Risteon Tablet

05 Jan 2021| Ajeng Prahasta
no-image-drug

Deskripsi obat

Risteon tablet adalah suplemen untuk menjaga kesehatan persendian, serta membantu mengatasi nyeri, peradangan, dan pembengkakan pada sendi. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli bebas. Risteon tablet mengandung zat aktif glucosamine hydrochloride, chondroitin sulfate, metyl sulfonyl methane (MSM), vitamin C, selenium, zinc, mangan, dan magnesium gliserofosfat.
Glucosamine, chondroitin, dan MSM yang terkandung dalam suplemen ini merupakan kombinasi obat yang efektif menjaga kesehatan sendi dan membantu proses regenerasi jaringan sendi yang mengalami kerusakan, seperti osteoarthritis. Kombinasi obat ini juga dapat mengatasi gangguan otot yang disebabkan olahraga dan peradangan sendi lainnya.
Suplemen ini juga mengandung vitamin C. Vitamin ini berperan dalam menjaga kepadatan tulang dan mampu memproduksi kolagen dalam tubuh. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan terjadinya nyeri sendi, sehingga tubuh membutuhkan asupan vitamin C yang cukup untuk mencegah hal tersebut.
Selain kandungan tersebut, suplemen ini dilengkapi juga dengan kandungan selenium, zinc, mangan, dan magnesium yang merupakan mineral penting untuk mendukung pembentukan tulang rawan dan menghambat kerusakan pada tulang rawan.

Risteon Tablet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaGlucosamine hydrochloride, chondroitin sulfate, methyl sulfonyl methane (MSM), selenium, zinc, mangan, dan agnesium gliserofosfat.
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 6 kaplet
ProdusenYarindo Farmatama

Informasi zat aktif

Glucosamine, vitamin C, mangan, dan zinc merupakan beberapa komposisi Risteon tablet.

Glucosamine merupakan zat alami yang merangsang produksi glikosaminoglikan yang bertanggung jawab untuk pembentukan tulang rawan dalam tubuh. Zat ini juga dapat digunakan sebagai suplemen kesehatan untuk mengatasi gangguan ligamen, otot, dan saraf (muskuloskeletal), serta sendi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, glucosamine diketahui memiliki status:

  • Distribusi: Volume distribusi kira-kira 2,5-5 liter.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine.

Vitamin C dibutuhkan dalam proses pembentukan kolagen. Vitamin ini juga berperan penting dalam pembentukan tulang rawan pada sendi dan menjaga kesehatan persendian.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin C diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma: Sekitar 25%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui urine (sebagai obat yang tidak berubah dan metabolit tidak aktif). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 10 jam.

Mangan merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan kepadatan tulang, sehingga dapat membantu pertumbuhan tulang secara optimal. Selain itu, mangan juga dapat mengurangi nyeri yang disebabkan peradangan sendi (osteoarthritis).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, mangan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: 3 hingga 50%.
  • Ekskresi: Terutama melalui empedu, tetapi dapat dikeluarkan dalam pankreas atau dikembalikan ke usus.

Zinc adalah senyawa kimia nonprotein yang diperlukan untuk aktivitas biologis protein (kofaktor) dari berbagai enzim yang terlibat dalam pembelahan dan pertumbuhan sel, penghilangan radikal bebas berbahaya, dan perkembangan normal, serta pemeliharaan sistem kekebalan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, zinc diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Tidak terserap secara sempurna di saluran pencernaan.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh dengan konsentrasi tertinggi di otot, tulang, kulit, mata, dan cairan prostat. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. 
  • Ekskresi: Terutama melalui feses. Jumlah kecil melalui urine dan keringat.

Indikasi (manfaat) obat

  • Memelihara kesehatan persendian.
  • Mengatasi kekakuan sendi dan meringankan nyeri sendi yang disebabkan arthritis atau radang sendi.
  • Mencegah dan mengobati peradangan sendi (osteoarthritis).
  • Memenuhi nutrisi mineral dan vitamin yang dibutuhkan untuk pembentukan tulang rawan.
  • Mengurangi dan menghambat terjadinya kerusakan pada tulang rawan.

Glucosamine dalam suplemen ini berfungsi untuk membentuk cairan antar persendian. Chondroitin mampu menghambat kerusakan pada tulang rawan, sedangkan methyl sulfonyl methane mampu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan sendi yang disebabkan peradangan.
Vitamin C merupakan antioksidan kuat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sendi dan memiliki fungsi kekebalan tubuh yang bermanfaat untuk penderita artritis. Selain itu, vitamin C juga mampu membantu meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh.
Komponen mineral dalam Risteon kaplet memiliki peran penting dalam persendian. Misalnya, selenium dan mangan mampu mengurangi risiko terjadinya peradangan sendi. Lalu, zinc dapat mengatasi masalah sendi, memperbaiki dan menambah elastisitas tulang rawan, serta mengatasi rasa sakit dan mengurangi peradangan sendi. Sementara, magnesium dapat memperkuat tulang dan sendi.

Komposisi obat

  • Glucosamine hydrochloride 500 mg.
  • Chondroitin sulfate 400 mg.
  • Methyl sulfonyl methane (MSM) 200 mg.
  • Selenium 15 mcg.
  • Zinc 5 mg.
  • Mangan 50 mcg.
  • Magnesium gliserofosfat 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 kaplet sebanyak 1-3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makanan atau sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Apabila terjadi tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Tanyakan apoteker apakah Anda harus minum obat dengan makanan. Hindari makanan berlemak atau gorengan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, serta dapat meningkatkan risiko mual. Hindari berbaring telentang saat beristirahat. Minumlah obat sebelum tidur karena tidur bisa menyebabkan mual.
  • Muntah.
    c
  • Gatal.
  • Mulas.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Jantung berdebar.
  • Mengantuk.
  • Sakit kepala.

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat kering dan sejuk serta terhindar dari sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita penyakit hati kronis.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien yang mengalami asma.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien dengan kolesterol tinggi.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien yang akan menjalani operasi.
  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah.
  • Penderita kanker prostat.
  • Pasien dengan gangguan jantung.
  • Pasien dengan gangguan ginjal.

Kategori kehamilan

Informasi mengenai keamanan penggunaan Risteon tablet pada masa kehamilan dan menyusui masih kurang. Sebaiknya hindari mengonsumsi suplemen ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen suplemen ini.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Warfarin.
    Warfarin digunakan untuk memperlambat pembekuan darah. Mengonsumsi suplemen ini dapat meningkatkan efek warfarin pada pembekuan darah. Hal ini dapat menyebabkan memar dan pendarahan serius.
  • Antibiotik.
    Suplemen ini dapat menurunkan kadar antibiotik yang diserap tubuh. Mengonsumsi suplemen ini bersama antibiotik dapat menurunkan efektivitas antibiotik dalam mengatasi infeksi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernafas, serta pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Sesuai kemasan per Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-807/glucosamine-sulfate
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-744/chondroitin-sulfate
Diakses pada 2 Desember 2020

Healthline. https://www.medicalnewstoday.com/articles/265748
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-22201/methylsulfonylmethane-oral/details
Diakses pada 2 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/npp/methylsulfonylmethane-msm.html#:~:text=MSM%20is%20commonly%20used%20for,to%20verify%20these%20potential%20uses.
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-182/manganese
Diakses pada 2 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/npp/willow-bark.html
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-961/ginger
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/supplement-guide-selenium#1
Diakses pada 2 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/selenium.html
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zinc
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-182/manganese
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-998/magnesium
Diakses pada 2 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/magnesium.html
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-955/willow-bark
Diakses pada 2 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email