Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Simvastatin (Alias: Simvastatin)

Ditulis oleh Maria Yuniar
Terakhir ditinjau oleh dr. Widiastuti
Simvastatin bekerja dengan menghambat sintesis kolesterol sehingga dapat menurunkan risiko jantung
Simvastatin obat yang bekerja dengan cara menurunkan kadar kolesterol dalam darah

Merk dagang yang beredar:

Cholestat, Cholexin, Detrovel, Esvat, Ethicol, Lesvatin, Lipinorm, Mersivas, Norpid, Normofat, Phalol, Selvim, Simbado.

Simvastatin merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan kolesterol LDL (lemak jahat) dan meningkatkan HDL (kolesterol baik) dalam darah. Obat ini bekerja dengan menghambat sintesis kolesterol sehingga pada akhirnya dapat menurunkan risiko penyakit jantung aterosklerosis dan membantu mencegah stroke dan serangan jantung. (Lippincott 7th)

Simvastatin (Simvastatin)
Golongan

Statin

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet dan suspensi (cairan)

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas pada janin, atau ada bukti risiko kepada janin berdasarkan pengalaman pengguna, atau keduanya. Risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi kemungkinan adanya manfaat. Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang hamil atau akan hamil.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter bervariasi berdasarkan kondisi medis individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Pengurangan risiko penyakit kardiovaskular

Oral

  • Dewasa: Pasien berisiko tinggi (misalnya pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit aterosklerosis kardiovaskular): 20-40 mg satu kali sehari. Pasien dengan risiko sedang: 10 mg sekali sehari.

Hyperlipidemia

Oral

  • Dewasa: Dimulai dengan 10-20 mg satu kali sehari. Pasien dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular atau membutuhkan penurunan besar jumlah kolesterol : Dimulai dengan 40 mg satu kali sehari. Dosis dapat disesuaikan hingga maksimal 80 mg sekali sehari minimal dalam interval 4 minggu. Semua dosis dikonsumsi pada malam hari. Pasien dengan hiperkolesterolemia familial homozigot: 40 mg satu kali sehari pada malam hari atau 80 mg / hari dalam 3 dosis terbagi 20 mg, 20 mg dan dosis malam 40 mg.
  • Anak: hypercholesterolaemia familial heterozigous : 10-17 thn dimulai dengan 10 mg satu kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga maks 40 mg / hari dalam interval 4 minggu. Semua dosis dikonsumsi pada malam hari.

Aturan pakai Simvastatin dengan benar

Ikuti saran dan resep dokter.

  • Obat ini diminum saat perut kosong.
  • Gunakan alat pengukur khusus jika obat berbentuk cair.
  • Dosis diberikan berdasarkan usia, kondisi medis, dan respons.
  • Hindari mengonsumsi buah anggur saat mengonsumsi obat ini.

Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Efek Samping

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan obat ini:

  • Masalah otot seperti kelemahan otot, nyeri otot
  • Pusing, nyeri kepala
  • Gangguan sistem pencernaan: nyeri ulu hati, nyeri perut, diare, konstipasi, flatulen
  • Gangguan penglihatan: pandangan kabur

Beritahukan dokter anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada anda.

Obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang berpotensi fatal seperti rabdomiolisis berat dengan gagal ginjal akut, hepatitis, pankreatitis, reaksi anafilaksis, steven johnson syndrome, toxic epidermal nekrolisis.

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau memburuk.

Peringatan

Beritahukan dokter anda mengenai riwayat penyakit anda sebelumnya, terutama bila anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Riwayat penyakit hati
  • Pasien dengan riwayat gangguan otot herediter
  • Alkoholisme
  • Gangguan ginjal.
  • Lansia
  • Anak berumur kurang dari 10 tahun.

Kontraindikasi:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Penyakit hati stadium akut atau peningkatan serum transaminase persisten yang tidak dapat dijelaskan.
  • Pasien keturunan China tidak boleh mengonsumsi simvastatin 80 mg / hari bersamaan dengan produk modifikasi lipid yang mengandung niacin lebih dari 1 gram
  • Penggunaan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 poten seperti itrakonazole, ketokonazole, clarithromycin, eritromycin, inhibitor protease HIV (nelvinafir), gemfibrozil, cyclosporin, jus anggur
  • Kehamilan dan menyusui.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi antar obat dapat timbul apabila mengonsumsi obat secara bersamaan. Interaksi obat simvastatin berupa:

  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan dengan antikoagulan
  • Menurunkan kadar serum dengan bosentan, efavirenz dan rifampisin
  • Meningkatkan risiko miopati dan rhabdomyolysis dengan colchicine, amiodarone, verapamil dan diltiazem
  • Meningkatkan risiko myopathy dengan amlodipine, asam fusidic
  • Berpotensi menurunkan efek sitotoksik rituximab
  • Peningkatan hepatotoksisitas dengan ezetimibe

Interaksi obat simvastatin berpotensi fatal jika digunakan bersamaan dengan itrakonazol, ketokonazol, posakonazol, clarithromycin, erithromycin, niacin, cyclosporin, gemfibrozil, nelvinafir.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Penyakit
Referensi

Journal POS. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0020945
Diakses 13 Juni 2019

Mims. http://mims.com/indonesia/drug/info/simvastatin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 5 Desember 2018

Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6105/simvastatin-oral/details
Diakses pada 5 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/simvastatin-oral-route/description/drg-20069006
Diakses pada 5 Desember 2018

Artikel Terkait:
Back to Top