Spasmal Tablet

Spasmal tablet digunakan untuk mengatasi kram pada saluran pencernaan, saluran kemih, dan mengatasi nyeri haid.

Deskripsi obat

Spasmal tablet digunakan untuk mengatasi kram pada saluran pencernaan, saluran kemih, dan mengatasi nyeri haid. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Spasmal tablet mengandung metampiron, ekstrak belladonna, dan papaverin HCl.

Spasmal Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 66.000/box per Mei 2020
Kemasan1 box isi 25 strip @ 4 tablet
ProdusenDarya-Varia

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Kram pada saluran pencernaan, saluran kemih, dan saluran empedu.
  • Nyeri haid (dismenore).

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1-2 tablet sebanyak 3 kali/hari.

  • Anak-anak: ½-1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Peningkatan tekanan intaokular pada mata.
  • Melumpuhkan otot siliaris mata (siklopegi).
  • Pelebaran pupil mata (midriasis).
  • Mulut kering.
  • Pandangan kabur.
  • Kemerahan pada wajah.
  • Kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Aliran urin tidak lancar.
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardi).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Peningkatan suhu tubuh.
  • Eksitasi susunan saraf pusat.
  • Ruam.
  • Muntah.
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).

Perhatian Khusus

  • Dapat terjadi peningkatan suhu melebihi 41,1°C.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Keadaan yang disertai dengan gejala detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardi).
  • Pasien penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan intraokular mata secara mendadak (glaukoma sudut tertutup).
  • Pasien yang mengalami penyumbatan pada saluran kemih dan saluran pencernaan.
  • Pasien dengan kondisi melemahnya otot polos saluran cerna (atonia saluran pencernaan).
  • Pasien penderita kelumpuhan otot usus (ileus paralitik).
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Pasien penderita gangguan autoimun yang terjadi pada otot dan saraf (miastenia gravis).
  • Peradangan pada usus besar dan rektum (kolitis ulseratif).
  • Pasien dengan kondisi di mana bagian atas lambung masuk ke rongga dada (hernia hiatus).
  • Pasien penderita penyakit ginjal atau hati yang berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat golongan parasimpatolitik lain.
  • Guanetidin.
  • Histamin.
  • Reserpin.
  • Antasida.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/spasmal/spasmal?type=brief&lang=id
Diakses pada 27 Mei 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email