Sanexon Tablet

Sanexon tablet digunakan untuk mengobati asma dan peradangan.

Deskripsi obat

Sanexon tablet digunakan untuk mengobati asma dan peradangan. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Sanexon mengandung 6-alpha-methylprednisolone.

Sanexon Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETSanexon tablet 4 mg: Rp 216.000/box per Maret 2020
KemasanSanexon tablet 4 mg dan 8 mg: 1 box isi 10 strip @ 10 tablet; Sanexon tablet 16 mg: 1 box isi 5 strip @ 6 kapsul
ProdusenSanbe

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati:

  • Asma yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara (asma bronkial).
  • Peradangan pada rongga hidung (rinitis alergi), gatal-gatal (urtikaria), kulit ruam kemerahan yang disertai rasa gatal (ekszema), peradangan pada kulit (dermatitis), peradangan hati, sistem saraf, kulit, dan sendi.
  • Penyakit peradangan, yang merupakan komplikasi dari radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus (demam rematik) akut.
  • Radang sendi (rheumatoid arthritis).
  • Anemia hemolitik.
  • Penyakit yang menyebabkan tubuh mudah memar atau berdarah.
  • Tubuh yang mudah memar karena rendahnya jumlah sel keping darah (idiopatik trombositopenik purpura) pada orang dewasa, mieloblastosis, kanker limfa (limfogranulomatosis), radang usus besar (kolitis ulseratif), kerusakan pada ginjal yang menyebabkan kadar protein di dalam urine meningkat (sindroma nefrotik), penyakit kulit, lupus eritematosus, penyakit otot langka yang seringkali didahului dengan timbulnya bercak pada kulit (dermatomiositis).
  • Supresi respons imun setelah transplantasi, sebagai terapi tambahan sitostatik atau radioterapi, sebagai pengganti pada kerusakan pada kelenjar adrenal sehingga tidak memproduksi hormon yang memadai untuk tubuh (penyakit addison) dan setelah operasi pengangkatan organ dengan menghilangkan satu atau kedua kelenjar adrenal pada tubuh (adnenalektomi).

Komposisi obat

6-α- methylprednisolone.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 4-80 mg/hari.
    • Dosis pemeliharaan: 4-8 mg/hari, dosis ditingkatkan menjadi 16 mg/hari.
  • Anak-anak:
    • Dosis awal: 0,8-1,1 mg/kg bb.
      Dihitung dengan mengalikan berat badan anak.
    • Dosis pemeliharaan: 2-4 mg/hari, dapat ditingkatkan hingga 8 mg/hari.
  • Dosis substitusi: 4-8 mg/hari, dalam keadaan stress dapat ditingkatkan menjadi 16 mg/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan.

Efek samping obat

  • Kondisi saat wajah Anda membengkak secara bertahap sehingga menjadi bulat (moon face).
  • Kelebihan berat badan (obesitas).
  • Kelemahan otot.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Penurunan toleransi glukosa.
  • Diabetes melitus.
  • Gangguan sekresi hormon sex.
  • Tukak lambung (ulkus peptikum).
  • Gangguan respons antibodi.
  • Penghambatan pertumbuhan pada anak.
  • Lensa mata menjadi keruh dan berawan (katarak).
  • Terbentuknya gumpalan darah dalam pembuluh darah (trombosis).
  • Peradangan di dalam pankreas yang terjadi secara tiba-tiba (pankreatitis).
  • Sakit kepala.
  • Vertigo.
  • Peningkatan tekanan intrakranial dengan pembengkakan yang terjadi pada saraf optik mata (papiledema).
  • Kadar elektrolit tidak seimbang (gangguan elektrolit) dan gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi cairan).
  • Gangguan sistem imun (gangguan imunologi).

Perhatian Khusus

  • Pasien tekanan darah tinggi (hipertensi) berat.
  • Pasien dengan keadaan dimana jantung tidak dapat lagi berfungsi sebagaimana mestinya (insufisiensi kardiak).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Penggunaan jangka panjang.
  • Pengunaan dihentikan secara bertahap.
  • Pasien kekurangan hormon tiroid (hipotiroid).
  • Pasien dengan kondisi rusaknya organ hati (sirosis hati).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Tukak lambung.
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Gangguan mental.
  • Infeksi usus besar dan infeksi hati (amebiasis).
  • Infeksi jamur yang dapat menyerang permukaan dan lapisan kulit hingga organ dalam tubuh manusia (infeksi mikosis sistemik).
  • Penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis).
  • Peningkatan tekanan bola mata (glaukoma sudut tertutup atau terbuka).
  • Penyakit akibat virus.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Glikosida jantung.
  • Diuretik.
  • Antidiabetik.
  • Rifampisin.
  • Fenitoin.
  • Barbiturat.
  • Asam asetilsalisilat.
  • Siklosporin.
  • Ketokonazol.
  • Troleandomisin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sanexon/sanexon?type=brief&lang=id
Diakses pada 16 Maret 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email