Sifrol ER tablet 0,375 mg

31 Jan 2020| Maria Yuniar
Sifrol ER tablet 0,375 mg diindikasikan dalam pengobatan penyakit parkinson idiopatik lanjut.

Deskripsi obat

Sifrol ER adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit parkinson. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Sifrol ER mengandung pramipexole dihydrochloride monohydrate sebagai zat aktifnya.

Sifrol ER tablet 0,375 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 kapsul (0,375 mg)
ProdusenBoehringer Ingelheim Pharma

Indikasi (manfaat) obat

Pengobatan tanda dan gejala penyakit yang terjadi karena degenerasi sel saraf dan hilangnya sel-sel yang memproduksi dopamin di otak (parkinson) idiopatik lanjut.

Komposisi obat

Pramipexole dihydrochloride monohydrate 0,375 mg

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis awal: 1 tablet (0,357 mg)/hari, terbagi dalam 3 dosis dan dapat ditingkatkan dalam 5-7 hari.
  • Dosis pemeliharaan: 1 tablet (0,375 mg)/hari dan maksimal 4,5 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Infeksi: penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak (pneumonia).
  • Gangguan endokrin: sekresi hormon antidiuretik yang tidak tepat.
  • Gangguan kejiwaan: perilaku abnormal (mencerminkan gejala-gejala gangguan kontrol dan dorongan) seperti:
    • Makan berlebihan, berbelanja kompulsif, hiperseksualitas, dan perjudian patologis; mimpi abnormal, kebingungan, khayalan, halusinasi, insomnia, gangguan libido, paranoia, dan gelisah.
  • Gangguan sistem saraf: amnesia, pening, gangguan medis berupa gerakan yang tidak terkendali pada lidah, bibir, dan wajah (diskinesia), sakit kepala, fungsi motorik yang berlebih secara abnormal (hiperkinesia), kesadaran menurun (somnolen), tiba-tiba mulai tidur, Sinkop.
  • Gangguan mata: penglihatan kabur dan ketajaman visual berkurang.
  • Gangguan jantung: gagal jantung.
  • Gangguan pembuluh darah: hipotensi.
  • Gangguan pernapasan, toraks dan mediastinum: dispnea, cegukan.
  • Gangguan pencernaan: sembelit, mual, muntah.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: hipersensitif, pruritus, ruam.
  • Gangguan umum: keletihan, edema perifer.
  • Investigasi: penurunan berat badan termasuk penurunan nafsu makan, kenaikan berat badan.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi obat penenang atau alkohol lain dalam kombinasi dengan pramipexole.
  • Pasien dengan gangguan psikotik.
  • Pasien transplantasi ginjal.
  • Pasien dengan kondisi di mana penderitanya merasakan pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring (hipotensi postural).
  • Pasien penderita gangguan yang menyebabkan otot bergerak sendiri tanpa sadar (dystonia).
  • Pasien penderita kanker yang berkembang pada melanosit (melanoma).
  • Pasien yang sedang diterapi restless leg syndrome.
  • Jika tiba-tiba tidur selama aktivitas sehari-hari terjadi pengurangan dosis atau penghentian terapi harus dipertimbangkan.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau kegiatan lain di mana gangguan kewaspadaan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hipersensitif terhadap pramipexole atau komponen produk lainnya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Simetidine.
  • Amantadine.
  • Obat antipsikotik.
  • Obat penenang.
  • Alkohol.

Sesuai kemasan per Desember 2019.

MIMS https://www.mims.com/malaysia/drug/info/sifrol%20er/?type=full
Diakses pada 3 Desember 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email