Sidiadryl Injeksi 150 mg/15 ml

21 Des 2020| Anita Djie
Ditinjau oleh Dea Febriyani
Sidiadryl injeksi adalah obat untuk meredakan gejala alergi

Deskripsi obat

Sidiadryl injeksi adalah obat untuk meredakan gejala alergi, demam, dan pilek, mengatasi kesulitan tidur (insomnia), serta mencegah dan menangani mual, muntah, hingga pusing akibat mabuk perjalanan. Obat ini termasuk obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Sidiadryl injeksi mengandung zat aktif diphenhydramine hydrochloride. Injeksi diphenhydramine digunakan untuk mengobati reaksi alergi, terutama pada orang yang tidak dapat mengonsumsi obat ini melalui mulut. Zat aktif ini juga dapat digunakan untuk mengobati gejala penyakit parkinson.

Sidiadryl Injeksi 150 mg/15 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaDiphenhydramine hydrochloride.
Kelas terapiAntihistamin.
Klasifikasi obatAntihistamin generasi ke-1.
Kemasan1 vial @ 15 ml
ProdusenBernofarm

Informasi zat aktif

Diphenhydramine adalah obat golongan antihistamin yang dapat mengatasi alergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh diphenhydramine hydrochloride diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap melalui saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusi secara luas melewati tubuh termasuk sistem saraf pusat, melintasi plasma, dan memasuki ASI. 
  • Metabolisme: Dimetabolisme dihati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meringankan gejala alergi, demam, dan pilek.
  • Mengatasi insomnia.
  • Mencegah dan meredakan mabuk perjalanan.

Diphenhydramine hydrochloride mampu menghalangi kerja histamin atau senyawa yang dapat menimbulkan gejala alergi. Itu sebabnya, obat ini dapat meredakan gejala flu dan alergi, seperti hidung tersumbat, bersin, serta mata dan hidung gatal atau berair.

Komposisi obat

Diphenhydramine Hydrochloride 150 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 10-50 mg/hari, dosis maksimal 400 mg/hari.

Aturan pakai obat

Diinjeksikan sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Mengantuk.
    Hindari mengendarai kendaraan atau menjalankan mesin, serta mengonsumsi alkohol karena akan menyebabkan rasa lelah berlebih. Jika gejala tidak hilang atau berlangsung lama, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Koordinasi terganggu.
  • Dada terasa sesak.
  • Jantung berdebar.
  • Gangguan pernapasan.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan saluran kemih.
  • Gangguan darah.
  • Reaksi alergi.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu 30°C, serta terhindar dari tempat lembap dan cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit autoimun kronis yang menghasilkan kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien penderita kejang berulang (kelainan epilepsi).
  • Pasien penderita peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus (bronkitis).
  • Pasien penderita penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Pasien penderita ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh (disfungsi tiroid).
  • Pasien penderita gangguan ginjal hati dari sedang sampai berat.
  • Pasien lanjut usia.
  • Ibu hamil.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan kelenjar prostat yang mengalami pembengkakan (hipertrofi prostat).
  • Pasien penderita asam lambung berlebihan (stenosis tukak peptik).
  • Pasien penderita penyumbatan pada pangkal kandung kemih (obstruksi leher kandung kemih).
  • Pasien penderita kelainan genetik yang timbul akibat proses pembentukan heme, yaitu bagian sel darah merah yang terdiri dari zat besi, yang tidak sempurna (porfiria).
  • Pasien dengan kelenjar tiroid terlalu aktif.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan di bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita tukak lambung.
  • Pasien yang tidak bisa mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
  • Bayi baru lahir atau prematur.
  • Ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat monoamine oxidase inhibitors (MAOI) untuk mengatasi depresi.
    Penggunaan bersama MAOI dapat menyebabkan efek antikolinergik (penekan saraf pusat) berkepanjangan yang dapat menyebabkan mulut dan tenggorokan kering.
  • Betahistine.
    Penggunaan bersama dapat mengurangi efek terapi betahistine.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan diphenhydramine dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Dada berdebar-debar.
  • Nyeri atau sulit buang air kecil.
  • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
  • Kebingungan atau merasa seperti akan pingsan.
  • Sesak di leher atau rahang.
  • Gerakan lidah yang tidak terkendali.

MIMS. https://mims.com/indonesia/drug/info/diphenhydramine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 10 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4679/diphenhydramine-injection/details/list-contraindications
Diakses pada 10 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/diphenhydramine.html
Diakses pada 10 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4679/diphenhydramine-injection/details
Diakses pada 10 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email