Silopect Tablet 30 mg

Silopect tablet adalah obat untuk mengencerkan dahak (sekretolitik).

Deskripsi obat

Silopect tablet adalah obat untuk mengencerkan dahak (sekretolitik). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Silopect tablet mengandung zat aktif ambroksol hidroklorida yang bekerja sebagai mukolitik atau mengeluarkan lendir yang kental dan lengket dari saluran pernapasan.

Silopect Tablet 30 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (30 mg)
ProdusenPyridam Farma

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Gangguan saluran pernapasan yang terkait dengan lendir kental atau berlebihan (sekretolitik).
  • Gangguan saluran napas akut dan kronik terutama pada saat kambuh atau keadaan dimana penyakit (yang biasanya kronis) tiba-tiba menjadi lebih buruk daripada biasanya (eksaserbasi) pada bronkitis kronik dan bronkitis asmatik.
  • Asma umum yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara (bronkus) (asma bronkial).

Komposisi obat

Ambroksol hidroklorida 30 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Gangguan saluran pencernaan ringan.
  • Reaksi alergi.
  • Pembengkakan pada wajah.
  • Sesak napas (dispnea).
  • Demam.
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (Sindrom Stevens-Jonhnson).
  • Kondisi timbulnya ruam yang sering kali disebabkan oleh infeksi (eritema multiformis).
  • Ganggguan saluran pencernaan:
    • Mual.
    • Diare.
    • Pusing.
    • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Mulut dan tenggorokan kering.
  • Nyeri pada perut.
  • Sensasi dimana dada terasa panas dan seperti terbakar akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh.

Perhatian Khusus

  • Pemakaian jangka panjang.
  • Dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    • Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Amoksisilin.
  • Sefuroksim.
  • Eritromisin.
  • Doksisiklin.
  • Glikosida jantung.
  • Golongan obat yang meningkatkan pengeluaran urin (diuretik).
  • Glongan obat yang meningkatkan hormon steroid untuk mengatasi peradangan (kortikosteroid).

Pyridam. https://pyridam.com/products/z_product_silopect.html
Diakses pada 24 Juni 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/ambroksol
Diakses pada 24 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ambroxol.html
Diakses pada 24 Juni 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol
Diakses pada 24 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email