Scobutrin Tablet 10 mg

29 Mei 2020| Dina Rahmawati
no-image-drug

Deskripsi obat

Scobutrin tablet digunakan untuk meredakan nyeri pada ginjal, nyeri pada empedu, nyeri pada bagian perut, dan nyeri haid. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Scobutrin tablet mengandung zat aktif hiosin-N-butilbromida.

Scobutrin Tablet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 170.000/box per Mei 2020
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (10 mg)
ProdusenLandson Pertiwi Agung

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Rasa sakit yang disebabkan oleh batu pada saluran kemih (kolik ginjal).
  • Rasa sakit yang disebabkan oleh batu empedu (kolik empedu).
  • Kram perut (kolik abdomen).
  • Nyeri haid (dismenore).

Komposisi obat

Hiosin-N-butilbromida 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1-2 tablet sebanyak 4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mulut kering.
  • Penglihatan kabur.
  • Kemerahan pada muka.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Kesulitan berkemih (retensi urin).

Perhatian Khusus

  • Dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis fatal).
  • Anak-anak dan pasien usia lanjut.
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Pasien penderita penyakit paru kronis.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang mengalami penyumbatan pada saluran kemih atau saluran pencernaan (obstruksi).
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan intraokular mata secara mendadak (glaukoma sudut tertutup).
  • Pasien yang mengalami penyumbatan pada saluran kemih dan saluran pencernaan.
  • Pasien dengan kondisi melemahnya otot polos saluran cerna (atonia saluran pencernaan).
  • Pasien penderita kelumpuhan otot usus (ileus paralitik).
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Pasien penderita gangguan autoimun yang terjadi pada otot dan saraf (miastenia gravis).
  • Peradangan pada usus besar dan rektum (kolitis ulseratif).
  • Pasien dengan kondisi di mana bagian atas lambung masuk ke rongga dada (hernia hiatus).
  • Pasien penderita penyakit ginjal atau hati yang serius.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antihistamin.
  • Butirofenon.
  • Fenotiazin.
  • Amantadin.
  • Antidepresan trisiklik.
  • Guanetidin.
  • Reserpin.
  • Antasida.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/scobutrin/scobutrin?type=brief&lang=id
Diakses pada 27 Mei 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email