Rhomuz Tablet 2 mg

Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 84.480/box (2 mg) per September 2019
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (2 mg)
Produsen
Pharos Indonesia
Rhomuz tablet adalah obat untuk mengobati penyakit diare yang berlangsung selama 2 minggu ke bawah (akut) atau 2 minggu ke atas (kronis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rhomuz tablet mengandung zat aktif loperamid.
  • Mengobati penyakit diare akut ataupun diare kronis.

Loperamid adalah obat untuk mengatasi diare yang bekerja dengan mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke dalam usus dan dengan memperlambat gerakan usus sehingga mengurangi jumlah buang air besar.

Loperamid 2 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Diare akut:
    • Dosis awal: 2 tablet/hari.
    • Dosis Maksimal: 8 tablet/hari.
  • Diare kronis:
    • Dosis awal: 2-4 tablet/hari.
    • Dosis maksimal: 8 tablet/hari.

Anak-anak:

  • 4-8 tahun:
    • Diare akut: ½ tablet sebanyak 3-4 kali/hari.
  • 8-12 tahun:
    • Diare akut: 1 tablet sebanyak 4 kali/hari.
  • 12 tahun ke atas:
    • Diare akut: 2-4 tablet/hari.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
    Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Pasien dengan kondisi ketika ada gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebapkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen).
  • Pasien dengan kondisi ketika otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Pasien dengan kondisi peradangan kronis yang terjadi pada usus besar.
  • Pasien disentri akut.
  • Pasien dengan kondisi peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami demam tinggi.
  • Pasien penderita infeksi diare.
  • Pasien yang mengalami diare berdarah.
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan antibiotik spektrum luas.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Hindari penggunaan sebagai terapi primer pasien disentri akut.
  • Pasien diare yang disebabkan karena infeksi bakteri.
  • Pasien penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita penyumbatan pada pilorus.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih.
  • Dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus).
  • Kuinidin, amiodaron, ritonavir, gemfibrozil, ketokonazol, dan itrakonazol.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar atau efek dari loperamid.

Sesuai kemasan per September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4789-4025/loperamide-oral/loperamide-oral/details
Diakses pada 24 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/loperamide.html
Diakses pada 24 Juli 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/imodium-drug.htm#precautions
Diakses pada 24 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/loperamide/
Diakses pada 24 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

8 Penyebab Perut Kembung yang Mengganggu

Penyebab perut kembung harus segera diketahui dan diatasi. Dengan mengetahui penyebab perut kembung, pengobatan terbaiknya pun dapat dicari. Kenalilah berbagai penyebab perut kembung yang bikin hari Anda tidak nyaman ini.
08 Jul 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
8 Penyebab Perut Kembung yang Mengganggu

Tak Hamil, tapi Terlambat Menstruasi? 7 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Terlambat menstruasi adalah masa menstruasi yang tidak datang lebih dari 35 hari. Umumnya ini adalah pertanda kehamilan jika Anda melakukan hubungan seksual sebelumnya.
18 Jun 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Tak Hamil, tapi Terlambat Menstruasi? 7 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

5 Jenis Buah untuk Penderita Diare yang Bisa Dikonsumsi

Buah untuk diare, seperti pisang, apel, dan melon baik dikonsumsi oleh penderita diare. Jenis buah ini mengandung vitamin dan mineral penting sehingga mempercepat proses pemulihan penderita diare.Baca selengkapnya
5 Jenis Buah untuk Penderita Diare yang Bisa Dikonsumsi