Rhomuz Tablet 2 mg

Rhomuz tablet adalah obat untuk mengatasi diare baik akut ataupun diare kronis.

Deskripsi obat

Rhomuz tablet adalah obat untuk mengobati penyakit diare yang berlangsung selama 2 minggu ke bawah (akut) atau 2 minggu ke atas (kronis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rhomuz tablet mengandung zat aktif loperamid.

Rhomuz Tablet 2 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 84.480/box (2 mg) per September 2019
Kandungan utamaLoperamid.
Kelas terapiAntidiare.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (2 mg)
ProdusenPharos Indonesia

Informasi zat aktif

Loperamid adalah golongan agonis opioid, berikatan dengan reseptor opioid langsung di dinding usus pada otot usus sirkuler dan longitudinal sehingga, mengurangi peristaltik propulsi dan memperpanjang waktu transit, dan meningkatkan penyerapan air dan elektrolit.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, loperamid diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: buruk, diserap di saluran pencernaan. Ketersediaan hayati: sekitar 0,3%.
  • Distribusi: buruk, didistribusikan ke otak. Memasuki ASI (jumlah kecil). Ikatan protein plasma: sekitar 95%, terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati melalui demetilasi N oksidatif terutama oleh isoenzim CYP2C8 dan CYP3A4, dan pada tingkat lebih rendah oleh isoenzim CYP2B6 dan CYP2D6 untuk membentuk desmethylloperamide. Mengalami efek first-pass yang signifikan.
  • Ekskresi: terutama melalui feses (sebagai obat dan metabolit yang tidak berubah); air seni. Waktu paruh eliminasi: kira-kira 10 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati penyakit diare akut ataupun diare kronis.

Loperamid adalah obat untuk mengatasi diare yang bekerja dengan mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke dalam usus dan dengan memperlambat gerakan usus sehingga mengurangi jumlah buang air besar.

Komposisi obat

Loperamid 2 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Diare akut:
    • Dosis awal: 2 tablet/hari.
    • Dosis Maksimal: 8 tablet/hari.
  • Diare kronis:
    • Dosis awal: 2-4 tablet/hari.
    • Dosis maksimal: 8 tablet/hari.

Anak-anak:

  • 4-8 tahun:
    • Diare akut: ½ tablet sebanyak 3-4 kali/hari.
  • 8-12 tahun:
    • Diare akut: 1 tablet sebanyak 4 kali/hari.
  • 12 tahun ke atas:
    • Diare akut: 2-4 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Pusing.
    Jika loperamid membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Perut kembung.
    Hindari makanan yang menyebabkan angin seperti lentil, kacang-kacangan, dan bawang. Mungkin juga membantu untuk makan lebih sedikit dan lebih sering, makan dan minum perlahan, dan berolahraga secara teratur. Konsumsi produk yang bisa Anda beli dari apotek untuk membantu mengatasi angin, seperti tablet arang atau simetikon.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Hentikan penggunaan loperamid. Minum banyak air. Jika ini tidak membantu, bicarakan dengan apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Mual.
    Coba minum loperamid dengan atau setelah makan atau ngemil. Ini juga dapat membantu jika Anda tetap mengonsumsi makanan sederhana dan tidak makan makanan kaya rasa atau pedas.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita penyumbatan pada pilorus.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih.
  • Dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan rhomuz tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kondisi ketika ada gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebapkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen).
  • Pasien dengan kondisi ketika otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Pasien dengan kondisi peradangan kronis yang terjadi pada usus besar.
  • Pasien disentri akut.
  • Pasien dengan kondisi peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami demam tinggi.
  • Pasien penderita infeksi diare.
  • Pasien yang mengalami diare berdarah.
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan antibiotik spektrum luas.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Hindari penggunaan sebagai terapi primer pasien disentri akut.
  • Pasien diare yang disebabkan karena infeksi bakteri.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kuinidin, amiodaron, ritonavir, gemfibrozil, ketokonazol, dan itrakonazol.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar atau efek dari loperamid.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Diare yang berair atau berdarah.
  • Sakit perut atau kembung.
  • Diare yang sedang berlangsung atau memburuk, atau
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar, dada berdebar-debar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba (seperti Anda mungkin akan pingsan).

Sesuai kemasan per September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4789-4025/loperamide-oral/loperamide-oral/details
Diakses pada 24 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/loperamide.html
Diakses pada 24 Juli 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/imodium-drug.htm#precautions
Diakses pada 24 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/loperamide/
Diakses pada 24 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email