Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Rifampicin (Alias: Rifampisin)

Ditulis oleh Olivia
Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Rifampicin adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan menghentikan pertumbuhan bakteri.
Rifampicin digunakan untuk pengobatan, pencegahan tuberkulosis dan infeksi bakteri lain.

Merk dagang yang beredar:

Corifam, Famri, Herofam, Kalrifam, Lanarif, Merimac, Pro Tb 3 Kids, Pro Tb4, Prolung, Restibi Z, Restibi ZE, Rif, Rifabiotic, Rifam, Rifampin, Rifampisin, Rifamtibi, Rifanh, Rimactane, Rimactazid Rimactazid Paed, Rimcure 3-FDC, Rimcure Paed, Rimstar 4-FDC, Tb Rif, TB-5, Tibiq 1, Tibiq 2.

Rifampicin digunakan untuk mencegah dan mengobati tuberkulosis dan infeksi bakteri lainnya. Rifampicin juga digunakan untuk mencegah penyebaran bakteri pada pasien yang tidak menunjukan gejala infeksi. Obat ini bekerja dengan mencegah dan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Rifampicin (Rifampisin)
Golongan

Antibiotik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Kapsul, cair, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena
Tuberkulosis

  • Dewasa: 10 mg/kgBB sekali sehari melalui infus. (Maksimal 600 mg/hari)
  • Anak: dosis sama seperti orang dewasa.

Oral
Tuberkulosis

  • Dewasa: 8-12 mg/kgBB sekali sehari. Berat badan < 50 kg: 450 mg/hari. Berat badan > 49: 600 mg/hari.
  • Anak: 10-20 mg/kgBB/hari. (Maksimal 600 mg/hari)

Aturan pakai Rifampicin dengan benar

Ikuti aturan aturan pakai yang tertera pada kemasan sebelum menggunakan obat ini. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis yang sesuai dengan kondisi Anda.

Obat ini sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong. Obat ini dikonsumsi 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Jika Anda tidak dapat menelan bentuk kapsul, kapsul dapat dibuka dan dituang untuk dikonsumsi. Jika obat dalam bentuk cair, kocok botol terlebih dahulu sebelum diminum dan gunakan alat pengukur dosis yang sudah ditentukan.

Minumlah obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar mendapatkan efek yang maksimal. Anda bisa menggunakan alat pengingat waktu (alarm) untuk membantu Anda mengingat. Tetap minum obat ini bahkan jika sudah merasa lebih baik sesuai yang dianjurkan oleh dokter. Menghentikan pengobatan terlalu cepat memungkinkan bakteri untuk tumbuh kembali.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan obat ini:

  • Perubahan warna urin, tinja, keringat, liur, dahak dan cairan tubuh lain menjadi oranye-kemerahan
  • Wajah memerah dan gatal
  • Sindrom seperti flu (demam, menggigil, sakit kepala, pusing, nyeri tulang, sesak nafas, malaise)
  • Gangguan pencernaan (mual, muntah, anoreksia, diare, nyeri ulu hati)
  • Colitis pseudomembran
  • Leukopenia
  • Anemia hemolitik
  • Gangguan fungsi ginjal dan gagal ginjal
  • Gangguan menstruasi
  • Edema
  • Miopati
  • Tromboflebitis
  • Iritasi mata dan gangguan penglihatan
  • Anafilaksis

Obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang fatal seperti kerusakan hati, hipotensi, takikardia sinus, aritmia ventrikel, kejang dan henti jantung, trombositopenia dan purpura.

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau memburuk.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi medis seperti:

  • Riwayat alkoholisme
  • Gangguan hati dan ginjal
  • Lansia, anak kurang dari 2 tahun, malnutrisi
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap rifampicin
  • Ikterus
  • Penggunaan bersamaan dengan saquinavir / ritonavir.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Menggunakan rifampicin dengan obat-obatan lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi.

  • Mempercepat metabolisme dan mengurangi efek obat quinidine, phenytoin, theophylline.
  • Mengurangi kadar atovaquone dan meningkatkan kadar rifampicin jika digunakan bersamaan.
  • Mengurangi efektivitas ketoconazole dan rifampisin jika digunakan bersamaan.
  • Mengurangi penyerapan dengan antasida.
  • Meningkatkan risiko kerusakan hati dengan halotan, isoniazid, dan kombinasi saquinavir atau ritonavir

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Drugs.com. http://pionas.pom.go.id/monografi/rifampisin
Diakses pada 17 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/rifampin-oral-route/description/drg-20065839
Diakses pada 17 Desember 2018

MIMS.  https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rifampicin?mtype=generic
Diakses pada 17 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1744/rifampin-oral/details
Diakses pada 17 Desember 2018

Back to Top