Rhinathiol Sirup 100 ml

04 Jun 2021| Ajeng Prahasta
Rhinathiol sirup adalah obat untuk mengencerkan dahak serta memudahkan pengeluaran dahak.

Deskripsi obat

Rhinathiol sirup adalah obat untuk mengencerkan dahak serta memudahkan pengeluaran dahak pada gangguan saluran pernapasan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rhinathiol sirup mengandung zat aktif karbosistein.

Rhinathiol Sirup 100 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaKarbosistein.
Kelas terapiMukolitik dan ekspektoran.
Klasifikasi obatAgen sekretolitik.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 100 ml
ProdusenAventis Pharma

Informasi zat aktif

Karbosistein adalah agen mukolitik yang mengurangi hiperplasia sel goblet dalam penanganan gangguan pernapasan yang berhubungan dengan sekresi lendir yang berlebihan atau kental secara abnormal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, karbosistein diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan baik dari saluran gastrointestinal. Ketersediaan hayati sekitar 10% ke bawah. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak kira-kira 2 jam.
  • Distribusi: Menembus jaringan paru-paru dan mukosa saluran pernapasan.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hepatik pertama melalui asetilasi, dekarboksilasi, dan sulfoksidasi.
  • Ekskresi: Melalui urin sebagai obat dan metabolit yang tidak berubah. Waktu paruh eliminasi sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi gangguan saluran pernapasan yang disertai lendir atau dahak yang berlebih, sehingga dapat digunakan pada pasien penderita penyakit:

  • Kerusakan pada alveolus atau kantong udara pada paru-paru yang menyebabkan napas menjadi pendek (emfisema).
  • Pelebaran dan penebalaan dinding cabang bronkus pada paru-paru dan terjadi secara permanen (bronkiektasis).
  • Peradangan pada saluran napas atau bronkus (bronkitis).
  • Ganggian saluran pernapasan yang disebabkan akibat debu mengendap atau masuk ke paru-paru (pneumokoniosis).

Karbosistein amerupakan obat yang dapat digunakan sebagai mukolitik atau pengencer dahak sehingga memudahkan pengeluaran dahak serta membantu mengencerkan dahak.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: karbosistein 100 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Anak-anak 5 tahun ke atas: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 3 kali/hari.
  • Bayi dan anak-anak 5 tahun ke bawah: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 1-2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Diare.
    Jika mengalami diare, konsumsi banyak cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan gejala penurunan jumlah urin atau urin berwarna gelap dan berbau tajam. Jangan konsumsi obat lain untuk mengatasi diare tanpa konsultasi ke dokter atau apoteker. Jika diare terus berlanjut segera hubungi dokter.
  • Sakit perut atau merasa sakit.
    Tetaplah konsumsi makanan yang sederhana dan jangan makan terlalu banyak serta hindari mengonsumsi makanan pedas. Cobalah untuk meminum obat ini setelah makan.
  • Perdarahan pada saluraan pencernaan.
  • Mual.
  • Muntah.

Perhatian Khusus

  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pengobatan batuk pada anak-anak terutama usia 15 tahun ke bawah.
  • Pasien dengan riwayat luka pada saluran pencernaan.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan rhinathiol sirup pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap karbosistein.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • NSAID seperti ibuprofen, naproksen, diklofenak, dan aspirin.
    Penggunaan dengan NSAID secara bersamaan dengan karbosistein dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
  • Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
  • Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika mengalami ruam kulit yang mungkin seperti kulit gatal, bengkak, merah, melepuh atau mengelupas, mengalami sesak di dada atau tenggorokan, kesulitan bernapas atau berbicara mulut, wajah, bibir, lidah atau tenggorokan Anda mulai bengkak.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rhinathiol
Diakses pada 10 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/carbocisteine
Diakses pada 10 Agustus 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/carbocisteine/
Diakses pada 10 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB04339
Diakses pada 10 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email