Simprofen Tablet 25 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Simprofen tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang.

Deskripsi obat

Simprofen tablet adalah untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang seperti nyeri otot, tulang, sendi, nyeri gigi, nyeri saat haid, dan nyeri setelah operasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus memggunakan resep dokter. Simprofen tablet mengandung zat aktif deksketoprofen.
Simprofen Tablet 25 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaDeksketoprofen.
Kelas terapiAnalgesik dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box is 3 strip @ 10 tablet (25 mg)
ProdusenSimex

Informasi zat aktif

Deksketoprofen adalah obat antiinflamasi non steroid (NSAID) yang bekerja mengurangi sintesis prostaglandin melalui penghambatan aktivitas jalur siklooksigenase (COX-1 dan COX-2) sehingga dapat meredakan nyeri.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, deksketoprofen diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Konsentrasi serum maksimum sekitar 30 menit.
  • Distribusi: Volume distribusi kurang dari 0,25 L/kg dan sangat terikat dengan protein.
  • Ekskresi: Terutama dieliminasi melalui konjugasi glukuronida dan ekskresi ginjal. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah sekitar 1,65 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Nyeri otot, sendi, dan tulang.
  • Nyeri setelah operasi.
  • Nyeri haid.
  • Sakit gigi.

Deksketoprofen adalah obat golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) yang bekerja dengan menghambat aktivitas jalur siklooksigenase (COX-1 dan COX-2) dalam produksi prostaglandin yang biasanya dapat menyebabkan rasa nyeri pada tubuh, sehingga diperlukan obat untuk menghambat aktivitas produksi prostaglandin untuk meredakan rasa nyeri yang terjadi.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Nyeri ringan hingga sedang: 12,5 mg setiap 4-6 jam atau 25 mg setiap 8 jam.
  • Nyeri setelah operasi: 25 mg setiap 8 jam.
  • Dosis maksimal: 75 mg.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi 30 menit sebelum makan, terutama untuk menghilangkan nyeri akut dengan cepat.

Efek samping obat

  • Gangguan pencernaan, mulas, dan rasa tidak nyaman pada perut.
    Jika Anda mengalami salah satu atau seluruh efek samping tersebut yang sangat mengganggu, segera bicarakan kepada dokter Anda.
  • Mual, muntah, diare.
    Jika Anda mengalami salah satu atau seluruh efek samping tersebut, cobalah minum banyak cairan untuk menggantikan kehilangan cairan tubuh dan cobalah konsumsi obat setelah makan.
  • Meningkatkan kejadian penggumpalan darah (trombosis) kardiovaskular, serangan jantung (infark miokard) dan stroke.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Penumpukan cairan (edema) perifer.
  • Gangguan tidur.
  • Gelisah.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap deksketoprofen.
  • Peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagitis).
  • Pasien dengan peradangan dinding lambung (gastritis).
  • Dapat meningkatkan kadar urea nitrogen dalam darah (Blood Urea Nitrogen) dan tingkat kreatinin plasma.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan simprofen tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap deksketoprofen dan obat NSAID lain.
  • Pasien yang memiliki jaringan yang tumbuh dalam saluran hidung (polip hidung).
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati sedang hingga berat.
  • Pasien dengan rasa tidak enak pada perut (dispepsia) kronik.
  • Pasien dengan riwayat serangan asma.
  • Pasien dengan gangguan otot bronkus (bronkospasme).
  • Pasien dengan peradangan mukosa hidung akut (rhinitis akut).
  • Pasien dengan tukak lambung.
  • Pasien dengan gagal jantung berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Hidantoin dan sulfonamida.
    Penggunaan bersama deksketoprofen meningkatkan efek keracunan (toksik).
  • Siklosporin atau takrolimus.
    Penggunaan bersama deksketoprofen dapat memperburuk fungsi ginjal.
  • Probenasid.
    Penggunaan bersama dexketoprofen meningkatkan konsentrasi plasma dari deksketoprofen.
  • Obat NSAID lain.
    Penggunaan bersama deksketoprofen menyebabkan perdarahan pada lambung dan saluran pencernaan.
  • Obat antikoagulan seperti heparin dan tiklopidin, serta obat kortikosteroid.
    Penggunaan bersama deksketoprofen meningkatan risiko perdarahan dan kerusakan mukosa saluran pencernaan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala yang jarang tetapi mungkin serius seperti berikut ini, hentikan penggunaan dexketoprofen dan segera hubungi dokter Anda.

  • Jika Anda mengalami kesulitan bernapas seperti mengi atau sesak napas.
  • Jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi seperti pembengkakan di sekitar mulut atau wajah, atau ruam kulit yang gatal.
  • Jika Anda mengeluarkan darah atau tinja berwarna hitam, mengeluarkan (muntah) darah, atau mengalami sakit perut yang parah.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dexketoprofen?mtype=generic
Diakses pada 24 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/simprofen
Diakses pada 24 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/dexketoprofen-for-pain-keral#nav-4
Diakses pada 24 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email