Rhinofed sirup 60 ml adalah obat batuk yang membantu meringankan pilek dan alergi pernapasan hidung.
Rhinofed sirup 60 ml adalah obat batuk yang membantu meringankan pilek dan alergi pernapasan hidung.
Rhinofed sirup 60 ml adalah obat batuk yang membantu meringankan pilek dan alergi pernapasan hidung.
Rhinofed sirup 60 ml adalah obat batuk yang membantu meringankan pilek dan alergi pernapasan hidung.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 36.675/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Dexa Medica

Rhinofed adalah obat yang digunakan untuk meringankan pilek dan alergi pernapasan hidung. Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif pseudoephedrine HCl, triprolidine HCl, dan sukrosa.

Membantu meringankan pilek dan alergi pernafasan hidung.

  • Tiap 5 ml:
    • Pseudoephedrine HCl 30 mg
    • Triprolidine HCl 1,25 mg
    • Sukrosa 3,35 mg
  • Dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Mengantuk.
  • Sedasi.
  • Gugup.
  • Pusing.
  • Mulut kering.
  • Hidung atau tenggorokan kering.
  • Gangguan pencernaan (mual, muntah).
  • Gangguan perhatian dan koordinasi.
  • Halusinasi (terutama pada anak-anak), sakit kepala.
  • Susah tidur.
  • Eksitasi.
  • Getaran atau menggigil yang terjadi secara tidak sadar (tremor).
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Gangguan detak jantung (aritmia).
  • Jantung terasa berdegup dengan kencang (palpitasi).
  • Sulit berkemih.
  • Alergi.

Pasien hipersensitif terhadap tripolidine HCl, pseudoephedrine HCl, acrivastine dan komponen lain dalam obat ini.

  • Pasien gangguan fungsi hati.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita kondisi ketika kelenjar prostat membesar (hipertrofi prostat).
  • Pasien dengan kondisi tingginya kadar hormon tiroid dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien gangguan jantung.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes mellitus).
  • Pasien gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Pasien asma.
  • Pasien dengan kondisi peradangan yang terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus (bronkitis).
  • Pasien dengan penyakit tumor jinak yang biasanya mengenai kelenjar adrenal (feokromositomia).
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Dapat mempengaruhi kemampuan dalam mengendai kendaraan dan mengoperasikan mesin.
  • Dekongestan.
  • Antidepresan trisiklik.
  • Obat penekan nafsu makan.
  • Amphetamine.
  • Bretylium.
  • Bethanidine
  • Guanethidine.
  • Debrisoquine.
  • Methyldopa.
  • Furazolidone.
  • Alkohol.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait