Santagesik Tablet 500 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Santagesik tablet adalah obat untuk menurunkan demam dan meringankan rasa nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, dan sakit punggung serta nyeri akibat peradangan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Santagesik tablet mengandung zat aktif natrium metamizol.
Santagesik Tablet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaNatrium metamizol.
Kelas terapiAnalgesik non opioid dan antipiretik.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (500 mg)
ProdusenSanbe Farma

Informasi zat aktif

Metamizol atau golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) yang memiliki sifat analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi bekerja bekerja dengan menghambat siklooksigenase (COX)-1 dan 2 dengan demikian, juga menghambat sintesis prostaglandin atau zat yang menyebabkan peradangan.

  • Absorpsi: Dihidrolisis di saluran gastrointestinal menjadi metabolit aktif 4-methyl-amino-antipyrine (MAA). Ketersediaan hayati sekitar 90% dan waktu puncak konsentrasi plasma 1-2 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma adalah 58% dalam bentuk 4-methyl-amino-antipyrine (MAA), 48% dalam bentuk 4-amino-antipyrine (AA), 14% dalam 4-acetylamino-antipyrine (AAA), dan 18% dalam bentuk formyl-amino-antipyrine (FAA).
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati menjadi 4-formyl-amino-antipyrine (FAA) dan metabolit lain.
  • Ekskresi: Diekskresi terutama melalui urin dalam bentuk metabolit sebanyak 90% dan feses sebanyak 10%.

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan demam dan meredakan nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, serta nyeri akibat peradangan.

Metamizol adalah obat yang bekerja dengan menghambat senyawa yang menyebabkan peradangan yaitu prostaglandin, dengan penghambatan prostaglandin maka gejala peradangan seperti demam dan nyeri dapat berkurang.

Komposisi obat

Natrium metamizol 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis umum: 0,5-1 g sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Dosis maksimal: 4 g/hari. Pengobatan dilakukan selama 3-5 hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Gangguan sumsum tulang belakang dalam memproduksi sel darah (anemia aplastik).
  • Hancurnya sel darah putih lebih cepat dari pembentukan sel darah (anemia hemolitik).
  • Kelainan serius pada mata, kulit, bagian dalam mulut, alat kelamin, dubur, dan lapisan bola mata (sindrom Stevens-Johnson).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Rendahnya jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia).
  • Sakit kepala yang membuat pasien merasa seperti sekelilingnya berputar (vertigo).
  • Terdapatnya protein dalam urin (proteinuria).
  • Mual atau muntah.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri pada perut. - Peradangan pada mukosa.
  • Demam.
  • Kelainan darah (porfiria).
  • Pusing.
  • Sesak nafas.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Ruam pada kulit.
  • Sensasi seperti rasa terbakar pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Urin berwarna kemerahan.
  • Gangguan kesulitan berkemih.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) atau luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Pasien penderita kekurangan darah dan cairan dalam tubuh (hipovalemia).
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal ringan hingga sedang.
  • Pasien kelemahan otot.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskuler yang tiidak stabil.
  • Pasien penderita asma bronkial.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Anak-anak.

Kategori kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan metamizol pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami supresi sumsum tulang atau gangguan pada darah seperti gangguan sumsum tulang belakang dalam memproduksi sel darah (anemia aplastik), kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis), dan rendahnya jumlah sel darah putih dalam tubuh (leukopenia).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap metamizol, turunan pirazolon, NSAID lain atau analgesik lainnya seperti mengalami rhinitis, asma, dan biduran (urtikaria).
  • Anak-anak usia 3 bulan k ebawah atau anak dengan berat badan 5 kg ke bawah.
  • Pasien yang mengalami kekurangan porfiria.
  • Pasien yang memiliki tekanan darah di bawah batar normal (hipotensi).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antidepresan trisiklik, kontrasepsi oral, monoamine oxidase inhibitors (MAOIs), dan allupurinol.
    Penggunaan bersama natrium metamizol meningkatkan efek keracunan (toksisitas) obat-obat tersebut.
  • Barbiturat, glutetimid ,dan fenilbutazon.
    Penggunaan bersama natirum metamizol menurunkan efektivitas dari barbiturat, glutetimid ,dan fenilbutazon.
  • Obat antikoagulan.
    Penggunaan bersama natrium metamizol meingkatkan risiko penurunan kadar trombosit di bawah nilai normal (trombositopenia).
  • Fenotiazin dan klorpromazin.
    Penggunaan bersama natrium metamizol meningkatkan risiko penurunan suhu tubuh secara drastis (hipotermia).
  • Obat metotreksat.
    Penggunaan bersama natrium metamizol meningkatkan efek keracunan darah (hematotoksisitas).
  • Obat antidiabetik oral, sulfonamid, fenitoin.
    Penggunaan bersama natrium metamizol meningkatkan efek dari obat antidiabetik oral, sulfonamid, fenitoin.
  • Bupropion dan siklosporin.
    Penggunaan bersama natrium metamizol mengurangi kadar dari bupropion dan siklosporin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/novalgin
Diakses pada 13 Agustus 2020

Pediatriconcall. https://www.pediatriconcall.com/drugs/dipyrone/503
Diakses pada 13 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metamizole
Diakses pada 13 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email