Sibital Tablet 50 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Sibital tablet adalah obat untuk mengatasi kejang dan menekan sistem saraf.

Deskripsi obat

Sibital tablet adalah obat untuk mengatasi kejang dan menekan sistem saraf yang menimbulkan efek menenangkan pikiran. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Sibital tablet mengandung zat aktif natrium fenobarbital.
Sibital Tablet 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaNatrium fenobarbital.
Kelas terapiAntikonvulsan, hipnotik, dan sedatif.
Klasifikasi obatBarbiturat.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (50 mg)
ProdusenMersifarma Tirmaku Mercusana

Informasi zat aktif

Fenobarbital adalah obat golongan barbiturat yang bekerja jangka panjang. Ini menekan korteks sensorik, mengurangi aktivitas motorik, mengubah fungsi serebelar dan menghasilkan kantuk, sedasi dan hipnosis. Sifat antikonvulsannya dipamerkan pada dosis tinggi.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, fenobarbital diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak kira-kira 2 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta; memasuki ASI. Pengikatan protein plasma sekitar 45-60%.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati parsial melalui proses kimia dengan memasukkan gugur OH sehingga menyebabkan obat lebih mudah larut dalam air (hidroksilasi) dan rekasi penggabungan atau konjugasi glukuronida.
  • Ekskresi: Melalui urin (sekitar 25% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh plasma sekitar 75-120 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi kejang dan menekan sistem saraf yang menimbulkan efek menenangkan pikiran.

Fenobarbital dapat mengontrol dan mengurangi kejang sehingga memungkinkan Anda melakukan lebih banyak aktivitas normal sehari-hari, mengurangi risiko cedera saat kehilangan kesadaran, dan mengurangi risiko kondisi yang mungkin mengancam nyawa dari kejang berulang yang sering terjadi. Fenobarbital termasuk golongan obat yang dikenal sebagai antikonvulsan atau hipnotik barbiturat. Ia bekerja dengan mengendalikan aktivitas listrik abnormal di otak yang terjadi selama kejang. Obat ini juga digunakan dalam waktu singkat (biasanya tidak lebih dari 2 minggu) untuk membantu menenangkan Anda atau membantu Anda tidur selama periode kecemasan. Ia bekerja dengan mempengaruhi bagian otak tertentu untuk menyebabkan ketenangan.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Sedasi: 30-120 mg/hari dikonsumsi dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Hipnotis: 100-320 mg. Jangan dikonsumsi selama 2 minggu ke atas untuk pengobatan kesulitan tidur (insomnia).
  • Kejang akut:100-300 mg/hari menjelang tidur.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Tidak stabil dan bangun atau bergerak menjadi lebih lambat.
    Jika gejala ini terus berlanjut, segera beri tahu dokter Anda.
  • Lelah atau mengantuk.
    Beristirahatlah yang cukup hingga merasa kondisi Anda lebih baik. Jika masih merasa mengantuk atau lelah jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Merasa sesak napas, perubahan perilaku, perubahan suasana hati seperti mudah tersinggung, bingung, bersemangat atau tertekan, dan gangguan mengingat.
    Jika salah satu dari ini menjadi masalah, bicarakan dengan dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat kecanduan hipnotik atau sedatif.
  • Pasien yang mengalami depresi pernapasan atau dengan kecenderungan bunuh diri.
  • Pasien dengan kelainan produksi kelenjar adrenal dalam jumlah yang cukup (hipoadrenalisme).
  • Hindari penghentian penggunaan secara mendadak.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal yang ringan hingga sedang.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien dengan kondisi lemah.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami depresi pernapasan yang berat.
  • Pasien dengan kelainan genetik dalam pembentukan heme atau sel darah merah.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal yang berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antikoagulan seperti warfarin, dikumaron, acenocoumarol, dan fenprokumon, kortikosteroid, griseofulvin, doksisiklin, natrium valproat dan asam valproat.
    Fenobarbital dapat menurunkan kadar dari obat-obat di atas, sehingga efek obat menjadi tidak maksimal.
  • Fenitoin, antihistamin, sedatif atau hipnotik, dan obat penenang.
    Fenitoin dengan obat di atas dapat meningkatkan efek depresan susunan saraf pusat.
  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI).
    Fenitoin dapat memperpanjang efek dari obat MAOI sehingga dapat meningkatkan kadar dan menyebabkan efek samping.
  • Estradiol, progesteron, estron, dan hormon steroid lainnya.
    Fenobarbital dapat mengurangi efek dari obat di atas.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami pernapasan yang pendek atau melamah, rasa sakit yang tidak biasa di mana pun di tubuh Anda terutama di leher, bahu, atau lengan, gangguan sel darah merah yang ditandai dengan kulit pucat, kelemahan otot, diare, penurunan berat badan, detak jantung cepat, lidah bengkak, mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki Anda, merasa sesak napas atau reaksi kulit yang parah disertai dengan demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata Anda, nyeri kulit diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar terutama di wajah atau tubuh bagian atas dan menyebabkan lepuh, dan pengelupasan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phenobarbital?mtype=generic
Diakses pada 3 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/phenobarbital-for-epilepsy
Diakses pada 3 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8689/phenobarbital-oral/details
Diakses pada 3 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/phenobarbital.html
Diakses pada 3 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682007.html
Diakses pada 3 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email