Rhelafen Suspensi 60 ml

16 Okt 2019| Dina Rahmawati

Deskripsi obat

Rhelafen suspensi adalah obat untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit gigi dan sakit kepala. Obat ini merupakan golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Rhelafen suspensi mengandung zat aktif ibuprofen.
Rhelafen Suspensi 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 24.063/botol per Oktober 2019
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenSanbe Farma

Indikasi (manfaat) obat

Ibuprofen adalah inhibitor siklooksigenase  (COX) non-selektif dan bekerja dengan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. Penghambatan aktivitas COX-2 menurunkan produksi prostaglandin yang menyebabkan peradangan, nyeri, demam, dan pembengkakan sementara penghambatan COX-1 yang diduga menyebabkan beberapa efek samping ibuprofen termasuk gangguan saluran pencernaan.

  • Meredakan demam.
  • Meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit gigi dan sakit kepala.
  • Meredakan sakit setelah tindakan operasi.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: Ibuprofen 100 mg

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Anak-anak:

  • 1-2 tahun: ½ sendok takar 5 ml (2,5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
  • 3-7 tahun: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
  • 8-12 tahun: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi langsung setelah makan.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Muntah.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Diare.
  • Nyeri pada perut
  • Ruam kulit.

Perhatian Khusus

  • Wanita hamil trimester pertama.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak usia 1 tahun ke bawah.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ibuprofen.
  • Pasien penderita asma.
  • pasien yang memiliki masalah hati atau ginjal.
  • Pasien yang memiliki masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko pendarahan.
  • Pasien penderita penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antiinflamasi non-steroid lain seperti aspirin, obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin, dan obat kortikosteroid.
    Penggunaan bersama salah satu obat tersebut dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Siklosporin dan takrolimus.
    Penggunaan ibuprofen bersama dengan obat tersebut dapat menyebabkan terjadinya risiko peningkatan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan toksisitas pada ginjal.
  • Metotreksat dan lithium.
    Penggunaan bersama ibuprofen dapat menyebabkan risiko terjadinya keracunan.
  • Lisinopril, kaptopril, dan ramipril.
    Ibuprofen dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi tersebut.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rhelafen-rhelafen%20forte
Diakses pada 30 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen
Diakses pada 30 Juli 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB01050
Diakses pada 30 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-children/
Diakses pada 30 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Tanpa Bantuan Obat, Begini Cara Menghilangkan Pusing dan Mual Secara Alami

Tidak selalu harus menggunakan obat atau pergi ke dokter, cara menghilangkan pusing dan mual bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Menggunakan cara-cara alami, mengatasi kedua kondisi tersebut bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan bernutrisi hingga melakukan meditasi.
05 Oct 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Tanpa Bantuan Obat, Begini Cara Menghilangkan Pusing dan Mual Secara Alami

7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kepala Sering Sakit

Kepala sering sakit sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan-kebiasaan tertentu dapat memicu sakit kepala?
02 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kepala Sering Sakit

Mengenal Apa Itu Vaksin DBD dan Cara Kerjanya

Vaksin DBD yang pertama kali dipatenkan merupakan vaksin CYD-TDV dengan merek dagang Dengvaxia. Vaksin ini dibuat untuk mencegah penyebaran penyakit DBD.
13 Mar 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal Apa Itu Vaksin DBD dan Cara Kerjanya