Selvim kaplet 10 mg adalah obat untuk menangani penyakit jantung koroner dan hiperkolesterolemia.
Selvim kaplet 10 mg adalah obat untuk menangani penyakit jantung koroner dan hiperkolesterolemia.
Selvim kaplet 10 mg adalah obat untuk menangani penyakit jantung koroner dan hiperkolesterolemia.
Selvim kaplet 10 mg adalah obat untuk menangani penyakit jantung koroner dan hiperkolesterolemia.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 10 kaplet (10 mg)
Produsen Ifars Pharmaceutical Laboratories

Selvim adalah obat untuk menangani penyakit jantung koroner dan hiperkolesterolemia. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Selvim mengandung zat aktif simvastatin

  • Terapi dengan lipid-altering agents dapat dipertimbangkan penggunaannya pada individu yang mengalami peningkatan resiko aterosklerosis vaskuler yang disebabkan oleh hiperkolesterolemia.
  • Penyakit jantung koroner dan hiperkolesterolemia:
    • Mengurangi resiko mortalitas total dengan mengurangi kematian akibat penyakit koroner.
    • Mengurangi resiko miokardial infarktion nonfatal.
    • Mengurangi resiko pada pasien yang menjalani prosedur revaskularisasi miokardial.
  • Hiperkolesterolemia:
    Menurunkan kadar kolesterol total dan LDL pada penderita hiperkolesterolemia primer (tipe lla dan llb).

Simvastatin 10 mg.

  • Dosis awal: 5-10 mg/hari
  • Pasien hiperkolesterolemia ringan sampai sedang: 5 mg/hari
  • Penyesuaian dosis dilakukan dengan interval 4 minggu sampai dengan maksimal 40 mg/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Neurologi:
    • Disfungsi saraf kranial tertentu.
    • getaran atau menggigil yang terjadi secara tidak sadar (tremor).
    • Pusing.
    • Kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar (vertigo)
    • Hilang ingatan.
    • Sensasi kesemutan, menggelitik, menusuk-nusuk, atau pembakaran kulit seseorang tanpa efek fisik jangka panjang yang jelas (parestesia).
    • Neuropati perifer.
    • Kelumpuhan saraf periferal.
  • Reaksi hipersensitif:
    • Reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian (anafilaksis).
    • Pembengkakan yang seringkali terjadi akibat reaksi alergi (angioderma).
    • Kondisi saat jumlah keping darah (trombosit) rendah (trombositopenia).
    • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leukopenia)
    • Anemia hemolitik.
  • Gastrointestinal:
    • Gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang (anoreksia).
    • Muntah
  • Kulit:
    • Kerontokan rambut yang disebabkan oleh serangan sistem imunitas tubuh sendiri (alopecia).
    • Rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang (pruritus).
  • Reproduksi:
    • Pembesaran jaringan kelenjar payudara yang terjadi pada pria (ginekomastia).
    • Kehilangan libido.
    • Disfungsi ereksi.
  • Mata:
    • Mempercepat katarak.
    • Kondisi kelemahan atau kelumpuhan otot mata (optalmoplegia).
  • Hipersensitif terhadap simvastatin atau komponen obat.
  • Penyakit hati atau peningkatan transaminase serum yang menetap yang tidak jelas penyebabnya.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien alkoholisme.
  • Pasien dengan riwayat penyakit hati.
  • Terapi dengan simvastatin harus dihentikan sementara atau tidak dilanjutkan pada penderita dengan miopati akut dan parah.
  • Anak-anak dan remaja.
  • Immunosupresan.
  • Itraconazole.
  • Gemfibrozil.
  • Niacin.
  • Erythromycin.
  • Cumarin.
  • Antipirin.
  • Propanolol.
  • Digoxin.

Sesuai kemasan per Desember 2019

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/selvim/selvim?type=brief&lang=id
Diakses pada 10 Desember 2019.

Artikel Terkait