Santesar Tablet 50 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Santesar tablet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi).

Deskripsi obat

Santesar tablet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, dan melindungi fungsi ginjal. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Santesar tablet mengandung zat aktif losartan.
Santesar Tablet 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaLosartan.
Kelas terapiAntihipertensi.
Klasifikasi obatAngiotensin II receptor blocker (ARB).
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (50 mg)
ProdusenSanbe Farma

Informasi zat aktif

Losartan atau golongan angiotensin II receptor blocker (ARB). bekerja secara selektif memblokir reseptor AT1 yang ditemukan di banyak jaringan otot polos vaskular, kelenjar adrenal untuk mengurangi efek penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) dan sekresi aldosteron dari angiotensin II sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan meringankan kerja jantung. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, losartan diketahui memiliki status:

  • Aborpsi: Diabsorpsi dengan baik dari saluran pencernaan, penurunan tingkat absorpsi dapat disebabkan oleh makanan. Ketersediaan hayari sekitar 33% dan waktu puncak konsentrasi plasma adalah 1 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi adalah 34 L dan ikatan protein plasma adalah >98%, terutama albumin.
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme jalur pertama hati yang ekstensif oleh enzim CYP2C9 dan CYP3A4 menjadi metabolit aktif (E-3174).
  • Ekskresi: Sebanyak 35% Dieskresi melalui urin dalam bentuk obat tidak berubah sekitar 4% dan dalam bentuk metabolit sekitar 6% serta melalu feses sekitar 60%. Waktu paruh eliminasi sekitar 1,5-2,5 jam, sekiat 3-9 jam dalam bentuk metabolit.

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Terapi gagal jantung.
  • Melindungi ginjal bagi pasien yang memililki penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes (nefropati diabetik).

Losartan bekerja dengan mengurangi efek penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) dan sekresi aldosteron dari angiotensin II sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan meringankan kerja jantung.

Komposisi obat

Losartan 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Hipertensi: 50 mg/hari. Dosis bersifat individual dan dapat ditingkatkan hingga 100 mg/hari sesuai dengan respons klinis.
  • Penyakit ginjal disebabkan oleh diabetes (nefropati diabetik) pada diabetes mellitus tipe 2: 50 mg/hari, dapat meningkat hingga 100 mg/hari tergantung pada respons tekanan darah.
  • Gagal jantung: 12,5 mg/hari, dapat dititrasi dosis dengan interval mingguan.
    • Dosis maksimal: 150 mg/hari.

Anak-anak:

  • Hipertensi:
    • 6-18 tahun dengan berat badan 20-50 kg: 0.7 mg/kgBB/hari, hingga total 25 mg. Dosis maksimal: 50 mg/hari, sesuai kebutuhan.
    • 6-18 tahun dengan berat badan 50 kg ke atas: sama seperti dosis dewasa. Sesuaikan dosis berdasarkan respons tekanan darah.
      Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan.

Lansia:

  • Hipertensi, penyakit ginjal disebabkan oleh diabetes (nefropati diabetik), gagal jantung dengan umur 75 tahun ke atas: 25 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Merasa pusing.
    Jika Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan perlahan atau tetap duduk hingga Anda merasa lebih baik. Cobalah untuk berbaring dan jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin.
  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan serta jangan mengonsumsi alkohol terlalu banyak. Konsultasikan kepada apoteker Anda utnuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama mengonsumsi losartan. Hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari satu minggu atau bertambah parah.
  • Mual.
    Jika Anda merasa mual setelah mengonsumsi losartan, cobalah konsumsi losartan dengan atau setelah makan dan jangan mengonsumsi makanan yang berat atau pedas.
  • Muntah dan diare.
    Cobalah minum banyak cairan seperti air dan konsumsi buah labu untuk mencegah dehidrasi. Konsultasikan dengan apoteker Anda jika memiliki tanda-tanda dehidarasi seperti buang air kecil yang lebih sedikit atau jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Jika Anda mengalami diare yang parah atau muntah karena sakit perut atau suatu penyakit, segera hubungi dokter sebab Anda mungkin perlu menghentikan konsumsi losartan untuk sementara waktu hingga kondisi Anda membaik.
  • Nyeri pada persendian dan otot.
    Jika Anda mengalami nyeri otot yang tidak biasa, kelemahan, atau kelelahan yang bukan disebabkan oleh olahraga atau bekerja, segera hubungi dokter sebab Anda mungkin perlu melakukan tes darah untuk mengetahui penyebabnya.
  • Infeksi saluran nafas atas.
  • Hidung tersumbat.
  • Nyeri dada.
  • Batuk.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kondisi pembengkakan karena reaksi alergi (angioedema).
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien dengan gangguan ginjal dan hati ringan hingga sedang.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan gangguan hati yang parah.
  • Wanita hamil trimester kedua hingga ketiga.
  • Pasien dengan tekanan darah yang rendah.
  • Pasien yang melakukan diet rendah garam.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Lithium.
    Penggunaan bersama losartan meningkatkan kadar lithium dalam tubuh dan meningkatakan risiko efek samping yang berbahaya.
  • Irbesartan, kandesartan, valsartan, lisinopril, enalapril.
    Penggunaan bersama losartan dengan obat-obat tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan tekanan darah, kadar kalium tinggi dalam darah, dan kerusakan ginjal.
  • Obat NSAID seperti naproksen dan ibuprofen.
    Penggunaan bersama losartan meningkatkan risiko kerusakan ginjal dan NSAID dapat menurunkan efek dalam menurunkan tekanan darah dari losartan.
  • Rifampin.
    Penggunaan bersama losartan dapat mempercepat ekskresi losartan sehingga losartan tidak dapat bekerja dengan baik.
  • Obat diuretik seperti furosemid, hidroklortiazid, dan spironolakton.
    Penggunaan bersama losartan meningkatkan risiko penurunan tekanan darah yang dapat ditandai dengan pusing atau nyeri dada.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter segera jika Anda memiliki:

  • kulit kuning atau bagian putih mata Anda menguning, sebab hal ini bisa menjadi tanda masalah hati.
  • Sakit perut yang parah, sebab hal ini bisa menjadi tanda pankreas yang meradang.
  • Kulit pucat, merasa lelah, pingsan atau pusing, bintik-bintik ungu, tanda-tanda perdarahan, sakit tenggorokan dan demam, hal ini bisa menjadi tanda kelainan darah atau sumsum tulang.
  • Kelemahan, detak jantung tidak teratur, kesemutan dan kram otot, sebab hal ini bisa menjadi tanda perubahan kadar natrium dan kalium dalam darah Anda,\.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/losartan
Diakses pada 11 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/losartan/
Diakses pada 11 Agustus 2020

Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/losartan-oral-tablet#interactions
Diakses pada 11 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email