Soltralin 500 Kapsul 500 mg

27 Jan 2021| Ajeng Prahasta
Soltralin kapsul adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan bakteri.

Deskripsi obat

Soltralin kapsul adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan bakteri seperti pada infeksi saluaran pernapasan dan termasuk jerawat. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Soltralin kapsul mengandung zat aktif tetrasiklin hidroklorida.

Soltralin 500 Kapsul 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 88.800/box per September 2020
Produk HalalYa
Kandungan utamaTetrasiklin hidroklorida.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatTetrasiklin.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kapsul (500 mg)
ProdusenSolas Langgeng Sejahtera

Informasi zat aktif

Tetrasiklin menunjukkan aksi menghambat bakteri (bakteriostatik) dengan mengikat secara sementara (reversibel) subunit 30S ribosom, sehingga mencegah pengikatan RNA transfer aminoasil dan menghambat sintesis protein, sehingga mampu menghambat pertumbuhan sel bakteri.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, tetrasiklin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara tidak sempurna dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 60-80%. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak selama kira-kira 1-4 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh dan cairan misalnya cairan asites, sinovial, dan pleura. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma sebanyak 55-64%.
  • Ekskresi: Melalui urin (sampai 55% sebagai obat tidak berubah) dan feses. Waktu paruh eliminasi selama 8 jam (kisaran: 6-12 jam).

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati berbagai infeksi bakteri seperti pada:

Tetrasiklin adalah antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, mekanisme kerja obat ini ialah dengan menghambat sintesis protein pada bakteri dengan mengganggu fungsi dari subunit 30S ribosom dengan cara mengikatkan diri pada subunit tersebut.

Komposisi obat

Tetrasiklin hidroklorida 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1-2 g/hari, dikonsumsi dalam 2-4 dosis terbagi.

  • Anak-anak 8-12 tahun: 10-15 mg/kgBB/hari, dikonsumsi dalam 2-4 dosis terbagi.
    • Dosis maksimal: 1 g/hari dikonsumsi dalam 2-4 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dengan segelas air dan dalam posisi tegak. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Tetaplah konsumsi makanan sederhana. Hindari makanan yang berlemak atau makanan pedas.
  • Diare.
    Minumlah banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang serta menghindari terjadinya deidrasi. Jika gejala ini berlanjut atau semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah hingga merasa lebih baik dan konsumsi banyak cairan. Mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit yang sesuai kepada dokter atau Apoteker Anda.
  • Penglihatan kabur.
    Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika penglihatan Anda kabur. Jika gejala ini terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami gangguan pada otot dan saraf yang menyebabkan terjadinya kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien penderita penyakit lupus atau autoimun yang menyebabkan terjadinya peradangan pada beberapa bagian tubuh (lupus eritematosus sistemik).
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati yang ringan hingga sedang.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap tetrasiklin.
  • Anak-anak 8 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gagal ginjal berat.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi obat meoksifluran, retinoid atau vitamin A.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aluminium, kalsium, magnesium, zat besi, zink, natrium bikarbonat, bismut subsalisilat, kaolin-pektin, sukralfat, kolestipol, dan kolestiramin.
    Absorpsi tetrasiklin akan terganggu jika dikonsumsi bersama obat di atas sehingga efek dan kadar tetrasiklin akan berkurang.
  • Strontium renalat.
    Strontium renalat dapat menyebabkan penurunan penyerapan dan efek dari tetrasiklin.
  • Penisilin.
    Tetrasiklin dapat menurunkan efek dari penisilin dalam membunuh bakteri.
  • Antikoagulan seperti warfarin.
    Tetrasiklin dapat memperpanjang efek dari warfarin sehingga dapat meningkatkan terjadinya efek samping.
  • Atovaquone.
    Tetrasiklin dapat menurunkan efektivitas dari atovaquone.
  • Kontrasepsi oral.
    Tetrasiklin dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi oral.
  • Diuretik.
    Tetrasiklin dengan obat diuretik dapat menyebabkan efek kerusakan pada ginjal.
  • Insulin dan sulfonilurea.
    Tetrasiklin dapat meningkatkan efek penurunan kadar gula darah (hipoglikemia).
  • Alkaloid ergot dan metotreksat.
    Tetrasiklin dapat meningkatkan efek dari obat di atas.
  • Lithium dan digoksin.
    Tetrasiklin dapat meningkatkan kadar dan efek dari lithium dan digoksin.
  • Vaksin BCG dan tifoid.
    Tetrasiklin dapat mengurangi efektivitas dari vaksin BCG dan tifoid.
  • Retinoid seperti acitretin, tretinoin, dan isotretinoin.
    Penggunaan tetrasiklin dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya (hipertensi intrakranial).
  • Metoksifluran.
    Tetrasiklin dengan metoksifluran dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Ketika kulit anda melepuh, ruam kemerahan yang parah, demam, menggigil, badan pegal, gejala flu, kulit pucat atau kuning, mudah memar atau berdarah, dan munculnya tanda-tanda infeksi baru.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/soltralin%20500?type=brief&lang=id
Diakses pada 1 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tetracycline?mtype=generic
Diakses pada 1 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5919/tetracycline-oral/details
Diakses pada 1 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682098.html
Diakses pada 1 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/tetracycline-tablets
Diakses pada 1 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email