Salmeterol (Alias: Salmeterol)

Terakhir ditinjau oleh dr. Virly Isella pada 07 Feb 2019
Salmeterol adalah obat bronkodilator yang dapat mengobati penyakit asma.
Salmeterol dapat digunakan mengobati bronkitis dan emfisema.

Merk dagang yang beredar:

Flutias 50, Flutias 125, Seretide

Salmeterol merupakan obat bronkodilator (pembuka saluran udara) yang digunakan untuk mengobati asma atau penyakit paru obstruktif kronis (termasuk bronkitis dan emfisema) yang bekerja dengan cara merelaksasi otot polos saluran pernapasan, membuka saluran nafas sehingga meningkatkan aliran udara yang masuk dalam saluran pernapasan. Obat ini juga digunakan untuk mencegah terjadinya mengecilnya saluran pernapasan akibat setelah berolahraga. 

Salmeterol (Salmeterol)
Golongan

Bronkodilator (beta2-agonis kerja lama)

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Obat hirup (inhaler)

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Selama menyusui, salmeterol dapat digunakan dengan hati-hati karena belum ada data yang cukup mengenai penggunaan salmeterol selama menyusui. Pastikan untuk selalu konsultasi dengan dokter sebelum penggunaannya. 

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda dan disesuaikan dengan keadaan medis Anda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Inhalasi
Asma kronis

  • Dewasa: dalam sediaan aerosol dosis terukur atau inhalasi serbuk kering: 50 mcg dua kali sehari, atau hingga 100 mcg dua kali sehari bila perlu, pada pasien asma dengan sumbatan jalan napas yang lebih berat.
  • Anak: 4–12 tahun diberikan 50 mcg dua kali sehari.

Profilaksis asma yang dipicu oleh olahraga

  • Dewasa: dalam sediaan aerosol dosis terukur atau inhalasi serbuk kering: 50 mcg setidaknya 30 menit sebelum olahraga.
  • Anak ≥4 tahun: sama dengan dosis dewasa.

Penyakit paru obstruktif kronik

  • Dewasa: dalam sediaan aerosol dosis terukur atau inhalasi serbuk kering: 50 mcg dua kali sehari.

Aturan pakai Salmeterol dengan benar

Baca sesuai petunjuk kemasan atau sesuai arahan dari dokter Anda sebelum menggunakan obat salmeterol. 

Terdapat perbedaan dalam penggunaan inhaler sesuai dengan tipe inhaler. Tanyakan pada dokter Anda bagaimana cara penggunaannya. Pada umumnya, masukan mouthpiece inhaler ke dalam mulut. Tarik nafas dengan cepat dan dalam melalui inhaler, bukan melalui hidung. Keluarkan inhaler dari mulut dan tahan nafas selama 10 detik atau selama yang dapat Anda tahan kemudian buang nafas secara perlahan. Bila Anda menggunakan lebih dari satu inhaler dalam waktu bersamaan, tunggu paling tidak satu menit antar penggunaan inhaler. 

Dosis diberikan sesuai kondisi medis. Gunakan obat ini secara teratur, jangan menggunakan obat ini terlalu sering dari yang ditentukan karena dapat menimbulkan resiko efek samping. Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian salmeterol antara lain:

  • Pada pasien asma: sakit kepala, flu, hidung tersumbat, radang pada tenggorokan, bronkitis
  • Pada pasien PPOK: batuk, sakit kepala, nyeri otot, iritasi tenggorokan, infeksi saluran pernafasan akibat virus.
  • Ruam pada kulit

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas , tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan Anda.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Gangguan sistem saraf pusat
  • Penyakit kardiovaskular

(Penggunaan salmeterol dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, dan irama jantung)

  • Diabetes Melitus

(Penggunaan salmeterol dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah

  • Kerusakan hati
  • Hipertiroid
  • Kadar kalium rendah dalam darah

(Penggunaan salmeterol dapat menurunkan kadar kalium dalam darah)

  • Gangguan kejang
  • Kehamilan dan menyusui

Terdapat beberapa kontraindikasi saat mengonsumsi salmeterol:

  • Salmeterol tidak boleh digunakan sebagai terapi tunggal dalam penatalaksanaan asma. (Salmeterol digunakan untuk tatalaksana jangka panjang asma, dan harus dikombinasi dengan kortikosteroid inhalasi)
  • Salmeterol tidak digunakan dalam penatalaksanaan status asmatikus, atau serangan akut asma atau PPOK. (Salmeterol mulai bekerja setelah 10–20 menit, dengan efek puncak tercapai dalam waktu 3 jam).

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi secara bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat secara bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu, bila perlu dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat salmeterol dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Peningkatan risiko hipokalemi (kadar kalium rendah dalam darah) bila dikonsumsi bersamaan dengan diuretik tak hemat kalium (misalnya diuretik thiazid).
  • Peningkatan risiko kardiovaskular bila dikonsumsi bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 poten (misalnya ketokonazole, ritonavir).
  • Menurunkan efek bronkodilator bila digunakan bersamaan dengan beta bloker.
  • Penggunaan salmeterol bersamaan dengan MAOI dan TCA dapat meningkatkan efek salmeterol pada sistem pembuluh darah.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Penyakit
Referensi

Hughes H. Kahl LK. The Harriet Lane Handbook 21st ed. Elsevier. 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/salmeterol-inhalation-route/description/drg-20073346
Diakses pada 20 Desember 2018.

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/serevent-diskus-salmeterol-343445#91
Diakses pada 20 Desember 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/salmeterol/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 20 Desember 2018.

NIH. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501098/
Diakses pada 20 Desember 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5576/salmeterol-inhalation/details
Diakses pada 20 Desember 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top