Risperidone

Risperidone digunakan untuk mengobati gangguan mental atau mood

Risperidone digunakan untuk mengobati gangguan mental atau mood

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Noprenia, Neripros, Nodiril, Persidal, Rizodal, Risperidone OGB Dexa, Zofredal.

Deskripsi obat

Risperidone digunakan untuk mengobati gangguan mental atau mood, seperti gangguan bipolar, skizofrenia, dan mudah marah yang berhubungan dengan gangguan autistik. Obat ini termasuk dalam golongan obat antipsikotik atipikal yang dapat membantu pasien berpikir jernih.

Risperidone biasa digunakan untuk mengobati skizofrenia pada orang dewasa dan remaja yang berusia 13 tahun ke atas. Obat ini juga diberikan untuk membantu mengurangi gejala gangguan bipolar pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia 10 tahun atau lebih.

Selain itu, obat ini pun dapat memperbaiki masalah perilaku pada anak autis yang berusia 5 hingga 16 tahun.

Risperidone (Risperidon)
GolonganKelas terapi : Antipsikotik
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, sirup, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Ada beberapa efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan risperidone, antara lain:

  • Sakit kepala
    Pastikan Anda beristirahat. Minumlah banyak air dan hindari alkohol. Anda bisa minum obat penghilang rasa sakit setiap hari, seperti paracetamol. Konsultasikan dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Mengantuk
  • Kelelahan
  • Gerakan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor)
  • Gangguan otot
  • Kecemasan
  • Gelisan
  • Suasana hati tertekan
  • Mulut kering
  • Sakit perut
  • Diare
  • Sembelit
  • Peningkatan berat badan
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan risperidone pada kondisi:

  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan irama jantung
  • Stroke atau serangan jantung
  • Diabetes
  • Jumlah sel darah putih yang rendah
  • Penyakit ginjal atau hati
  • Kejang
  • Kanker payudara
  • Penurunan kepadatan mineral tulang
  • Kesulitan menelan
  • Penyakit Parkinson
  • Dehidrasi

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan risperidone pada pasien yang alergi terhadap risperidone

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan nicotinamide pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Demam
  • Otot kaku
  • Kebingungan
  • Berkeringat
  • Detak jantung cepat atau tidak merata
  • Gerakan otot gelisah di wajah atau leher
  • Tremor atau gemetar tidak terkendali
  • Kesulitan menelan
  • Perasaan pusing
  • Pingsan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu, bila perlu dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan risperidone dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Obat antihipertensi dan obat depresi
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan efek obat tersebut.
  • Obat antiaritmia dan antidepresan trisiklik
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko perpanjangan QT atau gangguan irama jantung.
  • Levodopa dan agonis dopamin
    Risperidone dapat melawan kerja obat levodopa dan agonis dopamin lainnya.
  • Rifampisin dan fenobarbital
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menurunkan kadar obat tersebut.
  • Fluoxetine, paroxetine atau verapamil
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan konsentrasi plasma obat tersebut, sehingga dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/nicotinamide-riboside#benefits
Diakses pada 25 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6283-2034/risperidone-oral/risperidone-oral/details
Diakses pada 25 Januari 2021

Drugbank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00734
Diakses pada 25 Januari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/risperdal-drug.htm
Diakses pada 25 Januari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drg-20067189?p=1
Diakses pada 25 Januari 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/risperidone
Diakses pada 25 Januari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/risperidone-oral-tablet#2
Diakses pada 25 Januari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/risperidone?mtype=generic
Diakses pada 25 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/risperidone.html
Diakses pada 25 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a694015.html
Diakses pada 25 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email