Seretide inhaler 25/50 mcg untuk terapi reguler penyakit obstruktif saluran napas yang reversibel termasuk asma, serta terapi penyakit paru obstruktif kronis termasuk bronkitis kronik, emfisema.
Seretide inhaler 25/50 mcg untuk terapi reguler penyakit obstruktif saluran napas yang reversibel termasuk asma, serta terapi penyakit paru obstruktif kronis termasuk bronkitis kronik, emfisema.
Seretide inhaler 25/50 mcg untuk terapi reguler penyakit obstruktif saluran napas yang reversibel termasuk asma, serta terapi penyakit paru obstruktif kronis termasuk bronkitis kronik, emfisema.
Seretide inhaler 25/50 mcg untuk terapi reguler penyakit obstruktif saluran napas yang reversibel termasuk asma, serta terapi penyakit paru obstruktif kronis termasuk bronkitis kronik, emfisema.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 167.476/box (50 mcg) per Oktober 2019
Kemasan 1 inhaler @ 50 mcg
Produsen Glaxo Wellcome

Seretide adalah obat untuk terapi reguler penyakit obstruktif saluran napas yang reversibel termasuk asma, serta terapi penyakit paru obstruktif kronis termasuk bronkitis kronik, emfisema. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. obat ini mengandung zat aktif salmeterol, fluticasone propionate.

Terapi reguler penyakit obstruktif saluran napas yang reversibel termasuk asma, serta terapi penyakit paru obstruktif kronis termasuk bronkitis kronik, emfisema.

Salmeterol 25 mcg, fluticasone propionate 50 mcg

Dewasa dan anak-anak 4 tahun ke atas:

  • Penyakit Obstruksi Saluran napas: 2 inhalasi sebanyak 2 kali/hari.

Dihirup melalui mulut lalu dihembuskan.

  • Serak atau disfonia.
  • Sakit kepala.
  • Infeksi jamur mulut dan tenggorokan (kandidiasis).
  • Iritasi tenggorokan.
  • Jantung berdebar debar (palpitasi).
  • Tremor.
  • Pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasme paradoksikal).
  • Nyeri sendi (artralgia).
  • Kram otot.

Pasien penderita hipersensitif terhadap zat yang terkandung dalam obat ini.

  • Tidak untuk meredakan gejala asma akut.
  • Gangguan kardiovaskular berat.
  • Hipokalemia yang tidak diterapi.
  • Kondisi di mana terdapat hormon tiroid yang berlebih pada aliran darah dalam tubuh (tirotosikosis).
  • Hamil.
  • Laktasi.
  • Penyekat β selektif dan non selektif.
  • Penghambat CYP450 seperti: ritonavir, eritromisin, ketokonazol.
  • MAOI.
  • Antidepresan trisiklik.
  • L-dopa.
  • L-tiroksin.
  • Oksitosin.
  • Antiaritmia.
  • Xantin.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/seretide/seretide?type=brief&lang=id
Diakses pada 7 Oktober 2019

Artikel Terkait