Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Risperidone (Alias: Risperidon)

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Risperidone adalah obat antipsikotik yang dapat mengobati gangguan mental tertentu
Risperidone obat untuk mengobati gangguan mood dan mental dan membantu pasien berpikir jernih.

Merk dagang yang beredar:

Noprenia, Neripros, Nodiril, Persidal, Rizodal, Risperidone OGB Dexa, Zofredal.

Risperidone merupakan obat antipsikotik yang digunakan untuk mengobati gangguan mental tertentu, membantu berpikir jernih dalam kegiatan beraktivitas sehari-hari. Obat ini bekerja dengan menghambat reseptor serotonin sehingga mengembalikan keseimbangan zat alami dalam otak.

Risperidone (Risperidon)
Golongan

Antipsikotik generasi kedua

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, sirup, dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter bervariasi berdasarkan kondisi medis individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Skizofrenia

Intramuskular

  • Dewasa: Berikan risperidon oral selama beberapa hari untuk menilai toleransi sebelum memulai pengobatan. Pasien yang belum menerima risperidon oral: 25 mg setiap 2 minggu. Pasien yang mendapat risperidon oral setidaknya selama 2 minggu dengan dosis <4 mg setiap hari: 25 mg setiap 2 minggu. Pasien yang mendapat risperidon oral setidaknya 2 minggu dalam dosis >4 mg sehari: 37,5 mg setiap 2 minggu. Lanjutkan risperidone oral untuk 3 minggu pertama setelah suntikan pertama.
  • Lansia: Tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Skizofrenia

Oral

  • Dewasa: Dimulai dengan 2 mg setiap hari, dapat dinaikkan menjadi 4 mg pada hari ke-2, dosis dapat disesuaikan lebih lanjut jika diperlukan. Dosis diberikan dalam 1-2 dosis terbagi. Pemeliharaan: 4-6 mg setiap hari. Maks: 16 mg setiap hari.
  • Lansia: Dimulai dengan 0,5 mg dua kali sehari kemudian dapat ditingkatkan dengan menambahkan 0,5 mg secara bertahap hingga 1-2 mg dua kali sehari.

Gangguan bipolar episode mania akut

Oral

  • Dewasa: Dimulai dengan 2 mg satu kali sehari. Dapat ditambahkan 1 mg setiap hari dengan interval minimal 24 jam. Maks: 6 mg setiap hari.
  • Lansia: Dimulai dengan 0,5 mg dua kali sehari kemudian ditambahkan 0,5 mg secara bertahap hingga 1-2 mg dua kali sehari.

Demensia sedang hingga berat pada penyakit Alzheimer

Oral

  • Dewasa: Dimulai dengan 0,25 mg dua kali sehari. Penyesuaian dosis dilakukan dengan menambahkan 0,25 mg pada hari berikutnya. Umumnya dosis 0,5 mg dua kali sehari (hingga 1 mg dua kali sehari jika diperlukan). Durasi maksimal: 6 minggu.

Conduct disorder

Oral

  • Anak: 5-18 tahun lebih dari 50 kg: Dimulai dengan 0,5 mg satu kali sehari. Penyesuaian dosis dilakukan dengan menambahkan 0,5 mg sekali sehari pada hari berikutnya. Umumnya dosis 1 mg satu kali sehari, beberapa mungkin memerlukan hingga 1,5 mg satu kali sehari. Berat badan <50 kg: Dimulai dengan 0,25 mg satu kali sehari. Penyesuaian dosis dilakukan dengan menambahkan 0,25 mg sekali sehari pada hari berikutnya. Dosis biasa: 0,5 mg sekali sehari, beberapa mungkin memerlukan hingga 0,75 mg sekali sehari.

Aturan pakai Risperidone dengan benar

Ikuti saran dan resep dokter.

  • Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan.
  • Gunakan alat pengukur khusus jika obat berbentuk cair
  • Dosis obat diberikan berdasarkan usia, kondisi medis, dan respons terhadap pengobatan.
  • Terapi dimulai dengan dosis rendah kemudian dinaikkan secara bertahap untuk menghindari efek samping.

Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Efek Samping

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan obat ini:

  • Kejang otot
  • Agitasi
  • Nyeri kepala
  • Efek ekstrapiramidal: dispepsia, mual, muntah, nyeri perut, konstipasi, pandangan kabur
  • Disfungsi seksual: priapismus, inkontinensia urin, ruam dan reaksi alergi lainnya,
  • Kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, pusing
  • Berat badan bertambah
  • Perubahan mental

Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang berpotensi fatal seperti sindrom neuroleptik maligna, gangguan sistem serebrovaskular (seperti stroke, transient ischemic attack), agranulositosis.

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau memburuk.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular (misalnya riwayat iskemia atau infark miokard, gagal jantung, kelainan konduksi).
  • Pada penyakit serebrovaskular
  • Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan hipotensi seperti hipovolemia dan dehidrasi
  • Hindari menghentikan terapi secara mendadak
  • Gangguan hati dan ginjal.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Dapat meningkatkan risiko mortalitas pada lansia dengan psikosis yang berkaitan dengan demensia
  • Obat ini dapat menurunkan ambang kejang dan harus digunakan secara berhati-hati pada individu dengan penyakit kejang atau berisiko mengalami kejang
  • Penggunaan obat antipsikotik pada pasien dengan gangguan mood harus diawasi karena dapat menimbulkan perburukan mood, perilaku dan menimbulkan ide bunuh diri

Interaksi

Mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. Menggunakan telmisartan dengan obat-obatan lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi:

  • Meningkatkan efek obat antihipertensi dan obat depresi sistem saraf pusat
  • Meningkatkan risiko perpanjangan QT ketika diberikan dengan obat yang dapat menyebabkan efek tersebut (seperti obat antiaritmia, antidepresan trisiklik)
  • Dapat mengantagonis kerja obat levodopa dan agonis dopamin lainnya
  • Menurunkan kadar zat aktif antipsikotik risperidone dengan obat karbamazepin dan obat peningkat kerja enzim (seperti rifampisin, fenobarbital)
  • Meningkatkan konsentrasi plasma dengan fluoxetine, paroxetine atau verapamil.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Nature. https://www.nature.com/articles/261717a0
Diakses 13 Juni 2019

Mims. http://mims.com/indonesia/drug/info/risperidone/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 4 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6283-2034/risperidone-oral/risperidone-oral/details
Diakses pada 4 Desember 2018

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/risperidone-oral-route/description/drg-20067189
Diakses pada 4 Desember 2018

Artikel Terkait:
Back to Top