Sandimmun Neoral Kapsul

Sandimmun Neoral kapsul digunakan untuk mencegah terjadinya penolakan organ yang baru ditransplantasikan.

Deskripsi obat

Sandimmun Neoral kapsul digunakan untuk mencegah terjadinya penolakan organ yang baru ditransplantasikan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Sandimmun Neoral kapsul mengandung zat aktif siklosporin.

Sandimmun Neoral Kapsul
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 763.665/box (25 mg); Rp 1.373.335/box (50 mg);
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 kapsul (25 mg; 50 mg; 100 mg)
ProdusenNovartis Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

Untuk mencegah terjadinya penolakan organ yang baru ditransplantasikan.

Komposisi obat

  • Sandimmun Neoral kapsul 25 mg: siklosporin 25 mg.
  • Sandimmun Neoral kapsul 50 mg: siklosporin 50 mg.
  • Sandimmun Neoral kapsul 100 mg: siklosporin 100 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Transplantasi organ solid: 10-15 mg/kgBB/hari terbagi dlm 2 dosis, diberikan 12 jam sebelum operasi dan dilanjutkan 1-2 minggu setelah operasi. Dosis diturunkan bertahap hingga dosis pemeliharaan 2-6 mg/kgBB/hari terbagi dlm 2 dosis.
  • Transplantasi sumsum tulang:
  • Terapi awal:
    • Dosis anjuran: 12,5-25 mg/kg BB dalam 2 dosis terbagi, dimuali pada hari sebelum transplantasi.
  • Uveitis endogen:
    • Dosis awal: 5 mg/kgBB per oral dalam 2 dosis terbagi. Dosis ditingkatkan hingga 7 mg/kgBB/hari selama jangka waktu tertentu.
    • Dosis pemeliharaan: dosis diturunkan perlahan hingga dosis terapeutik terendah yang efektif, dosis tidak boleh melebihi 5 mg/kgBB/hari.
  • Psoriasis:
    • Dosis awal: 2,5 mg/kgBB/hari dikonsumsi per oral dalam 2 dosis terbagi. Jika tidak ada perbaikan setelah 1 bulan, dosis dapat ditingkatkan sebesar 0,5-1 mg/kgBB/bulan, tetapi tidak boleh melebihi 5 mg/kgBB.
  • Rheumatoid artritis: 2,5 mg/kgBB/hari terbagi dalam 2 dosis selama 6 minggu.
    • Dosis maksimal: 4 mg/kg BB.
  • Sindrom nefrotik:
    • Dewasa: 5 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis terbagi.
    • Anak-anak: 6 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis terbagi.
  • Pasien sindrom nefrotik dengan gangguan fungsi ginjal:
    • Dosis awal: 2,5 mg/kg BB ke bawah.

Dihitung dengan mengalikan dengan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dikonsumsi secara konsisten dengaan mempertimbangan jadwal pemberian dan waktu makan, kapsul ditelan secara utuh.

Efek samping obat

  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Gangguan gemetar yang tidak terkendali (tremor).
  • Sakit kepala.
  • Peningkatan kadar lemak dalam darah (hiperlipidemia).
  • Kesemutan (parestesia).
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan hati.
  • Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia).
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Penurunan kadar magnesium dalam darah (hipomagnesemia).
  • Kram otot.
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Pertumbuhan rambut secara berlebihan (hipertrikosis).
  • Kelelahan.

Perhatian Khusus

  • Lakukan pemantauan fungsi hati dan ginjal secara ketat.
  • Pemantauan siklosporin melalui darah, serum kreatinin, dan tekanan darah.
  • Hindari makanan tinggi kalium.
  • Hindari mengonsumsi obat yang mengandung kalium atau diuretik hemat kalium.
  • Hindari vaksinasi dan pemaparan sinar ultraviolet selama terapi.
  • Pasien yang sebelumnya diterapi dengan minyak kastor polietilat secara injeksi atau infus intravena.
  • Pasien penderita peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia).
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap siklosporin dan minyak kastor polioksietilat (pada pemberian secara infus intravena).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi abnormal).
  • Pasien dengan infeksi tak terkendali atau keganasan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Penggunaan bersama dengan terapi UVA atau UVB, metotreksat atau imunosupresan lainnya, terapi dengan radiasi.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aminoglikosida.
  • Amfoterisin B.
  • Siprofloksasin.
  • Kotrimoksasol.
  • Melfalan.
  • Obat antiinflamasi non steroid.
  • Antagonis reseptor H2.
  • Metotreksat.
  • Takrolimus.
  • Nifedipin.
  • Lerkanidipin.
  • Digoksin.
  • Kolkisin.
  • Prednisolon.
  • Penghambat HMG-CoA reduktase (statin).
  • Vaksin hidup.
  • Diuretik hemat kalium atau obat yang mengandung kalium.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sandimmun-sandimmun%20neoral?type=brief&lang=id
Diakses pada 18 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/neoral-sandimmune-cyclosporine-343196
Diakses pada 18 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email