Riboflavin

21 Feb 2020| Dina Rahmawati
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Perubahan warna urine merupakan efek samping dari mengonsumsi obat ini

Riboflavin adalah obat untuk mencegah ataupun mengobati kurangnya riboflavin (vitamin B2) dalam tubuh

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Ribo-100, Ribo-2

Deskripsi obat

Riboflavin adalah vitamin yang digunakan untuk mencegah kurangnya kadar riboflavin (vitamin B2), mengobati rendahnya kadar riboflavin, dan mengobati anemia mikrositik. Jika tubuh kekurangan riboflavin, dapat mengakibatkan sensitivitas mata, mata gatal dan terasa terbakar, lidah sakit, gatal dan mengelupas pada hidung, serta luka di mulut.

Riboflavin
Golongan

Suplemen vitamin

Kategori obat

Obat bebas

Bentuk sediaan obat

Tablet atau kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori A: Penelitian terkontrol pada wanita tidak menunjukkan risiko terhadap janin di trimester pertama kehamilan dan tidak ada bukti adanya risiko pada trimester selanjutnya, sehingga kecil kemungkinan adanya bahaya terhadap janin.

Namun, jika dosis yang digunakan lebih besar maka menjadi kategori C untuk kehamilan.

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan riboflavin selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi vitamin.

Oral

  • Mencegah kekurangan riboflavin

Dewasa: 1-2 mg setiap hari.

  • Mengobati kekurangan riboflavin

Dewasa: Hingga 30 mg setiap hari dalam dosis terbagi.

Anak-anak: 3-10 mg setiap hari.

  • Mengobati anemia mikrositik

Dewasa: Berhubungan dengan pembesaran limpa dan kekurangan enzim glutation reduktase: 10 mg setiap hari selama 10 hari.

Efek samping obat

Pemakaian obat atau vitamin dapat memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Riboflavin dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Warna urine berubah menjadi kuning cerah
  • Diare pada sebagian orang

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Perhatian Khusus

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat atau vitamin mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat atau vitamin secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau menggantinya.

Mengonsumsi riboflavin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan interaksi berikut:

  • Peningkatan absorpsi yang dipengaruhi oleh penggunaan bersama dengan propantelin bromida

Selain itu, dapat terjadi peningkatan absorpsi jika dikonsumsi bersama dengan makanan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

MIMS. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/riboflavin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 29 Agustus 2019

Web MD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 29 Agustus 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email