Sildenafil (Alias: Sildenafil)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 30 Nov -0001

Merk dagang yang beredar:

Caprenafil, Ericfil, Sanbenafil, Topgra, Viagra

Sildenafil merupakan obat yang digunakan untuk mencegah masalah disfungsi ereksi. Obat ini mencegah enzim yang disebut phosphodiesterase tipe 5 yang bekerja terlalu cepat. Sildenafil juga bermanfaat mengurangi hipertensi arteri paru-paru.

Sildenafil (Sildenafil)
Golongan

Obat penghambat PDE5

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet salut selaput

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Disfungsi ereksi (Oral)

  • Dewasa: 50 mg kira-kira 1 jam sebelum hubungan seksual, dosis dapat disesuaikan tergantung pada respons. Maks: 100 mg setiap hari.

Hipertensi arteri pulmonal (Intervena)

  • Dewasa: 2,5 mg atau 10 mg tiga kali sehari.

Hipertensi arteri paru (Oral)

  • Dewasa: 5 mg atau 20 mg tiga kali sehari.
  • Anak: usia 1-17 tahun atau berat badan <20 kg: 10 mg tiga kali sehari, berat badan >20 kg: 20 mg tiga kali sehari.

 

 

Aturan pakai Sildenafil dengan benar

Baca petunjuk pada kemasan atau ikuti sesuai anjuran dokter sebelum menggunakan obat sildenafil.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan atau sesuai yang diarahkan oleh dokter.

Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Pastikan untuk memberitahu dokter jika anda menggunakan obat lain selain obat ini.

Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat sildenafil dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti: pusing, sakit kepala, kemerahan, sakit perut, ruam kulit, batuk, hidung tersumbat, kecemasan, vertigo, gangguan penglihatan, insomnia, keluhan saluran cerna (diare, muntah), priapismus, sulit bernafas nyeri punggung, sinusitis, demam. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti:

  • Pingsan
  • Pusing parah
  • Nyeri dada
  • Kejang
  • Hipotensi
  • Hipertensi
  • Kehilangan pendengaran
  • Leukopenia
  • Dispepsia
  • Reaksi hipersensitivitas
  • NAION (Non Arteritic Anterior Ischemic Optic Neuropathy) yang mengakibatkan kehilangan penglihatan permanen.
  • Perdarahan retina

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan Anda.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan ginjal ringan hingga berat
  • Kehamilan dan menyusui
  • Stroke
  • Masalah jantung

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Gagal jantung
  • Hipotensi
  • Riwayat stroke

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat sildenafil dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Gejala darah tinggi dapat muncul bila digunakan bersama dengan penghambat reseptor alfa.
  • Menurunkan pelepasan/clearance sildenafil bila digunakan dengan penghambat CYP3A4 (cimetidine, delavirdine, eritromisin, ketokonazol, itrakonazol)
  • Dapat menurunkan konsentrasi plasma sildenafil bila digunakan dengan menginduksi CYP3A4 (misalnya rifampisin, bosentan).
  • Dapat meningkatkan efektivitas plasma dg protease inhibitor HIV terutama oleh rejimen yang diperkuat ritonavir.
  • Berpotensi fatal mengakibatkan efek hipotensi berat bila digunakan bersama dengan golongan obat yang mengandung nitrat, dan nicorandil

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
  • Hipotensi pulmonal
  • Impotensi
Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7418/sildenafil-oral/details
Diakses pada 06 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/sildenafil-oral-route/description/drg-20066989
Diakses pada 06 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sildenafil/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 06 Desember 2018

Artikel Terkait:
Back to Top