Scopolamine (Alias: Scopolamine)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 30 Nov -0001

Scopolamine digunakan untuk mengobati mual dan muntah akibat pemberian anestesi dan pembedahan. Obat ini juga dapat mencegah mual selama perjalanan.

Scopolamine termasuk golongan antikolinergik. Obat ini bekerja di sistem saraf pusat, dengan cara menenangkan otot-otot pada perut dan usus.

Scopolamine (Scopolamine)
Golongan

Antikolinergik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, patch, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Mencegah mual di perjalanan

Obat dalam bentuk koyo atau patch bisa ditempelkan di belakang telinga, 4 jam sebelum perjalanan, sebanyak 1 koyo. Dosisnya 1 mg selama 3 hari. Selain itu, dosis untuk tablet dan suntik adalah sebagai berikut.

  • Dewasa: 30 mcg, digunakan 30 menit sebelum perjalanan. Obat bisa kembali digunakan 300 mcg setiap 6 jam, jika diperlukan. Maksimal 3 dosis dalam 24 jam. Selain itu, suntikan scopolamine bisa diberikan dengan dosis 0,3-0,6 mg.
  • Anak-anak: Usia 3-4 tahun: 75 mcg, digunakan 20 menit sebelum perjalanan, dan diulang saat dibutuhkan. Dosis maksimalnya 150 mcg dalam 24 jam; 4-10 tahun: 75-150 mcg; di atas 10 tahun: 150-30 mcg. Selain itu, suntukan scopolamine bisa diberikan dengan dosis 0,006 mg/kg.

Spasme saluran pencernaan

  • Dewasa: 20 mg, diminum 4 kali sehari.
  • Anak-anak: Usia 6-12 tahun: 10 mg, diminum 3 kali sehari.

Persiapan pemberian sedasi

  • Dewasa: 0,6 mg, disuntikkan 3-4 kali sehari.

Aturan pakai Scopolamine dengan benar

Selalu ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk pada kemasan obat sebelum menggunakannya. Dosis diberikan berdasarkan kondisi medis. Penggunaan scopolamine dalam waktu yang terlalu lama, bisa menyebabkan pusing, muntah, dan sakit kepala. Efek ini biasanya muncul dalam 24 jam. Beri tahu dokter jika kondisi memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat scopolamine dapat menyebabkan efek samping berupa takikardia, penglihatan kabur, pusing, mengantuk, sembelit, mulut kering, kelelahan, sembelit, tenggorokan kering, hidung kering, gatal, kembung, ruam, serta sulit mentoleransi panas. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini, yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Perubahan mental
  • Kesulitan buang air kecil
  • Detak jantung cepat
  • Kesulitan bernapas
  • Glaukoma
  • Tremor
  • Kehilangan ingatan
  • Hipotensi postural

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Gagal jantung
  • Hipertensi
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Gangguan kejang

Kontraindikasi

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Glaukoma
  • Pendarahan akut

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan scopolamine bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan scopolamine.

Jenis obat Interaksi
Alkohol, obat depresan Peningkatan efektivitas sedasi
Inhibitor acetylcholinesterase seperti donepezil, galantamine, rivastigmine, tacrine Penutunan efektivitas obat

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
  • Mual
Referensi

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/scopolamine-transdermal-route/proper-use/drg-20072848
Diakses pada 05 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14032/scopolamine-transdermal/details
Diakses pada 05 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/hyoscine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 05 Desember 2018

Artikel Terkait:
Back to Top