Rhinathiol Sirup 100 ml

22 Agu 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
0
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 100 ml
Produsen
Aventis Pharma
Rhinathiol sirup adalah obat untuk mengencerkan dahak serta memudahkan pengeluaran dahak pada gangguan saluran pernapasan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rhinathiol sirup mengandung zat aktif karbosistein.

Mengatasi gangguan saluran pernapasan yang disertai lendir atau dahak yang berlebih, sehingga dapat digunakan pada pasien penderita penyakit:

  • Kerusakan pada alveolus atau kantong udara pada paru-paru yang menyebabkan napas menjadi pendek (emfisema).
  • Pelebaran dan penebalaan dinding cabang bronkus pada paru-paru dan terjadi secara permanen (bronkiektasis).
  • Peradangan pada saluran napas atau bronkus (bronkitis).
  • Ganggian saluran pernapasan yang disebabkan akibat debu mengendap atau masuk ke paru-paru (pneumokoniosis).

Karbosistein amerupakan obat yang dapat digunakan sebagai mukolitik atau pengencer dahak sehingga memudahkan pengeluaran dahak serta membantu mengencerkan dahak.

Tiap 5 ml: karbosistein 100 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Anak-anak 5 tahun ke atas: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 3 kali/hari.
  • Bayi dan anak-anak 5 tahun ke bawah: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 1-2 kali/hari.
Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.
  • Diare.
    Jika mengalami diare, konsumsi banyak cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan gejala penurunan jumlah urin atau urin berwarna gelap dan berbau tajam. Jangan konsumsi obat lain untuk mengatasi diare tanpa konsultasi ke dokter atau apoteker. Jika diare terus berlanjut segera hubungi dokter.
  • Sakit perut atau merasa sakit.
    Tetaplah konsumsi makanan yang sederhana dan jangan makan terlalu banyak serta hindari mengonsumsi makanan pedas. Cobalah untuk meminum obat ini setelah makan.
  • Perdarahan pada saluraan pencernaan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap karbosistein.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pengobatan batuk pada anak-anak terutama usia 15 tahun ke bawah.
  • Pasien dengan riwayat luka pada saluran pencernaan.
  • NSAID seperti ibuprofen, naproksen, diklofenak, dan aspirin.
    Penggunaan dengan NSAID secara bersamaan dengan karbosistein dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rhinathiol
Diakses pada 10 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/carbocisteine
Diakses pada 10 Agustus 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/carbocisteine/
Diakses pada 10 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB04339
Diakses pada 10 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ciri-Ciri TBC Tak Hanya Batuk Berdahak

Tuberkulosis, atau kerap disingkat TBC termasuk penyakit menular yang paling sering menyerang paru-paru. Menurut WHO, penyakit ini adalah salah satu dari 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia. Karena itu, ciri-ciri TBC penting untuk diketahui agar tidak terlambat ditangani dan berujung fatal.
18 Dec 2019|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Ciri-Ciri TBC Tak Hanya Batuk Berdahak

Makanan yang Harus Dihindari Saat Batuk agar Kondisinya Tidak Semakin Parah

Makanan yang dihindari saat batuk, seperti makanan yang digoreng, bertujuan untuk mencegah batuk semakin parah dan mempercepat proses penyembuhan.Baca selengkapnya
Makanan yang Harus Dihindari Saat Batuk agar Kondisinya Tidak Semakin Parah

Alat Bantu Pernapasan, Siapa Saja yang Membutuhkan?

Alat bantu pernapasan biasanya dibutuhkan oleh orang yang mengalami kondisi medis yang mengganggu pernapasan. Alat ini membantu pasien bernapas, terutama saat beraktivitas berat atau sedang tidur.
21 Jan 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Alat Bantu Pernapasan, Siapa Saja yang Membutuhkan?