Rhelafen Forte Suspensi 60 ml

08 Jan 2020| Dina Rahmawati
Golongan
Obat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HET
Rp 30.250/botol (60 ml) per Januari 2020
Kemasan
1 botol @ 60 ml
Produsen
Lapi Laboratories

Rhelafen forte adalah obat yang digunakan sebagai analgesik yaitu meringankan rasa sakit dan sebagai antipiretik yaitu untuk menurunkan demam. Obat ini merupakan bebas terbatas yang mengandung zat aktif ibuprofen.

Menurunkan demam pada anak-anak dan meringankan nyeri ringan sampai sedang, antara lain nyeri pada sakit gigi atau pencabutan gigi, sakit kepala, nyeri setelah operasi, nyeri karena terkilir.

Tiap 5 ml: ibuprofen 200 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Anak-anak:
    • 1-2 tahun: ¼ sendok takar (1.25 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 3-7 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 8-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Harus dikonsumsi sesudah makan.

  • Mual.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Nyeri lambung.
  • Rasa panas pada perut bagian atas.
  • Perdarahan lambung.
  • Ruam kulit
  • Penyempiatan bronkus (bronkospasme).
  • Penurunan sel pembeku darah (trombositopenia).
  • Penurunan jumlah sel limfosit (limfopenia).
  • Penurunan ketajaman pengelihatan.
  • Sulit membedakan warna.
  • Penderita tukak lambung dan duodenum yang berat dan aktif.
  • Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap ibuprofen dan obat antiinflamasi non steroid yang lain.
  • Penderita yang mengalami gejala asma, radang pada lapisan dalam hidung (rinitis) atau biduran bila menggunakan aspirin atau obat antiinflamasi non steroid lainnya.
  • Kehamilan trimester terakhir.
  • Anak-anak 1 tahun ke bawah.
  • Pasien dengan riwayat penyakit saluran cerna bagian atas (ulkus peptik).
  • Pasien gangguan fungsi ginjal karena eliminasi utamanya melalui ginjal.
  • Pasien gagal jantung, hipertensi dan penyakit lain yang mengakibatkan retensi cairan tubuh.
  • Pasien gangguan pembekuan darah.
  • Pasien asma karena dapat menyebabkan bronkospasme.
  • Pasien penderita lupus eritematosus sistematik.
  • Wanita hamil terutama trimester pertama dan kedua serta wanita menyusui.

Obat-obat antikoagulan.

Sesuai kemasan per Januari 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Berbagai Pemicu Sakit Kepala Bagian Depan

Sakit kepala bagian depan tidak boleh Anda anggap remeh. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketegangan di kepala, sakit kepala cluster, hingga ketegangan pada mata.
16 Dec 2019|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Mengenal Berbagai Pemicu Sakit Kepala Bagian Depan

Penyebab Kepala Terasa Berat dan Cara Mengobatinya

Kepala terasa berat jangan disepelekan karena bisa jadi ada berbagai macam kondisi yang bisa menyebabkannya. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab kepala terasa berat.
11 Sep 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Penyebab Kepala Terasa Berat dan Cara Mengobatinya

Inilah Bahaya Vertigo yang Harus Anda Waspadai

Vertigo adalah sensasi hilang keseimbangan seperti sekelilingnya berputar. Jika sering terjadi, bahaya vertigo dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan pendengaran.Baca selengkapnya
Inilah Bahaya Vertigo yang Harus Anda Waspadai