Sertraline

Ditinjau oleh dr. Virly
Sertraline digunakan untuk mengatasi depresi, gangguan panik, dan kecemasan

Sertraline digunakan untuk mengatasi depresi, gangguan panik, dan kecemasan

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Antipres, Deptral, Fatral, Fridep, Iglodep, Nudep, Serlof, Sernade, Zerlin, Zoloft

Deskripsi obat

Sertraline digunakan untuk mengatasi depresi, gangguan panik, dan kecemasan. Obat ini merupakan obat antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

Sertraline juga dapat mengatasi gangguan obsessive compulsice disrorder (OCD), yaitu pikiran mengganggu yang tidak mau pergi dan kebutuhan untuk melakukan tindakan tertentu berulang-ulang.

Obat ini juga dapat mengatasi gangguan stres pascatrauma, yaitu gangguan psikologis yang berkembang setelah mengalami pengalaman yang menakutkan dan gangguan kecemasan sosial, yaitu ketakutan ekstrim untuk berinteraksi dengan orang lain atau tampil di depan umum yang mengganggu kehidupan normal.

Sertraline ()
GolonganKelas terapi : Antidepresan. Klasifikasi Obat : Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak usia 6 tahun ke atas (khusus untuk OCD)
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian sertraline, antara lain:

  • Merasa sakit
    Minumlah sertraline saat atau setelah makan. Hindari makanan pedas.
  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi sertraline. Bicaralah dengan dokter jika efek samping ini berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Tidak bisa tidur
    Minumlah sertraline di pagi hari.
  • Mengantuk
    Minumlah sertraline di malam hari dan kurangi jumlah alkohol yang Anda minum. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa mengantuk. Jika cara ini tidak membantu, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Diare
    Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi adalah buang air kecil lebih sedikit dari biasanya dan urine berwarna gelap dan berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mulut kering
    Kunyah permen karet atau manisan bebas gula.
  • Pusing
    Jika sertraline membuat Anda pusing, hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik.
  • Merasa lelah atau lemah
    Jika sertraline membuat Anda merasa lelah atau lemah, hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk.
    Jika gejala ini tidak hilang setelah satu minggu, berkonsultasilah dengan dokter.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan sertraline pada kondisi:

  • Gangguan mental berupa perubahan emosi drastis (gangguan bipolar)
  • Perubahan suasana hati yang meningkat dengan tidak wajar (manik atau hipomanik)
  • Gangguan kejang atau kondisi yang berisiko kejang (peminum alkohol dan kerusakan otak)
  • Tekanan pada bola mata (glaukoma)
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Gangguan mental jangka panjang yang menyebabkan halusinasi (skizofrenia)
  • Penyakit kencing manis (diabetes melitus)
  • Riwayat gangguan perdarahan
  • Menyusu
  • Gangguan depresi pada anak, tetapi hanya digunakan untuk mengobati gangguan obsesif kompulsif pada anak berusia di atas 6 tahun
  • Kehamilan trimester III dapat meningkatkan risiko munculnya gejala putus obat dan hipertensi persisten pada bayi

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Penggunaan bersama atau dalam 14 hari setelah penghentian obat MAOI dalam mengatasi depresi
  • Penggunaan bersama pimozide

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan sertraline pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit kepala
  • Kesulitan fokus
  • Masalah memori
  • Tidak berpikir jernih
  • Lemah
  • Kejang atau kehilangan keseimbangan karena bisa menjadi tanda kadar natrium rendah
  • Pemikiran tentang menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup
  • Perasaan euforia, antusiasme atau kegembiraan berlebihan, atau perasaan gelisah, seperti tidak bisa duduk atau berdiri diam
  • Kulit atau bagian putih mata menguning karena bisa menjadi tanda masalah hati
  • Muntah darah atau berwarna hitam, batuk darah, kencing darah, kotoran hitam atau merah karena bisa menjadi tanda pendarahan usus
  • Perdarahan gusi atau memar yang muncul tanpa sebab atau membesar

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Sertraline dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Aspirin
    Penggunaan sertraline bersama aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan. Interaksi lebih mungkin terjadi jika Anda berusia lanjut atau menderita penyakit ginjal atau hati.
  • Pregabalin
    Pengobatan dengan sertraline terkadang dapat menyebabkan kadar natrium darah menjadi terlalu rendah (hiponatremia) dan penggunaannya dengan pregabalin dapat meningkatkan risiko tersebut.
  • Metoprolol
    Penggunaan metoprolol bersama sertraline dapat meningkatkan efek metoprolol, sehingga kadarnya dalam darah akan meningkat.
  • Hydrocodone
    Penggunaan hydrocodone bersama sertraline dapat meningkatkan risiko sindrom serotonin dengan gejala, seperti kebingungan, halusinasi, kejang, perubahan ekstrim pada tekanan darah, peningkatan detak jantung, demam, keringat berlebih, menggigil atau gemetar, penglihatan kabur, kaku otot, tremor, inkoordinasi, kram perut, mual, muntah, dan diare. Kasus yang parah dapat menyebabkan koma, bahkan kematian.
  • Albuterol dan quetiapine
    Penggunaan albuterol bersama sertraline dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur yang mungkin serius dan berpotensi mengancam nyawa, meskipun ini adalah efek samping yang jarang terjadi.
  • Cetirizine
    Penggunaan cetirizine bersama sertraline dapat meningkatkan efek samping, seperti pusing, kantuk, dan kesulitan berkonsentrasi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sertraline?mtype=generic
Diakses pada 4 Februari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/sertraline/
Diakses pada 4 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697048.htmlhttps://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697048.html
Diakses pada 4 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/sertraline.html
Diakses pada 4 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email