Simfix Kapsul

29 Jun 2020| Arif Putra
Simfix kapsul adalah obat untuk mengatasi infeksi saluran kemih, infeksi pada telinga, peradangan faring, peradangan amandel, peradangan paru, demam tifoid, dan mengatasi kencing nanah.

Deskripsi obat

Simfix kapsul digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih, infeksi pada telinga, peradangan faring, peradangan amandel, peradangan paru, demam tifoid, dan mengatasi kencing nanah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Simfix kapsul mengandung zat aktif sefiksim yang bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri, sehingga pertumbuhan bakteri akan terhenti (bakterisidal).

Simfix Kapsul
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 kapsul (100 mg); 1 box isi 3 strip @ 10 kapsul (200 mg)
ProdusenSimex Pharmaceutical Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Infeksi saluran kemih yang tidak terkomplikasi.
  • Infeksi dan peradangan pada telinga di bagian tengah (otitis media).
  • Peradangan pada tenggorokan atau faring (faringitis).
  • Peradangan pada amandel (tonsilitis).
  • Peradangan pada saluran napas (bronkus) yang terjadi secara tiba-tiba (bronkitis akut).
  • Peradangan pada saluran napas (bronkus) yang terjadi selama 3 bulan hingga 2 tahun berturut-turut dan memburuk (bronkitis kronik dari eksaserbasi).
  • Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypii (demam tifoid) pada anak.
  • Kencing nanah yang tidak terkomplikasi.
  • Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada uretra, yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh (uretritis).
  • Infeksi peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim tanpa kencing nanah (servisitis non GO).

Komposisi obat

  • Simfix kapsul 100 mg: sefiksim 100 mg.
  • Simfix kapsul 200 mg: sefiksim 200 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak dengan berat badan 30 kg ke atas: 50-100 mg sebanyak 2 kali/hari.

  • Infeksi yang lebih berat: dosis hingga 200 mg sebanyak 2 kali/hari.

  • Anak-anak:
    • Demam tifoid: 10-16 mg/kg BB/hari, dikonsumsi selama 2 minggu.
    • Uretritis atau servisitis, dan kencing nanah yang tidaj terkomplikasi: 400 mg dikonsumsi sebagai dosis tunggal.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, dapat dikonsumsi dengan makanan atau susu untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Syok.
  • Reaksi alergi.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (granulositopenia).
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Peningkatan SGOT atau SGPT, alkali fosfatase.
  • Gangguan ginjal.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan saluran pernapasan.
  • Radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan (stomatitis).
  • Infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida albicans (kandidiasis).
  • Kekurangan vitamin K.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap penisilin.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal yang serius.
  • Pasien dengan riwayat penyakit pada saluran pencernaan.
  • Pasien dengan asupan nutrisi yang buruk.
  • Pasien yang mendapat asupan nutrisi secara parenteral.
  • Pasien dalam kondisi lemah.
  • Pasien penderita lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Bayi baru lahir.
  • Bayi lahir prematur.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/simfix?type=brief&lang=id
Diakses pada 23 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/suprax-cefixime-342503#5
Diakses pada 23 Juni 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/sefiksim
Diakses pada 23 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email