Sanprima Suspensi 60 ml

27 Okt 2020| Lenny Tan
Sanprima suspensi 60 ml adalah obat yang berguna untuk pengobatan infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran pernafasan dan infeksi THT.

Deskripsi obat

Sanprima adalah obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran pernafasan dan infeksi THT. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Sanprima mengandung zat aktif trimetoprim dan sulfametoksazol.

Sanprima Suspensi 60 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 34.238/botol (60 ml) per Oktober 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaSulfametoksazol dan trimetoprim.
Kelas terapiAntibiotik.
Klasifikasi obatSulfonamid.
Kemasan1 botol @ 60 ml
ProdusenSanbe Farma

Informasi zat aktif

Sulfametoksazol bekerja mengganggu sintesis dan pembentukan asam folat bakteri melalui penghambatan pembentukan asam dihidrofolat dari asam paraaminobenzoat. Sedangkan trimetoprim bekerja menghambat perubahan asam dihidrofolat, dimana asam dihidrofolat adalah enzim yang mengaktifkan jalur metabolisme asam folat dengan cara mengubah dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat. Sehingga proses kerja tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik) dan membunuh bakteri (bakterisidal).

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sulfametoksazol dan trimetoprim diketahui memiliki status:

  • Absorpsi : Mudah dan terserap dengan baik dari saluran cerna. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) adalah 1-4 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke dalam jaringan dan cairan tubuh, termasuk dahak, cairan lendir menyerupai plasma (aqueous humor), cairan telinga tengah, cairan prostat, cairan vagina, empedu dan cairan pada otak (serebrospinal). Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sulfametoksazol sekitar 70% dan trimetoprim sekitar 45%.
  • Metabolisme: Sulfametoksazol diubah menjadi turunan N4-asetil tidak aktif melalui proses perubahan senyawa tidak toksik dan mudah larut agar mudah diekskresi (konjugasi) dan menjadi hidroksilamina melalui oksidasi. Trimethoprim mengalami metabolisme hati sekitar 10-20%.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin sekitar 50%.Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh plasma) sulfametoksazol sekitar 6-12 jam dan trimetoprim sekitar 8-10 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Infeksi saluran kemih:

Infeksi saluran pencernaan:

  • Tifoid.
  • Penyakit infeksi bakteri Salmonella paratyphi (Paratifoid) 
  • Peradangan usus yang bisa menyebabkan diare disertai darah atau lendir (Disentri basiller).

Infeksi saluran pernafasan:

  • Infeksi saluran pencernaan bronkus (bronkitis akut).
  • Kondisi mendadak seperti gejala seperti pilek, hidung tersumbat dan nyeri wajah yang tidak hilang setelah 10 sampai 14 hari (sinusitis akut).

Infeksi THT:

  • Infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media).
  • Peradangan pada dinding sinus (sinusitis).

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

  • Trimetoprim 40 mg
  • Sulfametoksazol 200 mg

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Bayi 2 bulan ke atas:

  • Berat 10 kg: 5 ml sebanyak 1 sendok takar/12 jam
  • Berat 20 kg: 10 ml sebanyak 1 sendok takar/12 jam
  • Berat 30 kg: 15 ml sebanyak 1 sendok takar/12 jam
  • Berat 40 kg: 20 ml sebanyak 1 sendok takar/12 jam.

Penderita gangguan fungsi ginjal: Sesuai petunjuk dokter.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi setelah makan dengan air yang cukup.

Efek samping obat

  • Mual
  • Muntah
  • Ruam kulit
  • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (Leukopenia)
  • Keadaan dimana jumlah trombosit dalam tubuh menurun atau berkurang dari jumlah normalnya (Trombositpenia)
  • Kondisi akut dari leukopenia (Agranulositosis)
  • Jenis kelainan darah yang disebabkan oleh kegagalan sumsum tulang (Anemia aplastik)
  • Gangguan yang terjadi pada salah satu atau beberapa bagian darah sehingga memengaruhi jumlah dan fungsinya (Diskrasia darah).

Perhatian Khusus

  • Saat mengkonsumsi obat disarankan minum air yang banyak untuk mencegah kristaluria.
  • Pasien dengan kegagalan fungsi ginjal.
  • Hentikan pengobatan jika sejak awal ditemukan ruam kulit atau tanda-tanda efek samping lainnya.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang hipersensitif terhadap sulfonamid atau trimetoprim.
  • Bayi 2 bulan ke bawah.
  • Penderita anemia megalobiastik.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Pirimetamin
  • Tiazid
  • Diuretik

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Terjadi kelemahan otot, perubahan mental atau mood.
  • Terjadi tanda-tanda masalah ginjal seperti perubahan jumlah urin dan adanya darah dalam urin.
  • Rasa kantuk yang ekstrim.
  • Terjadi tanda-tanda gula darah rendah seperti berkeringat tiba-tiba, gemetar, detak jantung cepat, lapar, penglihatan kabur, pusing, atau kesemutan pada tangan atau kaki.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera informasikan kepada dokter Anda. Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dari dokter.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email