Seretide 50 inhaler 25/50 mcg

21 Nov 2019
Seretide inhaler 25/50 mcg untuk terapi reguler penyakit obstruktif saluran napas yang reversibel termasuk asma, serta terapi penyakit paru obstruktif kronis termasuk bronkitis kronik, emfisema.

Deskripsi obat

Seretide 50 inhaler 25/50 merupakan obat yang bekerja memperlebar saluran napas sehingga dapat meredakan sesak napas pada penyakit asma, bronkitis, dan PPOK. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter dan mengandung  salmeterol, fluticasone propionate sebagai zat aktif.

Seretide 50 inhaler 25/50 mcg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 167.476/box (50 mcg) per Oktober 2019
Kemasan1 inhaler @ 50 mcg
ProdusenGlaxo Wellcome

Indikasi (manfaat) obat

Terapi untuk penyakit obstruktif saluran napas yang reversibel termasuk asma, serta terapi penyakit paru obstruktif kronis termasuk bronkitis kronik, emfisema.

Komposisi obat

Salmeterol 25 mcg, fluticasone propionate 50 mcg

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 4 tahun ke atas:

  • Penyakit Obstruksi Saluran napas: 2 inhalasi sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dihirup melalui mulut lalu dihembuskan.

Efek samping obat

  • Serak atau disfonia.
  • Sakit kepala.
  • Infeksi jamur mulut dan tenggorokan (kandidiasis).
  • Iritasi tenggorokan.
  • Jantung berdebar debar (palpitasi).
  • Tremor.
  • Pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme paradoksikal).
  • Nyeri sendi (artralgia).
  • Kram otot.

Perhatian Khusus

  • Tidak untuk meredakan gejala asma akut.
  • Gangguan kardiovaskular berat.
  • Hipokalemia yang tidak diterapi.
  • Kondisi di mana terdapat hormon tiroid yang berlebih pada aliran darah dalam tubuh (tirotosikosis).
  • Hamil.
  • Laktasi.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien penderita hipersensitif terhadap zat yang terkandung dalam obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penyekat β selektif dan non selektif.
  • Penghambat CYP450 seperti: ritonavir, eritromisin, ketokonazol.
  • MAOI.
  • Antidepresan trisiklik.
  • L-dopa.
  • L-tiroksin.
  • Oksitosin.
  • Antiaritmia.
  • Xantin.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/seretide/seretide?type=brief&lang=id
Diakses pada 7 Oktober 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email