Scopma plus adalah obat antispasmodik yang digunakan untuk meredakan kram perut yang disebabkan oleh otot kandung kemih atau kontraksi berlebihan otot usus. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Scopma plus mengandung zat aktif hyoscine butylbromide dan paracetamol.
Scopma plus adalah obat antispasmodik yang digunakan untuk meredakan kram perut yang disebabkan oleh otot kandung kemih atau kontraksi berlebihan otot usus. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Scopma plus mengandung zat aktif hyoscine butylbromide dan paracetamol.
Scopma plus adalah obat antispasmodik yang digunakan untuk meredakan kram perut yang disebabkan oleh otot kandung kemih atau kontraksi berlebihan otot usus. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Scopma plus mengandung zat aktif hyoscine butylbromide dan paracetamol.
Scopma plus adalah obat antispasmodik yang digunakan untuk meredakan kram perut yang disebabkan oleh otot kandung kemih atau kontraksi berlebihan otot usus. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Scopma plus mengandung zat aktif hyoscine butylbromide dan paracetamol.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 33.796/strip per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 10 kaplet
Produsen Ifars Pharmaceutical Laboratories

Scopma plus adalah obat antispasmodik yang digunakan untuk meredakan kram perut yang disebabkan oleh otot kandung kemih atau kontraksi berlebihan otot usus. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Scopma plus mengandung zat aktif hyoscine butylbromide dan paracetamol.

Meredakan nyeri paroksismal pada penyakit-penyakit lambung atau usus halus, nyeri spastik pada saluran empedu (traktus biliaris), saluran kemih (traktus urinarius) dan organ-organ genitalia wanita.

  • Hyoscine butylbromide 10 mg
  • Paracetamol 500 mg

Dewasa: 1-2 kaplet sebanyak 3 kali/hari.

Ditelan utuh dengan sedikit air.

  • Kekeringan pada mulut dan kulit.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Kondisi di mana jantung berdetak lebih lambat dari biasanya (bradikardia)
  • Keadaan di mana detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat.
  • Sekelompok kelainan genetik yang timbul akibat proses pembentukan heme yang tidak sempurna (porfiria)
  • Pasien dengan penyakit-penyakit peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien dengan kondisi pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien dengan kecendurungan gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urine).
  • Penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien gangguan jantung.
  • Obat hipnotik.
  • Obat antiepilepsi: gutetimid, fenobarbital, fenitoin, karbamazepin, propantelin.
  • Rifampisin.
  • Propantelin.
  • Metoclopramide.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

Artikel Terkait