdusenZambon

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi nyeri dan peradangan, diantaranya:

  • Nyeri sakit kepala.
  • Nyeri pasca cabut gigi.
  • Nyeri setelah operasi.
  • Nyeri haid (dismenore primer).
  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi atau peradangan ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi (osteoartritis).
  • Nyeri dan peradangan pada gangguan ungsi pada ligamen, otot, saraf, sendi dan tendon, serta tulang belakang (muskuloskeletal).
  • Nyeri dan peradangan akibat trauma.

Komposisi obat

Ibuprofen 400 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis umum: 1200 mg/hari dikonsumsi dalam 3-4 dosis terbagi.
  • Rheumatoid arthritis:
    • Dosis maksimal: 2400 mg/hari.
  • Dismenore primer: 400 mg/4 jam.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Muntah.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Rasa panas pada lambung.
  • Nyeri pada perut (abdomen).
  • Diare.
  • Terbentuknya luka kecil pada usus (mikrolesi pada usus).
  • Terbentuknya luka (tukak) yang berulang.
  • Pendarahan.
  • Sakit kepala.
  • Merasa bingung.
  • Sensasi telinga berdering (tinitus).
  • Penurunan kesadaran (somnolen).
  • Reaksi alergi.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Rasa sakit pada ulu hati (epigastrik).
  • Ruam kemerahan.
  • Kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami gangguan pencernaan setelah menggunakan obat antiinflamasi non steroid (AINS).
  • Pasien dengan riwayat pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme).
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien dengan kondisi penurunan fingsi ginjal, hati, atau jantung.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Dapat memperpanjang waktu pendarahan terutama pada pasien yang memiliki gangguan dalam pembekuan darah atau pasien yang sedang terapi mengonsumsi antikoagulan.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami luka pada dinding lambung atau usus yang aktif dan terjadi secara berulang (tukak peptik aktif dan berulang).
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien yang berisiko menhalami pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita peradangan kronis pada usus besar (kolon) dan rektum.
  • Pasien yang memiliki gangguan fungsi hati atau ginjal yang serius.
  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap golongan obat antiinflamasi non steroid (AINS) seperti aspirin.
  • Ibu hamil trimester akhir.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Furosemid.
  • Diruetik golongan tiazid misalnya hidroklortiazid.
  • Penghambat beta.
  • Antikoagulan oral seperti warfarin.
  • Obat golongan kortikosteroid.
  • Metotreksat.
  • Zidovudin.
  • Aminoglikosida.
  • Mifepriston.
  • Ginko biloba.
  • Obat antiinflamasi non steroid (AINS) lainnya.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/spedifen?type=brief&lang=id
Diakses 10 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/advil-motrin-ibuprofen-343289#3
Diakses pada 10 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ibuprofen.html
Diakses pada 10 Juni 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/ibuprofen
Diakses pada 10 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email