Sebivo Tablet 600 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Sebivo tablet adalah obat untuk pasien hepatitis B kronik.

Deskripsi obat

Sebivo tablet adalah obat untuk pasien hepatitis B kronik yang menunjukkan terjadinya replikasi virus dan peradangan pada hati. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat ini mengandung zat aktif telbivudin.

Sebivo Tablet 600 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaTelbivudin.
Kelas terapiAntivirus.
Klasifikasi obatAnalog nukleosida.
Kemasan1 box isi 2 strip @ 14 tablet (600 mg)
ProdusenNovartis Indonesia

Informasi zat aktif

Telbivudin akan mengalami penambahan gugus fosfat (difosforilasi) secara intraseluler menjadi bentuk trifosfat aktif, yang bersaing dengan timidin 5'-trifosfat, substrat alami dari virus hepatitis B (HBV) reverse transcriptase, mengakibatkan penghentian rantai DNA dan penghambatan replikasi HBV.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, telbivudin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama kira-kira 3 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan. Pengikatan protein plasma: Sekitar 3,3%.
  • Metabolisme: Mengalami penambahan gugus fosfat (fosforilasi) oleh kinase seluler untuk membentuk metabolit aktif, telmivudine-5'-triphosphate.
  • Ekskresi: Melalui urin, sebagai obat tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) selama 30-53,6 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Pengobatan hepatitis B kronik pada pasien yang mengalami replikasi virus dan penyakit hati.

Telbivudin merupakan obat antivirus yang bekerja dengan cara mengganggu kerja enzim virus untuk yang disebut DNA polimerase. Enzim tersebut merupakan enzim pembentukan DNA virus. Dengan mengganggu kerja enzim virus, dapat mencegah virus berkembang biak dan menyebar.

Komposisi obat

Telbivudin 600 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Batuk.
  • Pusing.
  • Gangguan pencernaan seperti sakit perut, diare, mual, muntah.
  • Rasa tidak nyaman pada perut bagian atas (dispepsia).
  • Sakit kepala.
  • Gejala flu.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Peningkatan serum amilase, lipase, kreatin fosfokinase, alanin aminotransferase.
  • Gangguan sistem saraf tepi (neuropati perifer).
  • Kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rabdomiolisis).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki kondisi organ hati yang rusak akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis hati).
  • Pasien yang memiliki kondisi ukuran organ hati yang membesar (hepatomegali) atau penyakit hati lain.
  • Pasien yang memiliki penyakit gagal ginjal.
  • Wanita hamil.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi terhadap komponen obat ini.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang sedang menjalani terapi dengan peginterferon alfa-2a.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat golongan aminoglikosida, diuretik, vankomisin, amfoterisin B.
    Meningkatkan konsentrasi plasma obat yang dapat mempengaruhi ginjal.
  • Azole, siklosporin, kortikosteroid, eritromisin, fibrat, penisilamin, zidovudin.
    Meningaktan risiko kelemahan dan nyeri otot (miopati).
  • Peginterferon alfa-2a.
    Meningkatkan risiko kerusakan sistem saraf tepi (neuropati perifer) dan akan berakibat fatal.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping, seperti:

  • Nyeri otot, atau kelemahan (dapat terjadi beberapa minggu atau bulan setelah Anda mulai menggunakan telbivudin).
  • Gejala demam atau flu dan urine berwarna gelap.
  • Terbakar, nyeri atau perasaan geli di lengan atau kaki Anda, atau
  • Gejala hati seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, kehilangan nafsu makan, urin gelap, tinja berwarna tanah liat, penyakit kuning (kulit atau mata menguning).

Drugs. https://www.drugs.com/uk/sebivo.html
Diakses pada 21 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/telbivudine
Diakses pada 21 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email