Siramid Kaplet 500 mg

27 Jan 2021| Dea Febriyani
Siramid kaplet adalah obat untuk mengatasi tuberkulosis.

Deskripsi obat

Siramid kaplet adalah obat untuk mengatasi tuberkulosis aktif yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Siramid kaplet mengandung zat aktif pirazinamid.

Siramid Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaPirazinamid.
Kelas terapiAgen Antituberkulosis.
Klasifikasi obatDerivat sintetis niasinamid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenMersifarma Tirmaku Mercusana

Informasi zat aktif

Pirazinamid adalah obat yang digunakan untuk terapi tuberkulosis, obat ini dapat membunuh bakteri (bakterisidal) atau menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik) tergantung pada kerentanan organisme dan kadar obat pada tempat infeksi bakteri. Obat ini hanya aktif melawan Mycobacterium tuberculosis. Pirazinamid digunakan sebagai tambahan dalam terapi tuberkulosis dan diberikan dengan obat lain untuk mencegah atau menunda perkembangan resistensi terhadap pirazinamid oleh M. tuberculosis.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, pirazinamid diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama kira-kira 2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas dalam cairan dan jaringan tubuh, berdifusi di cairan serebrospinal dan masuk ke ASI. Pengikatan protein plasma sebesar 50%. -
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme hati melalui reaksi kimia yang memecah molekul air menjadi H dan OH yang dapat menetralkan campuran asam dan basa (hidrolisis) menjadi asam pirazinoat (metabolit aktif utama) dan kemudian proses biokimia yang memasukan gugus hidroksil atau OH yang menyebabkan obat lebih mudah larut dalam air (terhidroksilasi) menjadi asam 5-hidroksipirazinoat (produk ekskresi utama).
  • Ekskresi: Melalui urin dengan filtrasi glomerulus (kira-kira 70% terutama sebagai metabolit, kira-kira 4% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh: Sekitar 9-10 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi tuberkulosis aktif yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.

Pirazinamid dapat bersifat membunuh bakteri (bakterisidal) atau menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik) tergantung pada kerentanan organisme dan kadar obat pada tempat infeksi bakteri. Obat ini hanya aktif melawan Mycobacterium tuberculosis. Pirazinamid digunakan sebagai tambahan dalam terapi tuberkulosis dan diberikan dengan obat lain untuk mencegah atau menunda perkembangan resistensi terhadap pirazinamid oleh M. tuberculosis.

Komposisi obat

Pirazinamid 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 20-35 mg/kgBB/hari.

  • Dosis maksimal: 3 g/hari. Harus dikombinasikan dengan minimal 2 antituberkulosis lainnya.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Mual, muntah, penurunan nafsu makan, demam, tidak enak badan, nyeri pada perut, kulit dan bagian putih mata menguning.
    Berhenti minum pirazinamid dan hubungi dokter Anda. Gejala ini adalah tanda-tanda masalah pada hati Anda dan dokter Anda akan ingin menyelidikinya sesegera mungkin.
  • Kerusakan pada organ hati (hepatotoksisitas).
  • Meningkatnya kadar asam urat dalam darah.
  • Nyeri sendi (athralgia).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dengan riwayat kadar asam urat yang tinggi dalam darah (gout).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan siramid kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit hati akut.
  • Pasien yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah yang dengan atau tanpa disertai adanya peradangan.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap pirazinamid.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Probenesid dan sulfinpirazon.
    Pirazinamid dapat menyebabkan efek yang berlawanan pada probenesid dan sulfinpirazon.
  • Kontrasepsi estrogen.
    Pirazinamid dapat mengurangi efek kontrasepsi estrogen.
  • Vaksin tifoid oral.
    Pirazinamid dapay menonaktifkan vaksin tifoid oral, sehingga vaksin tifoid tidak memberikan efek.
  • Siklosporin.
    Pirazinamid dapat meningkatkan kadar siklosporin sehingga dapat menimbulkan risiko terjadinya efek samping.
  • Rifampisin.
    Pirazinamid dapat meningkatkan efek terjadinya kerusakan pada organ hati jika dikonsumsi dengan rifampisin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami tanda-tanda masalah pada hati seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan, demam, tidak enak badan, nyeri pada perut, kulit dan bagian putih mata menguning. Berhenti mengonsumsi pirazinamid dan hubungi dokter Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/siramid?type=brief&lang=id
Diakses pada 9 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pyrazinamide?mtype=generic
Diakses pada 9 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7398/pyrazinamide-oral/details
Diakses pada 9 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/pyrazinamide-for-tuberculosis-zinamide
Diakses pada 9 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682402.html
Diakses pada 9 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ppa/pyrazinamide.html
Diakses pada 9 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email