Singulair Granul 4 mg

Singulair granul digunakan untuk mencegah dan mengobati asma kronik.

Deskripsi obat

Singulair granul digunakan untuk mencegah dan mengobati asma kronik dan mencegah terjadinya penyempitan saluran napas (bronkokonstriksi) yang disebabkan akibat berolahraga atau latihan fisik. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Singulair granul mengandung zat aktif montelukas yang mampu memblokir zat yang dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi asma dan alergi.

Singulair Granul 4 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 244.668/box per Juni 2020
Kemasan1 box isi 28 sachet @ 4 mg
ProdusenMerck Sharp & Dohme

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencegah dan mengobati penyakit asma kronis.
  • Mencegah terjadinya penyempitan saluran napas (bronkokonstriksi) yang disebabkan akibat berolahraga atau latihan fisik.

Komposisi obat

Montelukas Na 4 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Anak-anak usia 2-5 tahun:

  • Asma: 1 sachet sebanyak 1 kali/hari.
  • Pencegahan bronkokonstriksi akibat olahraga: 1 sachet, 2 jam sebelum berolahraga.

Aturan pakai obat

Granul ini dapat langsung dikonsumsi atau dilarutkan terlebih dahulu dalam 5 ml air, susu formula, air susu ibu, ataupun makanan lainnya.

Efek samping obat

  • Infeksi saluran pernapasan bagian atas.
  • Diare.
  • Mual.
  • Ruam kulit.
  • Muntah.
  • Nyeri otot.
  • Tanda tanda gejala flu.
  • Peningkatan kadar transaminase serum.
  • Ruam kemerahan pada kulit.
  • Demam (pireksia).
  • Peradangan pada tenggorokan (faringitis).
  • Batuk.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri pada perut.
  • Gatal pada kulit.
  • Nyeri sendi.
  • Kejang.
  • Gelisah.
  • Nyeri dada.
  • Memar.
  • Influenza.
  • Demam.
  • Sakit punggung.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Kesulitan menelan.

Perhatian Khusus

  • Tidak digunakan untuk mengatasi serangan asma akut.
  • Pernah dilaporkan terjadinya terjadi gangguan psikiatrik seperti gangguan cemas, depresi, halusinasi, gelisah, dan insomnia.
  • Penggunaan obat ini dapat dikurangi secara bertahap, tidak boleh dihentikan atau diganti secara mendadak untuk kortikosteroid inhalasi atau kortikosteroid oral.
  • Kurangi penggunaan kortikosteroid inhalasi secara bertahap.
  • Tidak digunakan sebagai terapi tunggal dan pada penanganan bronkospasme yang dipicu olahraga.
  • Pasien harus menghindari mengonsumsi aspirin atau obat antiinflamasi non steroid selama menggunakan obat ini.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini (montelukas).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Fenobarbital.
  • Fenitoin.
  • Rifampisin.
  • Gemfibrozil.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/singulair?type=brief&lang=id
Diakses pada 9 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/singulair-montelukast-343440#5
Diakses pada 9 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/montelukast.html
Diakses pada 9 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/dosage/singulair.html
Diakses pada 9 Juni 2020
Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/montelukas
Diakses pada 9 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email