Sandepril Tablet 50 mg

19 Jun 2020| Arif Putra
Sandepril tablet digunakan untuk mengatasi depresi yang penyebabnya belum diketahui namun terjadi karna faktor dari dalam (depresi endogen).

Deskripsi obat

Sandepril tablet digunakan untuk mengatasi depresi yang penyebabnya belum diketahui namun terjadi karna faktor dari dalam (depresi endogen). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Sandepril tablet mengandung zat aktif maprotilin HCl.

Sandepril Tablet 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 400.000/box per Juni 2020
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (50 mg)
ProdusenMersifarma TM

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Depresi yang penyebabnya belum diketahui namun terjadi karna faktor dari dalam (depresi endogen).
  • Gangguan depresi yang membuat penderitanya merasa sedih dan putus asa sepanjang waktu (depresi mayor).
  • Gangguan psikopatologis yang ditandai dengan adanya suasana hati yang terus-menerus sedih (neurosis depresi).
  • Gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem (depresi manik).
  • Gangguan kecemasan yang berkaitan dengan depresi.

Komposisi obat

Maprotilin HCl 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 25-75 mg/hari dalam dosis tunggal atau dalam 3 dosis terbagi.
    • Depresi sedang hingga berat:
      • Dosis awal: 75 mg/hari.
      • Dosis maksimal: 150 mg/hari.

  • Pasien lanjut usia atau hipersensitif:
    • Dosis awal: 10 mg sebanyak 3 kali/hari atau 30 mg/hari dalam dosis tunggal. Sesudah 1-2 minggu dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 25 mg sebanyak 3 kali/hari atau 75 mg/hari dalam dosis tunggal.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Kejang.
  • Gejala ekstrapiramidal yang ditandai dengan gejala tremor, demam, kejang, badan kaku, dan sulit melakukan gerakan (bradikinesia).
  • Tidak dapat mengontrol dan melakukan kordinasi otot dengan baik (ataksia).
  • Kelelahan yang bersifat sementara.
  • Mengantuk.
  • Efek antikolinergik seperti mulut kering.
  • Gangguan pada kulit seperti ruam dan biduran (urtikaria).
  • Peningkatan transaminase serum.
  • Peradangan pada hari dengan atau tanpa ikterus.
  • Rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Tingginya kadar eosinofil dalam tubuh (eosinofilia).
  • Mual.
  • Gangguan kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Gangguan sistem kardiovaskular.
  • Gangguan saluran pernapasan.
  • Gangguan sistem endokrin.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien yang memiliki gangguan berkemih.
  • Pasien dengan riwayat peningkatan tekanan intraokular pada mata.
  • Pasien penderita penyakit jantung termasuk riwayat serangan jantung (infark miokard) atau pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien penderita gangguan mental yang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi atau waham, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku (skizofrenia).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhdap komponen obta ini.
  • Pasien yang memiliki riwayat epilepsi atau ambang kejang yang lemah.
  • Pasien yang baru sembuh dari serangan jantung (infark miokard).
  • Pasien dengan gangguan hambatan hantaran jantung.
  • Pasien penderita glaukoma sudut sempit.
  • Pasien dengan gangguan kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Hentikan penggunaan pada toksisitas akut dengan alkohol, hipnotik, analgesik, dan psikotropik.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat dan mania.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Guatenidin.
  • Betanidin.
  • Reserpin.
  • Metildopa.
  • Fenitoin.
  • Beta bloker.
  • Simetidin.
  • Penghambat monoamin oksidase.
  • Neuroleptik.
  • Obat simpatomimetik.
  • Alkohol.
  • Antidepresan.
  • Atropin.
  • Levodopa.
  • Penginduksi enzim hati.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sandepril%2050
Diakses pada 15 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/maprotiline-342943
Diakses pada 15 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email