Sandimmun Neoral Injeksi 5 ml

no-image-drug

Deskripsi obat

Sandimmun Neoral injeksi digunakan untuk mencegah terjadinya penolakan organ yang baru ditransplantasikan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Sandimmun Neoral injeksi mengandung zat aktif siklosporin.

Sandimmun Neoral Injeksi 5 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 365.620/box
Kemasan1 box isi 10 ampul @ 5 ml
ProdusenNovartis Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

Untuk mencegah terjadinya penolakan organ yang baru ditransplantasikan.

Komposisi obat

Tiap 1 ml: siklosporin 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • 4-12 jam sebelum transplantasi: 5-6 mg/kg BB untuk 1 dosis selama 2-6 jam.
  • Pasca transplantasi: 5-6 mg/kg BB.

Aturan pakai obat

Disuntikkan secara intravena. Penggunaan harus dibantu oleh tenaga medis.

Efek samping obat

  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Gangguan gemetar yang tidak terkendali (tremor).
  • Sakit kepala.
  • Peningkatan kadar lemak dalam darah (hiperlipidemia).
  • Kesemutan (parestesia).
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan hati.
  • Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia).
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Penurunan kadar magnesium dalam darah (hipomagnesemia).
  • Kram otot.
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Pertumbuhan rambut secara berlebihan (hipertrikosis).
  • Kelelahan.

Perhatian Khusus

  • Lakukan pemantauan fungsi hati dan ginjal secara ketat.
  • Pemantauan siklosporin melalui darah, serum kreatinin, dan tekanan darah.
  • Hindari makanan tinggi kalium.
  • Hindari mengonsumsi obat yang mengandung kalium atau diuretik hemat kalium.
  • Hindari vaksinasi dan pemaparan sinar ultraviolet selama terapi.
  • Pasien yang sebelumnya diterapi dengan minyak kastor polietilat secara injeksi atau infus intravena.
  • Pasien penderita peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia).
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap siklosporin dan minyak kastor polioksietilat (pada pemberian secara infus intravena).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi abnormal).
  • Pasien dengan infeksi tak terkendali atau keganasan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Penggunaan bersama dengan terapi UVA atau UVB, metotreksat atau imunosupresan lainnya, terapi dengan radiasi.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aminoglikosida.
  • Amfoterisin B.
  • Siprofloksasin.
  • Kotrimoksasol.
  • Melfalan.
  • Obat antiinflamasi non steroid.
  • Antagonis reseptor H2.
  • Metotreksat.
  • Takrolimus.
  • Nifedipin.
  • Lerkanidipin.
  • Digoksin.
  • Kolkisin.
  • Prednisolon.
  • Penghambat HMG-CoA reduktase (statin).
  • Vaksin hidup.
  • Diuretik hemat kalium atau obat yang mengandung kalium.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sandimmun-sandimmun%20neoral?type=brief&lang=id
Diakses pada 18 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/neoral-sandimmune-cyclosporine-343196
Diakses pada 18 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email