Simvastatin

27 Apr 2021| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Widiastuti
Simvastatin digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi

Simvastatin digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Cholestat, Cholexin, Detrovel, Esvat, Ethicol, Lesvatin, Lipinorm, Mersivas, Norpid, Normofat, Phalol, Selvim, Simbado

Deskripsi obat

Simvastatin digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi. Obat ini merupakan obat golongan statin yang bekerja dengan menghambat sintesis atau pembentukan kolesterol.

Proses tersebut pada akhirnya akan membantu menurunkan risiko penyakit jantung, seperti penyempitan pembuluh darah arteri (ateriosklerosis). Selain itu, menghambat produksi kolesterol pun dapat mencegah stroke dan serangan jantung.

Simvastatin sebaiknya dikonsumsi sembari menjalankan diet yang tepat dan melakukan olahraga rutin agar dapat bekerja lebih baik.

Simvastatin
GolonganKelas terapi: Agen dislipidemia Klasifikasi obat: Statin
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak di atas 10 tahun
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori X: Penggunaan obat ini tidak disarankan pada ibu hamil
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan simvastatin adalah:

  • Sakit perut
    Ketika Anda merasa sakit perut, cobalah beristirahat agar lebih rileks. Makanlah dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering. Anda juga bisa mengompres perut dengan handuk hangat. Jika sakit perut memburuk, bicarakan dengan dokter atau apoteker.
  • Diare
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari mengonsumsi obat untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Muntah
    Muntah dapat menyebabkan dehidrasi. Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Sakit kepala
    Ketika sakit kepala, beristirahat dan minumlah banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi simvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk, konsultasikan dengan dokter.
  • Konstipasi (sembelit)
    Jika Anda mengalami kesulitan buang air besar, cobalah minum banyak air dan konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayuran dan buah segar.
  • Pembesaran pada kelenjar payudara pada pria (ginekomastia)
  • Gangguan gerakan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor)
  • Sakit kepala dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo)
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)
  • Kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Peradangan pada pankreas (pankreatitis)
  • Rambut rontok (alopecia)
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia)
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah
  • Nyeri sendi
  • Kesemutan (parestesia)
  • Gangguan pada otot, seperti nyeri otot
  • Nyeri sendi (athralgia)
  • Ruam pada kulit

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan simvastatin pada:

  • Pasien yang berisiko mengalami gangguan otot, seperti miopati atau rhabdomyolysis
  • Pasien dengan kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme) yang tidak terkontrol
  • Pasien dengan riwayat gangguan otot, pribadi atau keluarga
  • Pasien dengan riwayat toksisitas otot dengan obat statin atau fibrat
  • Pasien dengan kencing manis (diabetes mellitus)
  • Pasien dengan gangguan ginjal dan hati
  • Anak-anak dan orang tua

Hentikan sementara penggunaan obat simvastatin sebelum operasi besar.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan simvastatin pada:

  • Pasien yang menggunakan obat ketoconazole, itraconazole, posaconazole, voriconazole, clarithromycin, erythromycin, telithromycin, produk yang mengandung cobicistat, asam fusidat, nefazodon, ciclosporin, danazol, dan gemfibil
  • Penderita gangguan otot (miopati sekunder) akibat agen penurun lipid lainnya
  • Penderita penyakit hati aktif tanpa diketahui penyebab jelas
  • Ibu hamil dan menyusui

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori X: Penggunaan simvastatin tidak disarankan pada ibu hamil.

Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda kerusakan otot dan kerusakan ginjal, seperti nyeri otot, nyeri saat ditekan, serta kelemahan atau kram
  • Tanda masalah hati, seperti kulit atau bagian putih mata menguning, feses pucat, dan urine berwarna gelap
  • Ruam kulit dengan bercak merah muda-merah, terutama di telapak tangan atau telapak kaki
  • Tanda masalah pankreas, seperti sakit perut parah
  • Tanda penyakit paru-paru, seperti batuk, sesak napas, dan penurunan berat badan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti dengan obat lain.

Menggunakan simvastatin dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Kumarin
    Simvastatin dapat meningkatkan waktu pembekuan darah atau waktu protrombin jika digunakan dengan kumarin.
  • Itraconazole, ketoconazole, posaconazole, voriconazole, clarithromycin, erithromycin, telithromycin, nefazodon, nelfinavir, bocistrevirporin, produk yang mengandung gemistlosporin, danazol dan asam fusidat, amiodaron, amlodipine, verapamil, diltiazem, lomitapide, daptomisin, dan colchicine
    Simvastatin dapat meningkatkan risiko gangguan otot, seperti kelainan otot (miopati) dan kerusakan atau kematian otot rangka (rhabdomyolysis) jika digunakan bersama obat di atas.
  • Elbasvir dan grazoprevir
    Simvastatin dapat meningkatkan konsentrasi atau kadar obat di atas.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/simvastatin
Diakses pada 18 Maret 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/simvastatin/
Diakses pada 18 Maret 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/simvastatin/oral-tablet#simvastatin-and-diabetes
Diakses pada 2 Maret 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6105/simvastatin-oral/details
Diakses pada 2 Maret 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a692030.html
Diakses pada 2 Maret 2021

Medicinet. https://www.medicinenet.com/simvastatin/article.htm#why_is_zocor_prescribed_to_patients
Diakses pada 2 Maret 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email