Serum Anti Tetanus

Ditinjau oleh Veronika Ginting
Serum anti tetanus digunakan untuk mencegah penyakit tetanus pada luka yang terinfeksi bakteri

Serum anti tetanus digunakan untuk mencegah penyakit tetanus pada luka yang terkontaminasi atau terinfeksi bakteri

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Biosat 1.5

Deskripsi obat

Serum anti tetanus merupakan vaksin dengan kandungan tetanus toxoid yang digunakan untuk mencegah penyakit tetanus pada luka yang terkontaminasi atau terinfeksi bakteri. Serum ini diberikan saat pembersihan luka di rumah sakit pada pasien yang status imunisasi tetanusnya tidak lengkap atau tidak diketahui.

Serum anti tetanus termasuk ke dalam golongan vaksin, antisera, dan imunologi. Serum ini dapat menangani dan mencegah penyakit tetanus yang disebabkan infeksi Clostridium tetani pada anak-anak dan orang dewasa. Infeksi ini dapat ditularkan melalui tanah, lumpur, serta kotoran hewan atau manusia yang masuk melalui luka yang terbuka atau tusukan benda tajam yang kotor.

Serum Anti Tetanus
GolonganKelas terapi : Vaksin, antisera, dan imunologi.
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatInjeksi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori N: Keamanan penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis.
Serum anti tetanus dapat menimbulkan efek samping, seperti:

  • Sakit kepala.
    Cobalah istirahat agar lebih rileks. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin jika sedang sakit kepala.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena minuman dengan gula di dalamnya bisa membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur.
    Anda juga bisa meletakkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Demam ringan.
  • Nyeri sendi.
  • Nyeri otot.
  • Kelelahan.
  • Nyeri, gatal, bengkak, kemerahan di tempat suntikan.
  • Beberapa orang mengalami gejala, seperti pusing, perubahan penglihatan, atau telinga berdenging sesaat setelah mendapat suntikan vaksin.

Perhatian Khusus

Obat ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang. Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Riwayat reaksi parah terhadap vaksin, misalnya kelumpuhan dan gangguan fungsi serta struktur otak (ensefalopati).
  • Riwayat sindrom Guillain-Barre, yaitu penyakit autoimun yang langka.
  • Demam tinggi, yaitu lebih dari 39°C, setelah vaksinasi sebelumnya.
  • Riwayat reaksi lain, misalnya bengkak dan gatal di tempat suntikan setelah vaksinasi sebelumnya.
  • Gangguan sistem kekebalan yang disebabkan infeksi HIV serta jenis kanker tertentu, seperti kanker darah leukemia dan limfoma, atau pengobatan radiasi.
  • Kejang.
  • Gangguan sistem saraf lainnya, seperti kelumpuhan, mati rasa atau kesemutan, kantuk ekstrim.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Memiliki alergi terhadap vaksin.
  • Berusia 7 tahun ke bawah.

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori N: Keamanan penggunaan serum anti tetanus pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter. Hubungi dokter Anda mengalami gejala reaksi alergi yang serius, seperti:

  • Ruam.
  • Gatal serta bengkak terutama pada wajah, lidah, dan tenggorokan.
  • Pusing parah.
  • Kesulitan bernapas

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan obat ini bersama obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersama serum anti tetanus.

  • Budesonide.
    Jika saat ini Anda sedang menjalani pengobatan dengan budesonide, Anda harus memberi tahu dokter sebelum menerima serum anti tetanus karena akan menurunkan respons Anda terhadap vaksin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-52860/tetanus-toxoid-injection/details
Diakses pada 28 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/symbicort-with-tetanus-toxoid-432-2530-2169-0.html
Diakses pada 28 Januari 2021

Healthlink. https://www.healthlinkbc.ca/medications/fdb61https://www.webmd.com/drugs/2/drug-52860/tetanus-toxoid-injection/details57#fdb6157-04
Diakses pada 28 Januari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/vaccinations/tetanus-shot-side-effects#serious-side-effects
Diakses pada 28 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email