Rhemafar kaplet 4 mg

Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 16.237/strip per November 2019
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
Produsen
Ifars Pharmaceutical Laboratories

Rhemafar adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kelainan endokrin, reumatik, penyakit kolagen, penyakit kulit, penyakit pernafasan dan kelainan darah. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter yang mengandung zat aktif methylprednisolone.

  • Kelainan endokrin: insufisiensi adrenokortikal, adrenal hiperplasia kongenital, tiroid non supuratif, hiperkalemia yang berhubungan dengan penyakit kanker.
  • Penyakit rematik: sebagai terapi tambahan dengan pemberian jangka pendek pada radang sendi (rheumatoid arthritis), peradangan tulang belakang (ankylosing spondylitis), bursitis akut dan subakut, acute nonspecific tenosynovitis, asam urat (acute gouty arthritis), cedera sendi (post-traumatic osteoarthritis), dan gangguan pada siku (epicondylitis).
  • Penyakit kolagen: lupus eritematosus sistemik, acute carditis rheumatic, dan infeksi jamur sistemik.
  • Penyakit kulit: pemphigus, bullous dermatitis herpetiformis, eritema multiforme yang berat. exfoliative dermatitis, mikosis fungoides, psoriasis, dan dermatitis seboroik.
  • Alergi: seasonal atau perennial rhinitis allergic, herpes zoster ophthalmicus, mata merah akibat alergi (konjungtivitis alergi), radang kornea mata (keratitis), chorioretinitis, peradangan pada saraf optik mata (neuritis optik), peradangan pada iris mata (iritis), dan iridosiklitis.
  • Penyakit pernapasan: sarkoidosis simptomatik, pulmonary tuberculosis pulmonar atau diseminasi.
  • Kelainan darah: idiopatik purpura trombositopenia, trombositopenia sekunder pada orang dewasa, anemia hemolitik, erythroblastopenia, anemia hipoplastik kongenital.
  • Penyakit kanker (neoplastic disease): kanker darah (leukemia) dan kanker kelenjar getah bening (lymphomas) pada orang dewasa dan leukemia akut pada anak.
  • Edema: menginduksi untuk berkemih atau remisi proteinuria pada sindrom nefrotik.
  • Gangguan saluran pencernaan: kolitis ulseratif dan regional enteritis.
  • Sistem saraf: eksaserbasi akut pada multiple sclerosis.
  • Meningitis tuberkulosis.

Methylprednisolone 4 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis disesuaikan dengan tujuan terapi dan respon terapi setiap individu.  

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dosis tunggu atau terbagi tergantung keadaan penyakit.
    • Penyakit sklerosis multipel: 160 mg/hari selama 1 minggu, kemudian 64 mg/2 hari dalam 1 bulan.
  • Anak-anak: sesuai petunjuk dokter.

Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk memastikan informasi yang ditampilkan pada halaman ini berlaku untuk keadaan pribadi Anda.

  • Dikonsumsi dengan makanan.
  • Simpan pada suhu di bawah 30°C dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya matahari.
  • Gangguan elektrolit, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh akibat retensi cairan, turunnya kadar kalium, gagal jantung kongestif.
  • Gangguan muskuloskeletal: kelainan otot.
  • Gangguan saluran pencernaan: pankreatitis, perut tegang, esofagitis ulseratif.
  • Kenaikan enzim - enzim hati: alt, ast, sgot, dan alkali fosfatase.
  • Gangguan pada kulit: gangguan penyembuhan luka, kulit yang tipis dan rapuh, kemerahan pada kulit (eritema) pada wajah dan keringat bertambah.
  • Gangguan sistem saraf (neuropsikiatri): tekanan dalam rongga kepala bertambah, pseudotumor cerebri.
  • Gangguan metabolisme atau endokrin: gangguan pertumbuhan pada anak-anak, menstruasi tidak teratur dan tidak haid (amenore), berat badan bertambah, gangguan kelenjar adrenal sekunder, pada saat stres, toleransi terhadap karbohidrat berkurang, perkembangan cushingoid state.
  • Gangguan sistem penglihatan: kenaikan tekanan bola mata, glaukoma, katarak, subkapsular posterior, mata menonjol keluar (eksoftalmus).
  • Gangguan sistem imun: penutupan infeksi, infeksi laten menjadi aktif, infeksi oportunistik, reaksi hipersensitif termasuk anafilaksis, dapat menekan reaksi pada kulit.
  • Penderita infeksi jamur sistemik.
  • Hipersensitif terhadap komponen obat.
  • Pemberian jangka lama dapat menyebabkan katarak subkapsular, glaukoma, dan infeksi okuler sekunder yang berhubungan dengan jamur dan virus.
  • Pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, retensi garam, dan air, peningkatan ekskresi potasium dan kalsium, menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi jamur, bakteri, dan virus.
  • Penderita tuberkulosis laten atau reaktivitas tuberkulin.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Sesuai kemasan per November 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Dia Cara Menghilangkan Gatal Karena Ulat Bulu Beserta Pertolongan Pertamanya

Cara menghilangkan gatal karena ulat bulu tentunya sangat penting untuk diketahui. Tidak hanya itu, membekali diri dengan pertolongan pertama saat kulit menyentuh ulat bulu juga sangat vital!
19 May 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Ini Dia Cara Menghilangkan Gatal Karena Ulat Bulu Beserta Pertolongan Pertamanya

Apa Saja Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa?

Tak hanya terjadi pada anak-anak, mimisan juga bisa dialami orang dewasa, bahkan dengan kondisi lebih parah. Mimisan bisa menjadi hal yang umum terjadi, tapi dapat pula menjadi tanda dari kondisi yang serius.
04 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Apa Saja Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa?

Patch Test, Prosedur Tempelkan Puluhan Alergen untuk Ketahui Pemicu Alergi

Begitu pentingnya mengetahui alergen atau pemicu alergi seseorang, rangkaian tes seperti patch test sangat direkomendasikan. Lewat tes semacam ini, bisa diketahui substansi penyebab alergi sehingga dapat dihindari atau setidaknya dicari penanganan yang tepat. Kenali patch test lebih jauh di artikel ini.
05 May 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Patch Test, Prosedur Tempelkan Puluhan Alergen untuk Ketahui Pemicu Alergi