Salbulin inhalaler 200 dosis untuk penanganan pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma) dalam pasien dengan penyakit obstruksi saluran nafas yang reversibel.
Salbulin inhalaler 200 dosis untuk penanganan pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma) dalam pasien dengan penyakit obstruksi saluran nafas yang reversibel.
Salbulin inhalaler 200 dosis untuk penanganan pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma) dalam pasien dengan penyakit obstruksi saluran nafas yang reversibel.
Salbulin inhalaler 200 dosis untuk penanganan pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma) dalam pasien dengan penyakit obstruksi saluran nafas yang reversibel.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 inhaler @ 200 dosis
Produsen Jewim Pharmaceutical

Salbulin adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah bronkospasme pada penderita asma dan penyakit paru-paru. Obat ini termasuk golongan bronkodilator yang bekerja melemaskan otot-otot di saluran udara dan meningkatkan aliran udara ke paru-paru. Obat ini termasuk obat keras yang mengandung salbutamol.

Pengobatan untuk saat terjadi kondisi pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma) dalam pasien dengan penyakit obstruksi saluran nafas yang reversibel. Bentuk inhaler dapat digunakan untuk serangan sesak napas (dipsnea akut).

Tiap dosis: salbutamol sulphate BP 120 mcg setara salbutamol 100 mcg.

Dewasa:
Bronkospasma akut: 1-2 inhalasi dosis tunggal. 
Pemeliharaan atau profiliaksis: 2 inhalasi sebanyak 3-4 kali/hari.

Anak-anak:
Bronkospasma akut: 1 inhalasi.
Pemeliharaan atau profiliaksis: 1 inhalasi sebanyak 3-4 kali/hari (dosis dapat ditingkatkan hingga 2 inhalasi jika diperlukan).

Dihisap melalui mulut lalu dihembuskan.

  • Gugup.
  • Tremor.
  • Mual.
  • Pusing.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Detak jantung Anda berdetak lebih dari 100 kali per menit (takikardia).
  • Tekanan darah tinggi.
  • Biduran.
  • Pembengkakan akibat alergi (angioedema).

Pasien Hipersensitif terhadap komponen produk.

  • Pada pasien penyakit jantung atau pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Pada pasien dengan produksi hormon tiroid berlebihan akibat adanya gangguan pada kelenjar tiroid (hipertiroid).
  • Pada pasien dengan kandungan gula dalam darah melebihi normal dan cenderung tinggi (diabetes mellitus).
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Potensi kekurangan kalium tubuh (hipokalemia serius).
  • Monoamine oksidase inhibitor.
  • Antidepresan trisiklik.
  • β-antagonis.

Sesuai kemasan per September 2019.

Artikel Terkait