Rocer Kapsul 20 mg

26 Jan 2021
Rocer kapsul adalah obat untuk mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung.

Deskripsi obat

Rocer kapsul adalah obat untuk mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung serta mengobati gejala gastroesophageal reflux (GERD). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rocer kapsul mengandung zat aktif omeprazol.

Rocer Kapsul 20 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaOmeprazol.
Kelas terapiAntasida, agen antireflux, dan antiulser.
Klasifikasi obatPenghambat Pompa Proton (PPI).
Kemasan1 box isi 2 strip @ 10 kapsul (20 mg)
ProdusenOtto Pharmaceuticals Industries

Informasi zat aktif

Omeprazol adalah agen antisekresi lambung benzimidazole tersubstitusi dan juga dikenal sebagai penghambat pompa proton (PPI). Omeprazol bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung Anda. Ini dilakukan dengan memblokir sistem di sel-sel perut Anda yang disebut pompa proton. Pompa proton bekerja pada tahap akhir produksi asam. Ketika pompa proton diblokir, maka asam lambung akan berkurang.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, omeprazol memiliki status:

  • Absorpsi: Cepat tetapi diabsorbsi secara bervariasi dari saluran gastrointestinal. Ketersediaan hayati: Sekitar 30-40%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 0,5-3,5 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Pengikatan protein plasma sekitar 95%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Eskresi: Terutama melalui urin (kira-kira 77% sebagai metabolit, jumlah kecil sebagai obat tidak berubah); feses (jumlah kecil). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 0,5-3 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati kondisi yang disebabkan oleh terlalu banyak produksi asam oleh lambung, seperti:

  • Penyakit yang menimbulkan rasa sensasi terbakar pada dada yang disebabkan karena asam lambung naik ke kerongkongan (gastroesophageal reflux (GERD)).
  • Kerusakan terkait asam pada esofagus, saluran yang menghubungkan mulut ke perut (esofagitis erosif), luka pada dinding lambung (tukak lambung), atau luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Penyakit di mana tumor menyebabkan perut memproduksi terlalu banyak asam, yang menyebabkan tukak lambung (sindrom Zollinger-Ellison).
  • Infeksi lambung yang disebabkan oleh Helicobacter pyloribacteria.

Omeprazol termasuk dalam kelas obat yang disebut inhibitor pompa proton (PPI). Omeprazol bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung Anda. Ini dilakukan dengan memblokir sistem di sel-sel perut Anda yang disebut pompa proton. Pompa proton bekerja pada tahap akhir produksi asam. Ketika pompa proton diblokir, asam lambung Anda berkurang sehingga dapat membantu mengurangi gejala seperti mual, perut kembung, dan muntah.

Komposisi obat

Omeprazol 20 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Luka pada dinding lambung atau usus 12 jari: 20 mg/hari selama 4-8 minggu.
  • Reflus esofagitis: 20 mg/hari selama 4- 8 minggu. Beberapa kasus 40 mg/hari selama 8 minggu.
  • Terapi infeksi bakteri H. pylori: 40 mg/hari dengan kombinasi dengan 1,5 g amoksisilin selama 2 minggu atau 40 mg/hari dengan kombinasi dengan 500 mg klaritromisin sebanyak 3 kali/hari selama 2 minggu
  • Untuk pemakaian jangka panjang: 10-20 mg/hari.
  • Sindrom Zollinger-Ellison: 60 mg/hari.

Aturan pakai obat

Harus dikonsumsi dengan makanan atau dikonsumsi segera sebelum makan.

Efek samping obat

  • Sakit perut, seperti merasa mual atau perut kembung dan muntah.
    Tetap pada makanan sederhana, hindari makanan kaya atau pedas. Jika gejalanya parah atau tidak kunjung hilang, beri tahu dokter Anda.
  • Diare.
    Minum banyak air. Jika berlanjut atau menjadi parah, beri tahu dokter Anda.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Usahakan untuk makan makanan yang seimbang dan minum beberapa gelas air setiap hari.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala terus berlanjut, beri tahu dokter Anda.
  • Kelelahan.
  • Kesemutan (paresthesia).
  • Pusing hingga membuat penderitanya merasa seperti berputar (vertigo).
  • Penurunan kadar magnesium dalam tubuh (hipomagnesia).
  • Pasien yang mengalami patah tulang terkait osteoporosis.
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan defisiensi vitamin B12.
  • Infeksi saluran cerna.
  • Nyeri punggung.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Batuk.
  • Ruam, peradangan pada kulit (dermatitis), dan gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan simpanan tubuh yang berkurang atau faktor risiko untuk penyerapan vitamin B12 yang berkurang.
  • Pasien yang mengalami lupus.
  • Pasien yang berisiko mengalami pemgeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan rocer kapsul pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang mengonsumsi obat omeprazol.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Nelfinavir dan atazanavir.
    Omeprazol dapat menurunkan konsentrasi nelfinavir dan atazanavir dalam plasma sehingga efek obat tersebut akan berkurang.
  • Diuretik.
    Meningkatkan risiko penurunan kadar megnesium dalam darah (hipomagnesemia) dengan diuretik.
  • Takrolimus dan metotreksat.
    Omeprazol dapat meningkatkan konsentrasi plasma takrolimus dan metotreksat.
  • Itrakonazol, ketokonazol, posakonazol, dan erlotinib.
    Amlodipin dapat menurunkan penyerapan itrakonazol, ketokonazol, posakonazol, dan erlotinib.
  • Diazepam, fenitoin, dan cilostazol.
    Omeprazol dapat menurunkan metabolisme diazepam, fenitoin, cilostazol.
  • Klopidogrel.
    Omeprazol dapat mengurangi aktivitaas klopidogrel.
  • Digoksin.
    Omeprazol dapat meningkatkan kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) digoksin sehingga dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit perut yang parah, diare yang berair atau berdarah.
  • Nyeri baru atau tidak biasa di pergelangan tangan, paha, pinggul, atau punggung.
  • Kejang.
  • Masalah ginjal seperti gejala sedikit atau tidak ada buang air kecil, darah dalam urine Anda, bengkak, penambahan berat badan yang cepat.
  • Magnesium rendah yang ditandai dengan gejala pusing, detak jantung tidak teratur, perasaan gelisah, kram otot, kejang otot, batuk atau perasaan tersedak.
  • Gejala lupus yang baru atau memburuk seperti nyeri sendi, dan ruam kulit di pipi atau lengan yang memburuk di bawah sinar matahari.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/omeprazole?mtype=generic
Diakses pada 29 September 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/omeprazole-oral-capsule#take-as-directed
Diakses pada 29 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/omeprazole.html
Diakses pada 29 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/omeprazole-to-reduce-stomach-acid-losec-mepradec-prilosec
Diakses pada 29 September 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/omeprazole/
Diakses pada 29 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a693050.html
Diakses pada 29 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3766-2250/omeprazole-oral/omeprazole-delayed-release-tablet-oral/details
Diakses pada 29 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email